Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Masih punya kemanusiaan


__ADS_3

Mendengar kabar Carissa kecelakaan, Faisal langsung tancap gas menuju rumah sakit.


Faisal berlari menuju resepsionis.


"Maaf mba, korban kecelakaan yang baru masuk dimana ya?" Tanya Faisal pada resepsionis.


"Oh korban kecelakaan yang baru masuk sudah dibawa ke ruang UGD" jawab resepsionis itu, dan dengan segera Faisal berlari menuju ruang UGD.


Ia dapat melihat kondisi putrinya lewat kaca pintu disana. Carissa terbaring lemah tak berdaya, dengan kabel yang tersusun rapi ditubuhnya.


Faisal tak kuasa menahan air matanya melihat putri tercintanya kini terbaring lemah tak berdaya, lututnya serasa tak bisa lagi menompang tubuhnya.


"Nak berjanjilah untuk tidak meninggalkan ayah" gumamnya sambil berlinang air mata membasahi pipinya.


Tak berapa lama seorang dokter keluar dari ruangan itu.


"Keluarga pasien?" Tanya dokter itu.


"Iya dok, saya ayahnya, bagaimana keadaan putriku?" Tanya Faisal dengan nada bergetar.


"Pasien banyak kehilangan darah, kondisinya sedang kritis jika kita tidak bisa mendonorkan darah secepatnya, maka kami tidak bisa menjamin keselamatannya" jawab sang dokter.


Deg.


Waktu seketika berhenti Faisal benar benar shock mendengar kabar putrinya, cairan bening pun lolos dikedua pelupuk matanya.


"K-kritis dok?" Tanya Faisal terbata.

__ADS_1


"Benar pak, kami harap anda bisa secepatnya menemukan donor darah untuk putri anda" jawab sang dokter itu.


"Dok ambil darah saya, cepat!" Perintah Faisal.


"Baik pak, mari ikut saya" ucap sang dokter membimbing Faisal menuju ruangan tempat pendonor darah.


Setelah selesai mendonorkan darah, kini Faisal diperbolehkan masuk untuk melihat keadaan putrinya.


Dilihatnya Carissa terbaring lemah di brankar rumah sakit dengan kedua mata yang tertutup rapat.


Faisal mendekat dan menggenggam erat tangan putrinya.


"Sayang bangunlah, jangan meninggalkan ayah sendirian, ayah janji jika kau bangun maka ayah akan mengabulkan semua yang kau inginkan" ucap Faisal sangat lirih dengan air mata yang tak henti-hentinya mengalir membasahi pipinya.


Carissa meneteskan air mata disalah satu sudut matanya, seakan mendengar yang baru saja Faisal ucapkan. Perlahan Carissa menggerakkan jarinya dan membuka matanya.


Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah ayahnya yang sedang tersenyum manis kearahnya.


"A-ayah T-tristan...." Ucap Carissa terbata.


"Tristan kenapa nak?" Tanya Faisal menatap putrinya.


"Suruh Tristan kesini ayah, Carissa mohon" ucap Carissa dengan nada sangat lemah.


"Baiklah ayah akan telpon Tristan untuk segera kesini" ucap Faisal dan segera menghubungi mantan calon menantunya itu.


Sementara saat ini Tristan sedang berada didalam mobil, ia baru saja mengantarkan Felli kerumahnya.

__ADS_1


Drrrttt... drrrttt... drrrttt...


Tristan melihat nama yang tertera pada layar ponselnya, membuat tersenyum getir.


"Mau apa lagi mereka, tadi anaknya sekarang bapaknya" ucap Tristan dan membiarkan hapenya yang terus berdering tanpa mau mengangkatnya.


"Bagaimana ayah" tanya Carissa.


"Gak diangkat nak" jawab Faisal lirih.


"Telpon lagi ayah, Carissa mohon" pinta Carissa memelas.


"Baiklah" jawab Faisal dan kembali menghubungi Tristan.


Tristan yang kesal hapenya terus berdering akhirnya mengangkat telponnya.


"Ada apa lagi?" Tanya Tristan datar.


"Tris, Carissa sedang dirumah sakit, ia baru saja kecelakaan dan baru saja bangun dari kritisnya, dan sekarang dia memintamu untuk datang kesini" jawab Faisal.


"Kenapa aku harus datang, anda kan ayahnya" ucap Tristan.


"Saya mohon Tris, untuk kali ini saja plisss" pinta Faisal.


"Hufftt baiklah, tapi hanya 20 menit" jawab Tristan membuat Faisal tersenyum.


"Baiklah" jawab Faisal dan mematikan telponnya.

__ADS_1


Tristan juga sangat terkejut mendengar Carissa kecelakaan, tapi ia usahakan untuk bersikap santai seolah-olah tidak tejadi apa apa.


"Untung aku masih punya kemanusiaan" gerutu Tristan dan membelokkan mobilnya kerumah sakit.


__ADS_2