
Sepulang kuliah Tristan sudah stand by menjemput Felli. Awalnya Felli ingin nebeng dengan Gisel agar bisa jalan jalan bersama, namun suaminya sudah lebih dulu menjemputnya. Membuat Felli memberenggut kesal.
"Kenapa hem?" tanya Tristan melihat Felli menghampirinya dengan wajah yang ditekuk.
"Au ah!" ketus Felli dan masuk kedalam mobil sambil menghentak hentakkan kakinya. Pertanda bahwa wanita yang sebentar lagi menjadi ibu itu benar benar bad mood.
"Sayang jangan gitu jalannya" peringat Tristan, namun tak dihiraukan Felli.
"Kamu kenapa? daritadi cemberut mulu? terus marah marah gak jelas" tanya Tristan saat mobil sudah berjalan.
"Gak papa" jawab Felli cuek sambil memainkan HP nya.
Tristan hanya menghela nafasnya, menghadapi bumil benar-benar rumit. Ia tak menyangka Felli akan se-sensitif ini. Kadang marah, kadang sedih, bahkan menangis hanya karena hal yang kecil. Itu membuat Tristan sangat berhati-hati, apalagi saat sedang berbicara.
Wajah Felli langsung berbinar kala melihat pedagang cimol disana. Sungguh Felli sangat kangen jajanan SD nya dulu.
"Tris, berhenti!" ucap Felli, membuat Tristan menepikan mobilnya dan berhenti.
"Kenapa hem?" tanya Tristan.
"Mau itu.. " rengek Felli menunujuk pedagang cimol.
"Apa itu?" Tristan menyeritkan keningnya.
"Cimol" jawab Felli dengan wajah berbinar.
"Tapi sayang, itu di pinggir jalan. kita beli yang di restoran aja ya?" tawar Tristan.
"Gak mau!" kekeuh Felli.
"Sayang.... "
"Kalau kamu gak beliin. Oke aku bakal mogok makan SEMINGGU INI!" ancam Felli.
"Yahh jangan gitu dong sayang, kamu mau anak kita kenapa napa?" bujuk Tristan. Namun sama sekali tak digubris oleh Felli.
"Oke oke kita beli, kamu tunggu disini" ucap Tristan melepaskan seat belt nya.
"Gak mau. mau ikut" ucap Felli memayunkan bibirnya.
"Sayang disana panas, kamu tunggu disini aja ya" bujuk Tristan lembut.
"Mau ikuttt.... " rengek Felli memelas. Membuat Tristan lagi lagi menghela nafasnya.
__ADS_1
"Oke ayo!" ajak Tristan dan turun dari mobil.
"Ayo sayang!" ajak Felli yang sudah tak sabar.
"Sebentar yank" ucap Tristan sambil melepaskan jas nya.
"Loh kamu ngapain lepas jas?" tanya Felli.
Tristan menahan jas nya diatas kepala Felli menjadikan jas nya sebagai payung untuk Felli, ia tak rela istrinya terkena panas walau sedikitpun.
"Owhh so sweet" Felli ikut baper melihat kelakuan suaminya yang sangat romantis itu. Ya walaupun kadang-kadang posesifnya kebangetan.
"Udah ayo jalan" Tristan menuntun Felli sambil jas yang masih setia ia jadikan payung untuk istrinya.
"Bang comil nya lima bungkus ya" ucap Tristan pada pedagang itu.
"Cimol Tris, bukan comil" protes Felli.
"Oh salah ya?" ucap Tristan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Eh abang jual telur gulung juga ya?" tanya Felli saat melihat juga ada telur gulung disana.
"Iya neng" jawab abang cimol itu.
"Baik neng"
"Tris... " panggil Felli.
"Kenapa?" tanya Tristan.
"Hauss" Felli memayunkan bibirnya.
"Yaudah kamu tunggu disini ya, aku ambil minum di mobil" ucap Tristan hendak pergi, namjn dicegah oleh Felli.
"Kenapa? katanya haus?" tanya Tristan.
"Mau itu.. " tunjuk Felli pada tukang es bubur sumsum disana.
"Gak!" jawab Tristan tegas.
"Sayang pleaseee... " mohon Felli menunjukkan puppy eyes-nya.
"Giliran ada maunya manggil sayang" batin Tristan mencibir.
__ADS_1
"Sayang itu gak higienis, minum yang di mobil aja ya?" bujuk Tristan.
"Gak mau!" jawab Felli dengan bibir yang sudah mengerucut tajam.
"Kamu gak inget pesan mama?" lanjut Felli, membuat Tristan terdiam sambil memikirkan.
"Tris, kalau Felli mau yang aneh aneh udah turutin aja, selagi itu baik buat dia gapapa. Ibu hamil itu memang terkadang menyebalkan tapi itu bawaan dari bayi yang dikandungnya. Dan kalau ngidamnya gak diturutin nanti pas lahir anaknya bakal ileran"
Itulah yang nasehat mama Novi saat sedang duduk santai bertiga diruang keluarga.
"Oke aku beliin dulu" akhirnya Tristan mau tak mau membeli es yang diinginkan Felli.
***
"Emm enak banget" ucap Felli sambil menguyah cimolnya.
"Kamu pernah makan beginian?" tanya Tristan sambil fokus pada setirnya.
"Sering, tapi dulu" jawab Felli.
"Kamu mau coba?" tawar Felli menyodorkan cimol di depan Tristan.
"Udah buat kamu aja" tolak Tristan.
"Tapi anak kamu maunya ayahnya yang nyobain" ucap Felli cemberut. Dan mau tak mau Tristan mencoba memakan cimol itu.
"Lumayan" komentar Tristan merasakan rasa jajanan itu.
"Emang kamu gak pernah makan cimol?" tanya Felli yang hanya dijawab gelengan kepala. oleh Tristan.
"Jangankan makan, ngeliatnya aja baru kali ini" batin Tristan.
.
.
.
.
.
Author mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa ya. Tetap semangat terus puasanya dan tetap semangat bacanya, salam untuk kalian semua muachh😘😘😘
__ADS_1