Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Pulang honeymoon


__ADS_3

Setelah satu minggu menghabiskan waktu di Jepang, kini Felli dan Tristan kembali pulang ke Indonesia. Dengan menempuh perjalanan yang lumayan lama kini mereka sampai di bandara.


"Felli... " pekik mama Novi berlari menghampiri menantunya.


"Mama... " ucap Felli dan memeluk mama mertuanya.


"Yang anak mama siapa sih?" cetus Tristan.


"Ohh jadi anak mama ini cemburu sama istri sendiri" goda mama Novi, membuat orang disana terkekeh.


"Apa kabar Fell?" tanya Oma memeluk Felli.


"Baik Oma. Oma juga apa kabar?" jawab Felli sekaligus bertanya.


"Oma juga baik" ucap Oma melepaskan pelukannya.


"Bibi... " Felli menghampiri bi Ina dan memeluknya.


"Fell, bibi kangen sama kamu" ucap bi Ina mengelus punggung Felli.


"Felli juga kangen sama bibi. Bibi baik baik aja kan?" tanya Felli mengurai pelukannya.


"Allhamdulilah bibi baik" jawab bi Ina tersenyum.


"Gio, kau bawa koper kedalam mobil" perintah Tristan pada asistennya.


"Baik tuan" ucap Gio dan mengambil koper Tristan untuk dibawa kedalam mobil.


"Yasudah ayo kita pulang" ajak papa Irwan.


"Ayo sayang" Tristan merangkul baju Felli posesif dan menuntunnya untuk ke mobil.


"Lihatlah pah, mereka romantis sekali" ucap mama Novi.

__ADS_1


"Kita juga begitu mah. Masa mama lupa, bahkan kita lebih romantis dari itu" ujar papa Irwan tersenyum mengingat masa mudanya bersama mama Novi.


"Pantas aja Tristan begitu, ternyata kalian sudah duluan" sahut sang Oma membuat papa Irwan dan mama Novi terkekeh.


"Ada ada saja" ucap bi Ina menggelengkan kepalanya.


***


Mereka sudah sampai di kediaman Vernatha. Mereka langsung disambut hangat oleh semua orang disana.


"Cieee pengantin baru udah pulang" seru Flora dengan senyum sambutan.


"Nggak mau lebih lama lagi bang?" sahut Denis.


"Gimana mau lama, kalau kerjaan aja menumpuk disini. Emang lo mau handle?" sungut Tristan sebal.


"Ya gue kan cuma nanya" ucap Denis dengan santainya.


"Gimana liburannya bang? seru?" tanya Rey.


"Ah elah, gue nanya sama bang Tristan. bukan sama lu" sungut Rey.


"Gue yang mewakilinya. Ya kan sayang?" ucap Felli tersenyum manis pada Tristan.


"Iya..." jawab Tristan juga tersenyum. Ia baru kali ini mendengar Felli memanggilnya sayang.


"Mau sampai kapan kita disini? ayo masuk!" ajak mama Novi, membuat mereka semua langsung masuk kedalam.


Mereka duduk di ruang tamu, dan melanjutkan obrolan yang tadi terputus.


"Ra, udah berapa bulan?" tanya Felli.


"8 Fell" jawab Flora sembari mengelus perutnya yang sudah membuncit.

__ADS_1


"Fell, kamu kapan nyusul?" tanya Oma. membuat Felli malu untuk membahas itu.


"Oma tenang aja, TF junior lagi proses" jawab Tristan tersenyum kearah Felli.


"Dasar mesum!" umpat Felli dalam hati.


"Mama juga gak sabar tungguin kehadiran TF junior disini" sahut mama Novi.


"Mama udah deh, jangan godain Felli terus" ucap papa Irwan yang cukup pengertian pada menantunya itu.


"Oh ya, Marcel mana?" tanya Felli yang tak melihat keberadaan ponakannya itu.


"Dikamar Fell, lagi tidur" jawab Flora.


"Yaudah berhubung ini udah masuk waktu makan siang. Lebih baik kita makan siang bersama" ajak mama Novi.


"Duhh jadi ngerepotin nih" ucap bi Ina tak enak.


"Santai aja Na, kita udah keluarga. Gak usah sungkan" ucap mama Novi.


Akhirnya mereka pun menuju ruang makan, disana sudah disiapkan beberapa menu makan siang.


"Mas, kamu mau apa?" tanya Flora pada Rey.


"Samain aja kaya kamu" jawab Rey.


"Sayang, kamu mau apa?" tanya Felli pada suaminya.


"Terserah kamu aja, mau ambil apa. Aku suka semua disini" jawab Tristan.


"Den, kapan kamu mau nikah juga?" tanya bi Ina. membuat Denis hampir tersedak.


"Bibi jangan ngaco deh. Denis kan baru 18 tahun masa mau nikah?" ucap Denis.

__ADS_1


"Ya gapapa kali. Kan banyak orang yang nikah muda" sahut Oma.


"Denis mah santai aja Oma. Denis masih muda dan masih fresh. Gak mungkin gak laku" ucap Denis percaya diri.


__ADS_2