Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Diusir


__ADS_3

Sedangkan di Vernatha grup, kini sedang terjadi perdebatan antara Carissa dan resepsionis disana.


"Kalian bisa tidak diam, aku ingin bertemu Tristan!" Sentak Carissa yang sedari tadi berdebat dengan resepsionis.


"Maaf mba, atas perintah tuan Tristan anda dilarang masuk lagi kesini, atau menunggu disana sampai tuan kesini lagi" jawab resepsionis itu.


"Memangnya Tristan tidak ada disini?" Tanya Carissa.


"Tidak mba, tuan Tristan sedang keluar tadi" jawab resepsionis itu.


"Kemana lagi Tristan, apa dia sengaja menghindariku?" Batin Carissa kesal.


"Anda akan diusir dari sini nona, karena pakaian anda tidak layak untuk masuk kesini" batin resepsionis itu melihat penampilan Carissa yang memakai baju kurang bahan.


Setelah sekitar 10 menit, mobil Tristan sudah memasuki perkarangan kantornya. Carissa yang melihat itu langsung menghampiri Tristan dengan tak sabaran.


Tapi ia harus menelan kekecewaan karena Tristan datang bersama seorang wanita cantik yang kini bergandengan tangan dengannya.


"Ada apa kau kemari?" Tanya Tristan datar.


"Aku merindukanmu Tristan" ucap Carissa mencoba meraih tangan Tristan, namun segera ditepis oleh Tristan.


"Maaf ada hati yang harus ku jaga" ujar Tristan tersenyum pada Felli.


"Siapa dia?" Tanya Carissa menatap Felli.


"Ah iya, kenalkan ini calon tunanganku, Felli" ucap Tristan memperkenalkan Felli.


Deg.


Carissa terdiam seribu bahasa, ia antara percaya atau tidak.


"Calon tunangan? Apa aku tidak salah dengar?" Batin Carissa yang merasa sesak mendengar penuturan Tristan.


"Tristan apa kau benar-benar melupakanku?" Tanya Carissa memelas.


"Kau hanya masa laluku, lebih baik kau angkat kaki dari sini sebelum aku memanggil security untuk menyeretmu. Ayo sayang" ajak Tristan menggandeng tangan Felli mesra.

__ADS_1


"Sayang??" Gumam Carissa yang merasa tak suka mendengar itu.


Felli terkejut mendengar Tristan memanggilnya sayang, ia jadi salting sendiri.


"Tristan tunggu..." Teriak Carissa mencoba mengejar Tristan.


"Apa kau tidak mendengarku? Aku tidak ada waktu untukmu, dan sekarang keluar dari sini!" Sentak Tristan membuat Carissa terdiam.


"Apa kenangan lima tahun itu tidak ada artinya untukmu?" Tanya Carissa berkaca-kaca.


"Tidak!" Jawab Tristan singkat dan segera mengajak Felli kedalam ruangannya. Tanpa memperdulikan Carissa yang sedari tadi berteriak memanggilnya.


"Maaf mba, lebih baik anda pergi dari sini, sebelum saya melakukan kekerasan pada anda" ucap seorang security.


"Dasar security sialan!" Umpat Carissa dan berlalu pergi dari sana dengan membawa segudang kekecewaan. Sedangkan security itu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Carissa.


Sementara diruangan Tristan, kini ia sedang duduk bersama Felli. Tristan sibuk dengan laptopnya mengecek email yang masuk.


"Tuan apa tadi itu mantanmu?" Tanya Felli.


"Kalau boleh jujur, mantanmu itu sangat sopan tuan, lihatlah pakaiannya tadi, apa tuan tidak salah memilih pasangan?" Ujar Felli membuat Tristan menghentikan aktivitasnya.


"Itu hanya masa lalu" ucap Tristan dan kembali fokus pada laptopnya.


"Dan yang ku katakan tadi, itu hanya sandiwara jangan dianggap serius!" Lanjut Tristan.


"Iya tuan, aku sadar siapa aku, tidak mungkin bisa bersanding denganmu" gumam Felli lirih tapi masih bisa didengar Tristan.


"Apa aku baru saja menyinggungnya?" Batin Tristan menatap iba Felli.


"Maaf..." Ujar Tristan lirih.


"Untuk?" Tanya Felli bingung.


"Maaf atas perkataan ku tadi" ucap Tristan.


"Tidak apa apa tuan, lagipula yang tuan ucapkan itu benar, kau dan aku itu bagaikan langit dan bumi, tidak mungkin bisa bersatu, dan kau terlalu sulit untukku gapai" ucap Felli berusaha tegar.

__ADS_1


Tristan hanya terdiam mendengar penuturan Felli, jujur ia merasa bersalah karena telah merendahkan Felli hingga membuatnya tersinggung.


*************************


Kini Carissa sudah berada didepan rumah mewah Tristan, ia terpaksa datang kesini karena ingin meminta maaf pada keluarga Vernatha, dan bila telah menadapatkan maaf, maka Carissa akan mudah untuk kembali mendapatkan Tristan.


Dengan ragu Carissa menekan bel rumah.


Ting... Tong... Ting... Tong...


Ceklek.


Terlihat wanita paruh baya muncul dibalik pintu dan menatap datar tamu tak diundangnya ini.


"Hay Tante, apa kabar?" Sapa Carissa tersenyum pada mantan calon mertuanya.


"Mau apa lagi kau kesini?" Tanya mama Novi datar.


"Tentu saja menjenguk Tante, Carissa kangen sama Tante" ucap Carissa hendak memeluk mama Novi tapi mama Novi langsung mendorong tubuh Carissa untuk tidak memeluknya.


"Aku tidak mau lagi melihatmu disini, dan ku harap kau tidak menganggu putraku lagi!" Ketus mama Novi dan langsung menutup pintu dengan kasar.


Brakkk.


Carissa terlonjak kaget dengan perlakuan mama Novi. Seseorang yang dulu sangat lemah lembut padanya kini serasa orang asing baginya.


"Gak anak, gak ibu sama saja!" Gerutu Carissa dan segera pergi dari sana. Ia benar-benar frustasi, tadi ditolak oleh Tristan, kini juga diusir mama Novi.


"Aarrrkkkkhhh" Carissa memukul stir mobilnya, ia meluapkan emosinya pada setir mobil yang tidak tau apa apa.


Carissa menyetir dengan perasaan yang berkecamuk, hingga akhirnya......


Citttt.


Brukkk.


Mobil Carissa berciuman sempurna dengan pohon, hingga mengakibatkan bagian depan mobilnya berasap dan dahinya mengeluarkan darah segar, saat itu juga ia langsung tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2