Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Kedatangan Papa


__ADS_3

"Sayang aku ke kantor dulu ya, nanti siang aku pulang. Awas jangan kemana mana, jangan makan yang aneh aneh dan jangan banyak aktivitas, cukup istirahat aja" ucap Tristan.


"Iya, iya ihh banyak banget deh" sungut Felli memayunkan bibirnya.


"Kamu itu suka ngeyel sayang kalau gak diomongin gitu. Dan awas sampai ngelakuin yang aneh aneh!" peringat Tristan.


"Iya... " jawab Felli dan mencium tangan suaminya.


Cup.


Tristan mengecup kening istrinya dan beralih mengecup perut besar Felli.


"Sayang ayah kerja dulu ya. Kamu baik baik disana jangan nakal yah" ucap Tristan berjongkok dan mengelus perut Felli.


"Yaudah aku berangkat dulu"


"Hati hati"


"Fell, bang Tristan udah berangkat?" tanya Rey dibelakang Felli.


"Baru aja" jawab Felli. Membuat Rey segera berangkat menyusul Tristan.


****


Siang harinya Felli mendapat kabar bahwa Darwin dan Dahlia ada di Indonesia, tepatnya dirumah Oma. Dengan antusias Felli bersiap siap akan pergi ke rumah Oma.


"Sayang mau kemana?" tanya mama Novi yang berada di ruang tamu sambil menonton serial kesukaannya.


"Mah Felli mau kerumah Oma. Papa sama mommy sudah ada disana" jawab Felli.


"Jadi mereka sudah disini?" tanya mama Novi yang dapat anggukan dari Felli.


"Dianter supir ya sayang" ucap mama Novi. Yang diangguki Felli.


"Pak, hati hati ya bawa mobilnya. Jangan ngebut dan pastikan Felli sampai dirumah Oma nya dengan selamat" ucap mama Novi pada supirnya.


"Baik nyonya"

__ADS_1


**


"Papa..... " pekik Felli ketika memasuki rumah Oma dan melihat semua keluarga sudah berkumpul.


"Sayang jangan lari!" peringat Oma. Membuat Felli hanya menyegir kuda.


"Hehehe maaf Oma, Felli lupa" jawab Felli dan duduk disofa.


"Gimana keadaan calon cucu papa?" tanya Darwin.


"Sehat walafiat pah" jawab Felli.


"Udah berapa bulan sayang?" tanya Dahlia.


"Sembilan bulan mom"


"Wah bentar lagi kita ketemu sama jagoan kita" girang Dahlia, membuat Felli terkekeh.


"Jadi bentar lagi kak Felli lahiran?" tanya Vini yang dapat anggukan dari Felli.


"Tristan dikantor bi" jawab Felli santai. Tanpa tahu ia melupakan satu hal.


**


Tok... Tok... Tok...


"Masuk!" sahut Tristan dari dalam.


Ceklek.


"Tuan ini berkas yang tuan minta tadi" ucap Gio memberikan berkas pada Tristan.


"Dan kita akan ada meeting 20 menit lagi" lanjut Gio memberitahu.


"Hmm... kamu boleh keluar" usir Tristan.


"Baik tuan, permisi"

__ADS_1


Drrttt.... Drrttt.... Drrtttt...


Tristan merongoh HP nya untuk melihat siapa yang menelpon.


"Hallo mah" ucap Tristan.


"Tris, kamu udah tau Felli dirumah Oma nya?" tanya mama Novi.


"Hah dirumah Oma? kapan Felli berangkat mah? dan sama siapa?" tanya Tristan mulai khawatir.


"Dia gak ngasih tau kamu?"


"Enggak"


"Mungkin dia lupa"


"Mama kok ngizinin Felli keluar, harusnya minta izin dulu sama Tristan" ucap Tristan sebal.


"Haiss dia cuma mau jenguk papa nya disana Tris. Udah deh gak usah berlebihan. Tadi Felli juga udah ngabarin kalau dia udah sampai"


Tut.... Tut... Tut...


Terdengar suara sambungan telpon terputus, membuat mama Novi berdecak sebal pada anaknya yang selalu seenaknya jika menelpon.


Dengan segera Tristan menyambar kunci mobilnya dan keluar ruangannya dengan terburu buru.


"Tuan mau kemana?" tanya Gio melihat Tristan yang sedang terburu buru.


"Kamu cancel meeting hari ini!" ucap Tristan tanpa menjawab pertanyaan Gio barusan.


"Tapi tuan... "


"BATALKAN!" ucap Tristan dengan suara meninggi.


"Baik tuan" jawab Gio menurut.


"Bos mah emang enak, padahal klien udah nunggu daritadi" gerutu Gio dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2