
Setelah tiga hari dirumah sakit, Flora diperbolehkan pulang karena kondisinya stabil dan normal. Dan saat ini semua anggota keluarga Vernatha sedang makan malam bersama, jangan lupakan baby Mutiara yang menemani mereka sambil dibaringkan diatas kasur bayi.
"Mommy baby Mutiala gak matan (makan)?" Tanya Marcel.
"Enggak sayang, baby Mutiara belum bisa makan kaya Marcel" tutur Flora.
"Sayang, kamu makannya yang banyak" ujar Rey.
"Iya Mas... " jawab Flora.
"Fell, kamu gak makan?" tanya mama Novi melihat Felli yang hanya mengaduk aduk nasinya saja.
"Felli gak nafsu mah" jawab Felli, karena memang nafsu makannya belakangan ini berkurang.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Tristan khawatir.
"Fell, kamu sakit?" tanya papa Irwan melihat wajah Felli yang sangat pucat.
"Felli gak papa pah, cuma sedikit pusing aja" jawab Felli memijit pelipisnya.
"Dimana yang pusing?" tanya Tristan sembari memijit kening Felli lembut.
"Sayang, lebih baik kamu istirahat aja. Nanti bi Yuyun akan mengantarkan makan malam" perintah mama Novi.
"Ayo sayang" ajak Tristan menuntun Felli untuk beristirahat di kamar.
Setelah sampai dikamarnya, Tristan menuntun Felli untuk berbaring dan mengambil minyak kayu putih untuk memijat kening Felli.
"Aku panggilin dokter ya?" tawar Tristan.
"Enggak usah Tris, aku cuma pusing aja. Minum obat juga ntar sembuh kok" jawab Felli menolak.
__ADS_1
"Sayang, tapi kamu pucet banget. Aku khawatir" ucap Tristan menempelkan telapak tangannya di kening Felli untuk memeriksa suhu badannya.
"Gak panas" gumam Tristan.
Tok... Tok... Tok...
"Permisi tuan boleh bibi masuk?" tanya bi Yuyun dari luar.
"Masuk aja bi" ucap Tristan sedikit berteriak.
Ceklek.
"Non, ini makan malamnya" ucap bi Yuyun meletakkan nampan di atas nakas.
"Makasih bi" jawab Felli, yang dapat anggukan dari bi Yuyun.
"Kalau gitu bibi permisi" ucap bi Yuyun dan mengundurkan diri dari sana.
Tapi setelah suapan pertama masuk kedalam mulut Felli, kini Felli dengan segera turun dari ranjang dan berlari ke wastafel.
"Hoekk.... hoekkk.... " Felli memuntahkan isi perutnya.
"Sayang, are you okay?" tanya Tristan menghampiri Felli dan memijit tengkuknya.
"Hoekkk.... hoekkk... " lagi lagi Felli memuntahkan isi perutnya.
"Aku panggilin dokter ya, atau mau ke rumah sakit aja?" tanya Tristan yang sudah sangat khawatir akan terjadi sesuatu pada sang istri.
"Tris, aku gapapa kok. Mungkin masuk angin aja" ucap Felli setelah mualnya reda.
"Kamu sih, makanya jangan cape cape. jangan begadang. Jangan makan sembarangan, jadi gini kan?" omel Tristan seperti ibu yang sedang mengomeli anaknya.
__ADS_1
"Masih mual?" tanya Tristan. yang dapat gelengan pelan dari Felli.
"Yaudah kamu istirahat aja, tidur yang cukup. Dan jangan begadang" peringat Tristan menuntun Felli untuk menuju kasurnya.
Tristan membantu Felli untuk berbaring, dan menyelimuti tubuhnya.
Cup.
"Istirahat ya.. " ucap Tristan lembut dan duduk disamping Felli sambil mengelus elus rambutnya.
"Masih pusing?" tanya Tristan.
"Enggak"
"Yaudah tidur" tutur Tristan yang terus mengelus rambut Felli. Hingga tak butuh waktu yang lama, Felli sudah terbang ke alam mimpinya.
Cup.
lagi lagi Tristan memberikan kecupan manis di kening Felli, dan setelah itu ia keluar kamar dan menutup pintu secara perlahan.
"Tris, gimana keadaan Felli?" tanya mama Novi saat Tristan sudah sampai di meja makan.
"Felli tadi muntah muntah mah, terus katanya pusing" jawab Tristan duduk di kursi kosong disana.
"Hah serius? terus kenapa kamu gak panggil dokter?" tanya mama Novi.
"Felli gak mau mah, katanya cuma masuk angin doang" jawab Tristan.
"Besok kalau Felli masih kaya gitu, kamu bawa ke dokter" perintah papa Irwan.
"Iya, lagian mama gak mau terjadi sesuatu sama Felli" sambung mama Novi. Yang diangguki Tristan.
__ADS_1