Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
MP


__ADS_3

Felli membelalakan kedua matanya mendengar penuturan Tristan yang sangat ia hindari.


"Tris, aku belum siap" jawab Felli lirih. membuat Tristan mengehela nafas panjang.


"Kenapa?" tanya Tristan kecewa.


"Aku takut sakit, kata Flora itu sakit banget. dia aja sampe nangis" jawab Felli pelan.


"Gak akan kok, kamu tenang aja" ucap Tristan menenangkan.


"Tapi aku takut" jawab Felli.


"Yang pertama itu memang sakit, tapi kalau udah terbiasa udah gapapa kok. enak malah" ucap Tristan membuat Felli geli mendengar kata Tristan di akhir kalimat.


"Gak, aku tetap gak mau kalau sekarang!" jawab Felli kekuh, dan berjalan keatas ranjang.


"Sayang please... " rengek Tristan mendekat dan naik keatas ranjang.


"Kalau sakit gimana? kamu mau tanggung jawab kalau aku gak bisa jalan?" tanya Felli.


"Kamu tenang aja aku bakal tangung jawab. aku akan gendong kamu kemanapun kamu mau" jawab Tristan yakin.


"Gak mau... " rengek Felli memayunkan bibirnya.


"Sayang.... "


"Besok" ucap Felli tiba tiba.


"Besok ngelakuinnya?" tanya Tristan antusias.


"Iya.. " jawab Felli membuat Tristan tersenyum lebar.


"Yaudah ayo tidur" ajak Tristan menuntun Felli untuk berbaring.

__ADS_1


"Kok tidur?" tanya Felli.


"Biar cepet pagi sayang" jawab Tristan membuat Felli lagi lagi merona karena memanggilnya sayang.


*****


Tengah malam, Felli terbangun kala merasakan kantung kemih nya penuh. ia merasakan ada tangan kekar melingkar di perutnya. ia membalikkan tubuh, dan rupanya Tristan yang sedang tertidur memeluknya.


Pipi Felli tiba tiba merona saat mengingat kembali permintaan Tristan yang sangat ditakutinya.


"Kenapa bangun?" ucap Tristan dengan mata yang masih tertutup.


"Loh, kamu udah bangun?" tanya balik Felli.


"Hmmm, udah daritadi malah. Kamu ngapain bangun? mau ngelakuin itu sekarang?" goda Tristan membuat Felli menenggelamkan wajahnya didada bidang suaminya.


"Tris... " panggil Felli pelan.


"Kamu boleh kok minta hak kamu" ucap Felli, membuat Tristan membuka matanya lebar. bahkan rasa kemih nya tadi tiba tiba hilang begitu saja.


"Kamu serius?" tanya Tristan antusias.


Felli mengangguk pelan sebagai jawaban. "Tapi ada syaratnya" ucap Felli membuat Tristan menautkan alisnya.


"Apa?"


"Pelan pelan ya please" pinta Felli.


"Kamu tenang aja, aku akan bermain selembut mungkin agar tidak menyakitimu. So... boleh kan?" tanya Tristan membuat Felli mengangguk.


Tristan mulai menindih tubuh Felli dan segera melahap rakus bibir ranum Felli. Tristan memberikan lum*tan lum*tan lembut, lidahnya sangat pintar membuat Felli terbang melayang.


"Eghhh... " lenguh Felli yang terdengar sangat sexy ditelinga Tristan.

__ADS_1


Tristan tersenyum puas melihat Felli yang memejamkan matanya, ciumannya pun turun menjelajahi leher jenjang Felli, dan memberikan tanda kepemilikan disana. Tangannya mulai membuka satu persatu kancing baju Felli, ia dapat melihat dua gunung kembar yang terhalang oleh kacamata itu.


"Tris, aku malu... " ucap Felli lirih.


"Buat apa malu? aku suami kamu. jadi apapun yang ada di tubuhmu adalah milikku" jawab Tristan yang terus melucutkan satu persatu pakaian Felli hingga menyisahkan kain segitiga yang menjadi penghalang bagian sensitifnya.


Tristan mulai mencium bibir Felli dan melum*tnya dengan lembut, tangannya tak tinggal diam. ia merem*s kedua gundukan kenyal milik Felli.


"Eughh... " lenguh Felli meraskan sentuham lembut Tristan.


Ciuman Tristan turun hingga ke gunung kembar milik Felli dan mulai menyes*p nya, dan memberikan tanda kepemilikan disana.


"Tris, lakukan!" ucap Felli yang sudah tak tahan lagi dengan permainan panas Tristan.


Tristan tersenyum puas kala mendapat lampu hijau dari Felli. "Tahan ya, ini memang sedikit sakit" ucap Tristan dan mulai menuntun juniornya untuk masuk kedalam rumah milik Felli.


"Awwshh.... " rintih Felli saat setengah junior Tristan sudah masuk kedalam rumahnya.


"Sakittttt... " ucap Felli saat junior Tristan sudah menerobos masuk kedalam rumahnya.


Cairan merah mengalir ke sela sela pangkal paha Felli. "Hiks.. hiks.. hiks... sakitt" rintih Felli sambil meremas kuat spei.


"Maaf sayang, aku tidak bermaksud meyakitimu" jawab Tristan dan mulai ******* bibir Felli, agar sang empunya merasa lebih rileks.


"Aww.. Tris, jangan gerak dulu" ucap Felli dengan menitikkan air matanya.


"Iya ini gak kok, kamu tahan ya. sakitnya cuma sebentar kok" ucap Tristan dan mencium kembali leher jenjang Felli.


"Kamu mana tau!" ucap Felli dengan bibir mengerucut tajam.


"Tau kok, aku aja sakit dijepit kamu" bisik Tristan membuat pipi Felli merona.


Setelah Felli merasa rileks, Tristan melancarkan kembali aksinya, dan malam ini adalah malam yang tak akan pernah ia lupakan.

__ADS_1


__ADS_2