Pangeran Tampan Pengubah Hidupku

Pangeran Tampan Pengubah Hidupku
Jepang


__ADS_3

Pagi harinya Felli dan Tristan sudah siap pergi honeymoon, Pesawat mereka memang berangkat pagi. Dan saat ini mereka sedang ada di bandara.


"Sayang hati hati ya disana. Kalau Tristan berani macem macem sama kamu, atau nyakitin kamu. Kamu lapor aja sama mama" ucap mama Novi pada Felli.


"Iya mah... " jawab Felli.


"Mana mungkin Tristan nyakitin Felli mah, Mama kira aku apaan?" sungut Tristan tak terima.


"Fell, jaga kesehatan. dan jangan telat makan" pesan sang Oma.


"Tris, jaga Felli baik baik" ujar papa Irwan.


"Pasti pah" jawab Tristan.


"Jangan lupa kalau pulang, bawa kabar gembira" sahut bi Ina.


"Yasudah kami berangkat mah, pah, Oma, bibi" pamit Tristan dan mencium satu persatu punggung tangan orang yang ada disana. Begituan dengan Felli.


"Hati hati kalian, dan kalau sudah sampai hubungi kami" ucap mama Novi yang diangguki Tristan dan Felli.


********


Sekitar kurang lebih tujuh jam, kini pesawat yang ditumpangi Felli dan Tristan sudah mendarat di Tokyo.


"Yank, bangun" ucap Tristan mencium pipi Felli. Namum istrinya itu tak sudah terlanjur betah dialam mimpinya.


"Sayang bangun, kita udah nyampe" ucap Tristan menepuk pelan pipi Felli. Namun yang dibangunkan tak juga kunjung bangun.


Akhirnya Tristan memutuskan untuk menggendong Felli keluar dari pesawat dan menuju taksi yang sudah ada disana. Sementara kopernya dibantu oleh supir taksi itu untuk membawakannya. Tristan membaringkan Felli di pahanya dan mengelus pelan rambut Felli.

__ADS_1


Tristan tersenyum melihat wajah Felli yang begitu cantik walaupun dalam keadaan tertidur. Tangannya terangkat untuk menyingkirkan rambut Felli yang sedikit menutupi wajahnya.


Cup.


Satu kecupan mendarat di kening Felli. Membuat sang empunya merasa terganggu, dan kemudian membuka matanya perlahan.


"Akhirnya bangun juga kamu yank" ucap. Tristan tersenyum.


"Kita lagi ada dimana Tris?" tanya Felli yang belum sepenuhnya sadar.


"Di Jepang" jawab Tristan singkat.


"Loh bukannya... "


"Kamu ketiduran tadi" potong Tristan.


"Kamu yang tidurnya keenakan, Aku udah bangunin tadi" jawab Tristan.


****


Dan disinilah mereka berada, disebuah hotel bintang lima yang ada di Jepang. Tristan langsung membaringkan tubuhnya, sementara Felli membereskan kopernya.


"Tris, mandi dulu sana" suruh Felli sambil sibuk merapihkan baju.


"Nanti yank, aku cape banget" ucap Tristan sambil merem.


"Yaudah deh, aku siapin air dulu ya" ucap Felli dan mulai menyiapkan air untuk mandi Tristan, karena di Jepang hari sudah menunjukkan pukul empat sore.


***

__ADS_1


Malam hatinya, Felli dan Tristan memilih menonton drama Jepang. ralat bukan mereka tapi cuma Felli yang fokus pada film. Sementara Tristan sibuk berkutat dengan laptopnya.


"Tris, kamu kerjain apaan sih? ini udah malem" ucap Felli pada Tristan yang sedari tadi hanya fokus pada laptopnya.


"Ini aku lagi ngecek keuangan di kantor, dan juga memeriksa keaktifan karyawan bulan ini" jawab Tristan dengan mata yang masih fokus dengan laptopnya.


"Hooaammm... Tris, aku tidur duluan ya" ucap Felli beranjak dari tempat duduknya.


"Yaudah kamu tidur aja kalau udah ngantuk" ucap Tristan.


Felli pun menuju ke ranjang dan mulai mengatur posisi. Dan tak butuh waktu lama ia mejuju alam mimpi.


Sekitar pukul 12 malam, Tristan baru saja selesai dengan pekerjaannya. Ia segera menutup laptopnya dan menyusul Felli keatas tempat tidur.


Cup.


Tristan memberikan kecupan manis di kening Felli.


"Tris, kamu udah selesai" ucap Felli dengan suara seraknya sambil mata yang masih tertutup.


"Loh kamu belum tidur?" tanya Tristan.


"Udah tadi, tapi bangun lagi" jawab Felli mulai membuka mata.


"Yank, kayanya malam adalah waktu yang cocok. deh" ucap Tristan tersenyum penuh arti.


"Cocok apaan?" tanya Felli.


"Bikin TF junior" bisik Tristan tepat di telinga Felli.

__ADS_1


__ADS_2