
Setelah menyelesaikan kegiatan panasnya, kini Felli turun untuk mengambil sarapan untuk Tristan.
"Sayang, Tristan mana?" tanya mama Novi, semua anggota keluarga sedang sarapan pagi bersama.
"Tristan dikamar mah, dia demam. Makanya aku mau bawain sarapan buat dia" jawab Felli.
"Ya Allah Tristan demam, kamu udah telpon dokter?" tanya mama Novi panik.
"Maaf mah, Felli tadi pengen nelpon tapi Tristan ngelarang, dia bahkan ngambil HP Felli" lirih Felli tak enak dengan mama Novi.
"Kebiasaan tuh anak, sok sokan kuat hedeuhh" mama Novi memijit pelipisnya yang mendadak pusing.
"Tumben amat bang Tristan demam" sahut Denis.
"Mungkin kecapean, tadi malam dia lembur" ucap papa Irwan.
"Hah! lembur?" tanya mama Novi, yang hanya dijawab anggukan kepala oleh papa Irwan.
"Astaga pantesan ck... " decak mama Novi.
"Sayang, kamu sarapan aja dulu ya. Nanti biar bibi bawain sarapan buat Tristan ke atas" suruh mama Novi.
"Gapapa mah, biar Felli sendiri aja" jawab Felli kekeuh.
"Yasudah, tapi jangan lupa makan ya. Inget ada cucu mama didalam perut kamu" ingat mama Novi.
"Iya mah.. "
"Lo gak kuliah Fell?" tanya Flora.
__ADS_1
"Kayanya enggak deh Ra, masa gue ninggalin Tristan sendiri" jawab Felli.
**
Ceklek.
Felli membuka pintu kamar sambil membawa nampan berisi sup ayam dan teh hangat.
"Nih, kamu sarapan dulu" ucap Felli meletakkan nampan diatas nakas.
"Suapin" ucap Tristan manja. Membuat Felli tersenyum dan dengan senang hati ia menyuapi Tristan.
"Kamu udah sarapan?" tanya Tristan.
"Belum"
"Kenapa gak sarapan hem?" tanya Tristan lembut.
"Enggak! kamu sarapan sekarang. Aku gak mau kamu dan anak kita sakit" ucap Tristan tegas.
"Iya nanti" jawab Felli.
"Gak ada nanti nanti!" ucap Tristan mengambil alih mangkuk ditangan Felli dan menyuapi Felli makan.
"Aaa buka mulut" perintah Tristan.
"Itukan punya kamu, biar aku ambil sendiri aja" ucap Felli hendak beranjak. Namun dengan cepat Tristan mencekal tangannya.
"Udah aa buka mulut" perintah Tristan tak bisa dibantah. Dan Felli hanya pasrah membuka mulutnya.
__ADS_1
"Kamu harus makan juga dong, biar cepat sembuh" ucap Felli.
"Kamu lebih penting dari kesehatan aku sayang" ucap Tristan.
"Tapi kamu lagi sakit, gimana kalau tambah parah? Nanti aku dianggap istri tidak becus mengurus suami" ucap Felli cemberut.
"Siapa yang bilang gitu?" tanya Tristan.
"Gak ada" jawab Felli. Membuat Tristan langsung mencubit gemas hidung Felli.
"Tristan ihhh" kesal Felli memayunkan bibirnya. Sementara Tristan hanya terkekeh.
"Yaudah aa" ucap Tristan menyodorkan nasi kedalam mulut Felli. Dan lagi lagi Felli menerimanya.
"Tris, kamu mau anak kita laki laki atau perempuan?" tanya Felli mengusap perutnya.
"Laki laki" jawab Tristan.
"Jadi kalau dia perempuan kamu gak nerimanya? kamu gak mau nganggep dia anak?" tanya Felli berkaca kaca.
"Eh.. bukan gitu sayang, aku-"
"Tris, anak itu anugrah dari Allah, masa kamu mau nolak dia. Hiks... hiks.. hiks... kamu jahat banget sih" ucap Felli mulai menangis.
"Salah lagi" keluh Tristan dalam hati
"Sayang hey, aku bakal nerima apapun jenis kelamin anak kita, aku gak peduli dia laki laki atau perempuan. Aku cuma berharap dia laki laki. supaya nanti bisa jagain kamu dan adik adiknya nanti. Tapi jika dia perempuan aku bakal nerimanya, dan aku berharap dia akan jadi perempuan sehebat kamu" ucap Tristan sambil menangkup kedua pipi Felli.
"Bener kamu bakal nerimanya? kamu gak benci sama dia?" tanya Felli.
__ADS_1
"Pertanyaan macam apa itu! tentu saja tidak sayang. Dia adalah darah daging ku. Jadi tidak ada alasan untuk aku membencinya" jawab Tristan. Membuat Felli tersenyum.
"Udah gak usah nangis, makan lagi aa" ucap Tristan mulai menyodorkan nasi untuk Felli. Sampai tak sadar Felli lah yang menghabiskan sarapan yang seharusnya untuk Tristan.