
Setelah cukup lama berbincang dirumah Oma, akhirnya Felli dan Tristan pulang.
"Sayang udah pulang?" sambut mama Novi dengan senyumnya. Sedangkan Felli hanya mengangangguk sebagai jawaban.
"Yaudah sekarang mandi terus istirahat" perintah mama Novi yang sangat perhatian.
"Iya mah.. "
"Ayok sayang" ajak Tristan dan berjalan menuju kamar bersama Felli.
**
Setelah Felli dan Tristan selesai membersihkan diri, kini waktunya mereka istirahat, karena mereka sudah makan malam dirumah Oma tadi.
"Tris... " panggil Felli pelan.
"Hmm... " jawab Tristan hanya berdehem sambil memeluk Felli.
"Aku kangen mama" lirih Felli. Membuat Tristan membuka matanya dan menatap istrinya.
"Coba aja kalau mama ada, mungkin mama juga akan bahagia melihat aku sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Tapi mama gak ada disini" ucap Felli yang sudah berkaca kaca.
"Sayang hey, aku yakin mama juga akan seneng disana. Emm.. gimana kalau besok kita jenguk mama?" tawar Tristan membuat Felli mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
"Kamu mau?" tanya Felli. Membuat Tristan mengangguk.
"Oke, jadi besok kita jenguk mama ya" ucap Tristan sambil menyelipkan anak rambut Felli.
"Mah, bolehkah aku berharap akan bertemu mama walau dalam mimpi? Bolehkah aku berharap bisa memeluk mama?" batin Felli yang tak terasa sudah meneteskan buliran bening dipeluk matanya.
"Sayang kamu nangis?" ucap Tristan khawatir dan langsung menghapus air mata Felli.
"Nggak papa kok, aku cuma sedih aja" ucap Felli berusaha tersenyum.
"Udah jangan nangis, mama pasti sedih kalau liat kamu nangis" hibur Tristan sambil kembali memeluk Felli.
*****
"Assalamu'alaikum mama" ucap Felli ketika sampai didepan makan mamanya.
Felli berjongkok dan mengusap usap kepala makam mamanya "Mah, mama apa kabar disana? semoga mama baik baik aja. Felli kesini ingin memberitahu mama bahwa sebentar lagi Felli akan menjadi mama kaya mama. Sebentar lagi Felli akan merasakan bagaimana sakitnya melahirkan seperti mama yang melahirkan Felli dulu. Mah, walaupun mama gak ada disini, tapi mama tetap akan terus ada dihati Felli sampai kapanpun gak akan hilang" ucap Felli dengan sendu. Dan tak terasa setetes air mata keluar tanpa permisi.
Tristan yang melihat itupun tak kalah sedih, ia berusaha menahan air matanya. jujur saja melihat Felli menangis adalah salah satu kelemahannya. Tristan berjongkok dan mengelus makam ibu mertuanya "Mah Tristan emang gak pernah ketemu mama, tapi Tristan yakin mama orang yang baik. Makasih ya mah, sudah melahirkan anak sebaik Felli, makasih sudah memberikan Tristan teman hidup didunia ini. Semoga kita semua dipertemukan disyurga nanti" ucap Tristan menatap sendu makam mertuanya.
Felli yang mendengar Tristan mengucapkan itu tak kuasa lagi membendung air matanya. Kata kata Tristan tadi sangat membuatnya terharu.
"Sayang jangan nangis dong, katanya mau ketemu mama, kalau kamu nangis mama pasti sedih" ucap Tristan menghapus lembut air mata Felli.
__ADS_1
"Aku nangis karena terharu sama kata kata kamu Tris" ucap Felli.
"Sejak kapan kamu pandai merangkai kata kata?" lanjut Felli terkekeh.
"Sejak ketemu kamu" jawab Tristan asal.
***
Setelah puas menumpahkan segala unek-uneknya, Felli berangkat ke kampus dengan diantar Tristan. Kebetulan hari ini Felli ada jadwal siang.
"Sayang inget ya, jangan lari lari, jangan kecapean, jangan makan sembarangan dan..... "
"Jangan dekat dengan laki-laki" potong Felli dengan cepat.
"Pinter" ucap Tristan tersenyum sembari mengelus pucuk kepala Felli.
"Inget kamu jangan datang ke kampus lagi" peringat Felli.
"Memangnya kenapa?" tanya Tristan.
"Tris, aku malu. Kamu gak liat banyak yang liatin kita?" jawab Felli.
"Nggak papa orang-orang disana juga udah tau kalau aku suami kamu" ucap Tristan santai.
__ADS_1