
...~•~...
...~•~ ...
Apa iya aku udah mulai suka sama dia ya? Ih tapi ngapain juga tadi harus ngingetin dia buat minum obat? Kurang kerjaan banget.
"Apa benar tebakan saya Bu?" Joana kembai menyedot perhatian Yeri.
Yeri membuang pandangannya dan kemudian mengenakan kacamata hitamnya. "Kamu salah, itu semua murni hanya sisi kemanusiaanku saja yang bergerak, bukan hatiku." Jawabnya mengelak.
Reaksi anda yang seperti itu justru semakin membuat saya yakin jika anda mulai memberi celah padanya. Anda mulai memperhatikan dan suka padanya.
Joana tetap fokus mengemudi hingga mereka sampai di kantor.
"Bu, selamat pagi!" Sapa manager pemasaran yang jua seorang wanita pada Yeri yang baru saja duduk di kursi kebesarannya.
"Pagi!" Jawabnya tanpa membuka kaca matanya.
"Hari ini akan ada tamu dari pemasok bahan baku produk terbaru kita Bu, dan mereka ingin melihat lihat proses pembuatan, karena mereka juga berniat bergabung menjadi penanam saham."
"Em..., saya sudah tau itu. Kemarin saya juga sudah mendapatkan email dari mereka."
"Dan Bu, mereka sudah memberikan kisi kisi untuk produk yang akan kita luncurkan nanti mereka ingin kita memakai jasa iklan milik suami Ibu. Bagaimana?" si Manager pemasaran meminta pendapat Yeri.
"Begitu ya? kamu sudah menanyakan apa sebab mereka memilih perusahaan periklanan Alba grup?"
"Sudah Bu, memang secara pemasaran dan pendekatan juga kualitas gambar dan tekniknya memang lebih menarik milik Alba Group daripada Wiguna Group. Itu adalah hasil pengamatan saya selama ini." Jawab manager pemasaran. Yeri terdiam dan menautkan jari jemarinya seolah sedang berfikir keras.
"Apa kamu sudah melihat kualitas gambar terbaru milik Wiguna group? Mereka sekarang memakai editor dan juga komposer musik serta beberapa staf ahli dari Korea Selatan. Kamu tahu kan Kore Selatan sekarang sedang menduduki peringkat ke 2 di asia setelah Hongkong uuntuk broadcasting?" Yeri kembali membandingkan.
"Iya tapi Alba Group juga mengerjakan staf dari USA Bu, perbandingannya sangat jauh antara barat dan timur."
"Investor lebih menyukai presentasi yang Alba Group berikan daripada Wiguna group. Bagaimana? Saya tinggal menunggu tantangan ibu saja maka semuanya langsung proses."
"Saya melihat peluang lebih besar pada wiguna Group. Produk kita ini menyasar anak anak muda. dan kamu tahu jug seperti apa korean wave itu? jadi saya tetap memilih Wiguna group untuk iklan produk kita selanjutnya."
__ADS_1
"Tapi kemauan investor kita?" Manager pemasaran mulai panik. Dia mulai pusing memikirkan cara untuk menyampaikan sesuatu tanpa menyinggung klien.
"Kamu atur saja. Pintar pintarnya kamu dan tim mu mengurus mereka. Investor tetap harus masuk dalam perusahaan kita." Final Yeri memberikan keputusan.
Manager pemasaran keluar dari ruangan Yeri dengan menunduk kelu.
"Bagaimana?" Tanya para rekan sejawat manager pemasaran dan juga beberapa staf lainya.
Manager pemasaran menggeleng dan memberikan tatapan kosong. "Tidak ada hasil dan tidak ada perubahan. Iklan selanjutnya tetap memakai jasa Wiguna group."
"Kok bisa? padahal suaminya sendiri punya perusahaan yang bergerak di jasa periklanan. Tapi kenapa ibu Yeri malah memilih perusahaan lain?" Desis salah satu staf karyawan,
"Bisa! because business is business." Kata Joana yang menyambar sambil membawakan americano untuk Yeri.
Joana mengetuk pintu dan Yeri mempersilahkannya masuk.
"Masuk!" serunya.
Yeri mengulurkan tangannya untuk meminta kopi sedangkan matanya tetap fokus pada tablet.
"Bu, hari ini anda tidak ada jadwal selain memeriksa bahan baku dan juga menemui investor baru. Apa anda ingin pulang setelahnya atau..?"
"baik Bu." Jawab Joana tanpa banyak bertanya.
Masih dengan kesibukanya tiba tiba ada laporan dari satpam tentang seseorang yang membuat kegaduhan datang dan membuat keributan di lobby.
"Jo, periksa siapa yang membuat keributan itu." Yeri memberikn perintahnya dan segera di jalankan oleh Joana.
Di Lobby perusahaan tepat di depan meja resepsionis, Altez datang membuat keributan.
"Pak, anda tidak boleh masuk jika tidak membuat janji terlebih dahulu."
"Membuat janji?" Altez menaikkan suaranya. Dia geram lantaran berhadapan dengan satpam yang selalu melarangnya untuk masuk dan menemui istrinya ini.
Altez berkacak pinggang dan menunjuk si satpam. " Eh! aku ini sami dari Bos besarmu. Jadi kenapa harus membuat janji?"
"Tapi Pk, ini adalah tanggung jawab dan pekerjaan saya di sini saya harus memastikan lingkungan disini aman." Jawab Udin.
__ADS_1
"Apa saya ini terlihat membahayakan bagi keselamatan istri saya?"
Sat mereka tengah berselisih paham, Bisma datang dan langsung nyelonong masuk.
"Pagi pak Bisma!" Sapa si satpam dengan setengah membungkukkan badannya memberi hormat.
Tatapan mata Bisma tertuju pada Altez yang tertahan di depan pintu masuk. Kilatan permusuhan menghiasi dua manik mereka yang saling berseteru dalam diam. Bisma seolah mengejek lantaran ia bisa masuk dengan mudahnya sementara Altez harus tertahan.
Kenapa karyawan istriku sangat hapal dengan Bisma? sementara aku di perlakukan seperti ini?
"saya suaminya Bu Yeri!" Kata Altez meninggikan suaranya.
"Mana buktinya?" Todong udin.
Bukan foto pernikahan, Altez justru memutar suatu akun gosip dan menunjukkan video diaman Nella datang membawa wartawan dan Yeri dengan terang terangan membelanya kala itu.
"Lihat, percaya sekarang?"
"Pak, silahkan masuk Ibu sudah menunggu anda." Kata Joana dengan wajah seriusnya dan menatap tajam Si satpam.
"Awas kamu!" Hardiknya kesal sebelum pergi.
"Maaf Pak, Maaf.... saya hanya menjalankan tugas." Si satpam benar benar menyesal karena telah melakukan kebodohan.
Di dalam rungan Yeri sudah ada Bisma yang duduk santai sementara Yeri tengah mengadakan rapat terkait rencana pembuatan iklan. Ia meminta agar Bisma menunggunya.
Altez masuk dengan kawalan Joana. Berkali kali Joana menhan tawanya saat melihat kaki Altez yang hanya mengenakan sepatu sebelah.
"Kenapa ketawa?" Ketus Altez saat melirik Joana yang tertawa di belakangnya sampai memegangi perutnya.
Joana terdiam tak berani menjawab ataupun menatapnya. Mereka berada di lift dan Joana bisa dengan mudah melihat penampilan suami Bosnya dari belakang.
"Jangan ketawa! pertama kali aku datang kesini sudah bertengkar dengan satpam busuk itu karena aku mengenakan sandal dan piyama. Dan sekarang kami kembali bertengkar. Apa semua yang datang kesini di haruskan berpenampilan wah?"
"Maaf Pak, tidak." Jawab Joana yang kali ini berani.
Altez mendengus kesal sebelum berbicara. "Mengapa satpam itu sampai tidak tahu siapa aku? Apa Bos mu belum mengumumkan status pernikahannya denganku?"
__ADS_1
"Siap Pak, belum." Jawab Joana.
"Apa belum? Bisa bisanya dia merahasiakan statusnya pada karyawannya. Buat apa? Biar dikira masih gadis begitu? Biara bisa menggoda anak magang?" Altez terbawa emosi. ia sungguh kesal ketika tau suatu fakta bahwa satpam mengusirnya memang karena istrinya yang masih merahasiakan status pernikahan mereka.