Pedang Buta

Pedang Buta
vikt0r sang putra mahkota kerajaan sidrap


__ADS_3

Yeremia terus menjelaskan apa yang perlu diketahui tentang kelompok dari Aether, beberapa hal penting tentu ia juga berikan kepada sang pangeran.


“Orang buta yang memiliki kemampuan tempur yang Gila, orang yang memiliki grimoire yang dapat meniru semua jenis Sihir,  mantan pahlawan dari Sidenreng yang dikabarkan telah mati, dan satu lagi orang yang berasal dari Clan yang dikabarkan telah punah, bagaimana kelompok seperti ini dapat terbentuk secara tiba-tiba.”


 Ini benar-benar membuat viktor Syok, ia telah mendengar beberapa pencapaian dari Kelompok Aether bahkan ia telah melihat kemampuan mereka bertarung, tapi ia tidak menyangka Kalau asal usul mereka bisa seperti ini.


Hanya identitas dari Diablo yang tidak terlalu jelas mereka hanya mengetahui Kalau Aether membeli Diablo dari sebuah penjual budak, namun info dari sang penjual budak mereka hanya mendapati kalau  asal usul dari Diablo  tidak lebih dari anak gelandangan yang berhasil mereka culik.


Banyak orang yang tidak percaya akan hal tersebut, namun seberapa dalam pun mereka mencari mereka tidak menemukan asal usul dari Diablo.


 Saat ini mereka telah bergabung dalam masyarakat, ia tentunya tidak ingin menarik terlalu banyak perhatian, karena itu sendiri dapat mendatangkan bahaya kepada sang pangeran sendiri.


Walaupun Viktor sendiri merasa ini terlalu berlebihan karena Menurutnya di kerjaannya sendiri saja yang jelas jelas banyak sekali orang yang ingin membunuhnya tapi tidak pernah ada yang berhasil,  jadi ia beranggapan kalau Di tempat ini tidak akan yang akan dapat membahayakannya.


Kepala Viktor terasa mulai Pusing mungkin terlalu banyak mendapatkan informasi setelah masuk dalam area kerajaan Gowa, sehingga membuat mereka mengambil keputusan untuk mampir untuk beristirahat sambil memakan beberapa makanan untuk mengisi perut.


“Kalau saranku sebaiknya kalian mencari tempat lain,” ucap Yami yang telah muncul di samping Yeremia sambil menunjuk nama Papan dari Kedai sekaligus penginapan tersebut.


Itu adalah tempat dimana Biasanya Aether tinggal,  Walaupun Aether saat ini masih di kompirmasi masih berada di Gereja dewa perang, Jika memang ada tempat Aether untuk Tidur maka kemungkinan terbesar ini adalah tempat terbesar yang akan dia tuju.


Karena terlalu banyak menjelaskan hingga Yere tidak memperhatikan kalau kedai tersebut memang tempat Aether sering terlihat.


Yere tidak membantah ucapan dari Yami, Ia langsung mengarahkan rombongan untuk mencari tempat Lain, “Tidak perlu buru-buru, masih ada beberapa tempat yang Kosong di dalam sana,” semua orang yang  disana mendengar hal tersebut segera bersiaga.


Pasalnya mereka sangat mengenali suara tersebut,  itu tidak lain adalah suara Aether, Namun saat mereka berbalik, mereka cukup emosi pasalnya orang tersebut  tidak lain adalah diablo yang baru saja merubah suaranya dengan sebuah sihir agar menyerupai suara aether.


“Sangat disayangkan Bosku adalah orang buta, Jika ia melihat ekspresi kalian ia Mungkin bisa sedikit tertawa,” ucapnya dengan sedikit tersenyum.

__ADS_1


“Tolong berikan aku muka, dengan tidak membuat kekacauan sebelum mereka bertemu sang Raja.”


Yami langsung berusaha mengambil alih pembicaraan dan ia tidak ingin diablo memulai perkelahian dengan Kelompok dari sidenreng.


“tugasku hanya untuk mendapatkan informasi, karena sudah mendapatkannya aku akan segera pergi,” balas Diablo.


Perintah dari Aether hanya menyuruhnya untuk mencari tahu lokasi dan beberapa kepentingan mereka disini, dan beberapa informasi tersebut telah didapatkan  setelah mengikuti mereka selama beberapa waktu.


Dari tadi diablo telah mendengar berbagai pembicaraan mereka, sehingga cukup muda untuk mendapatkan informasi tersebut.


“Dan untuk yang terakhir, sebelum pergi jangan lupa untuk bertemu dengan tuanku, ia menitipkan salam Katanya ia cukup tertarik untuk bertemu dengan sang pangeran mahkota dari kerajaan sidenreng Rappang,” lanjut diablo.


Saat diablo ingin pergi, ia tiba tiba berhenti Karena mendengar Suara dari sang pangeran, “Aku adalah putra Mahkota dari kerajaan sidenreng rappang, jika memang tuanmu itu ingin bertemu denganku suruh ia datang sendiri, Karena ia saat ini masih belum layak untuk aku mendatangi secara pribadi,”


Viktor dari cerita dari Yere sudah sangat paham dengan kelompok ini, tapi baginya itu sama sekali tidak berarti, ia sebagai putra mahkta tentu memiliki kebangaanya sendiri, dan kebangaan terebut sama sekali tidak tersentu.


“Aku Juga harus mengatakan sepertinya penerus dari kerajaan sidenreng memang punya Cukup nyali,” Yami yang ada disana tentu tidak tahan untuk sedikit berkomentar.


“walaupun mereka kuat, aku sama sekali tidak takut kepada mereka.”


Walaupun mendapatkan cerama seperti itu, Viktor sama sekali tidak menyesali apa yang telah ia katakan, karena memang ia sama sekali tidak takut.


“He, walaupun aku ragu mereka tidak memiliki cara untuk membunuhmu, tapi aku masih yakin Kalau mereka bisa saja membunuh adikmu, kapanpun mereka mau,” balas Yami setelah itu ia sama sekali tidak menunggu balasan dari victor, ia  lebih memilih ikut meninggalkan tempat itu.


setelah mendapatkan konfirmasi dari Diablo IA sudah merasa tidak perlu lagi memberikan pengawalan terhadap mereka..


“bukankah raja Gowa sudah memberikan perlindungan, jadi semua yang dikatakan orang tadi tidak benar bukan.”

__ADS_1


Selama ini viktor hanya beranggapan Kalau anastasi masih akan terus aman karena berada dalam perlindungan Hasanuddin, Jadi Ia sama sekali tidak Khawatir Jika Kelompok Aether akan membunuh adiknya.


Semua itu didasari setelah melihat Kelompok Aether hanya berani melukai anastasia walaupun saat itu ia memiliki kesempatan untuk membunuh anastasia.


“Maaf tuan, tapi sebenarnya kerajaan Gowa sama sekali tidak memberikan perlindungan kepada tuan putri,”  Yeremia terus memberikan penjelasan tentang apa yang dilalui anastasia selama berada di tempat ini.


Perkataan dari Yeremia membuat Viktor terkejut pasalnya saat melihat kerajaan Gowa memenangkan kejuaraan antara kerajaan dan melihat Anastasi memiliki beberapa teman di kerjaan ini membuatnya berpikir di tempat ini adiknya mendapatkan tempat yang lebih baik.


Ia tidak menyangka Kalau ia berada disini sangat tertekan oleh seseorang yang berasal dari masalah Kerajaan di masa lalu.


“Jadi kau mengatakan kalau sebenarnya kita bahkan tidak memiliki peluang Untuk mendapatkan dukungan dari kerajaan Gowa!”


“Jujur saja, Raja Gowa sudah ingin bertemu dengan anda mungkin hanya karena merasa tidak enak dengan ayah anda dahulu, sedangkan untuk peluan untuk mendapatkan bantuannya itu tidak lebih dari 10%,”


Yeremia mulai Jujur dengan apa yang dia pikirkan, Ia tentunya Tahu alasan dari Victor menuju kerajaan Gowa untuk berusaha mendapatkan Bantuan, karena memang posisinya saat ini sudah sangat lemah.


“Kalau begitu mari kita gunakan kelompok itu......”


“Aku tahu apa yang anda pikirkan, terakhir kali aku melakukan nya, setengah dari orang kita mati, dan Adik anda harus berada dalam keadaan terluka parah karena harus berhadapan dengan mereka.


Bahkan sebelum Viktor menyelesaikan perkataan Yeremia sudah terlebih dahulu mengingatkan kepada Victor untuk melupakan gagasan untuk memanfaatkan kelompok dari aether.


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2