Pedang Buta

Pedang Buta
sembuh


__ADS_3

Semua orang yang mendengar pidato dari Aether bergetar, mereka merasa semua yang ada dalam diri mereka bergejolak,  namun belum ada satupun dari mereka yang mengatakan mundur ataupun maju dalam medan perang kali ini.


“Aku masih mudah belum memiliki pacar, tapi saat ini aku memiliki kebanggan untuk terus bertempur melawan Para Goblin, yang nantinya aku hidup aku bisa berbagga kepada anak cucuku,” teriak seseorang yang mengatang niatnya.


“Apa yang salah, kami sudah sampai disini, jika harus memilih mati,  maka aku akan memilih mati secara terhormat.”


“Benar, keluargaku telah di bunuh oleh para goblin sialana itu, Maka Jika aku tidak menunjukkan pembalasan yang berarti, bahkan jika aku sampai di Surga aku tidak akan berani untuk menyatakan mukaku,”


Satu persatu dari mereka menunjukkan tekad kalau mereka tidak akan lari dalam perang bersama dengan Aether, Aether adalah orang yang sangat mereka kagumi, dalam beberapa pertempuran yang telah mereka lewati  terkadang mereka akan diselamatkan oleh Aether.


Sehingga Saat Aether mengajaknya dalam medan pertempuran yang berkemungkinan untuk mati, maka Mereka merasa malu untuk menolaknya.


“AKU AETHER ADALAH ORANG YANG SERING MENYENDIRI DAN JARANG MEMILIKI TEMAN DALAM PERJALAN INI, TAPI SEKARANG AKU ADALAH TEMAN KALIAN DAN TENTU AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN MATI SEBELUM MEREKA MEMBUNUHKU!!” teriak Aether.


Teriakan Aether disertai teriakan mereka semua yang ada disana, yang pada akhirnya tidak ada satupun orang yang adalah kelompok Aether yang kabur dalam misi tersebut.


Setelah itu persiapan segera Aether dan pasukannya lakukan, sedangkan luks sebagai jendral hanya bisa mengagumi Aether karena bisa membuat semua prajurit yang ada di sana sangat loyal dan sangat tangguh seperti itu.


Jika Aether sedang fokus dalam persiapan perangnya, Mia dan diablo Kini kedatangan tamu penting.


“Kau yakin tidak ingin mengubah organisasi milikmu yang awalnya merupakan organisasi rahasia menjadi organisasi amal,” ejek Mia.


“Aku juga memikirkan hal yang sama,”Balas Diablo santai.


“Tapi aku juga tidak mau mendengar kritik dari orang yang bahkan tidak bisa membungkam mantan temannya,” balas diablo mengejek Mia.


Pembicaraan ini terjadi karena baru saja mereka mendapatkan masing masing satu tamu, Diablo dengan kenshi, dan Mia dari Anto.

__ADS_1


Walaupun pada dasarnya mereka berdua datang ketempat ini hanya untuk bertemu dengan diablo, untuk mendapatkan beberapa informasi tentang situasi di kerajaan pinrang saat ini.


“Bukan kah  informasi tentang masalah itu dapat  dengan mudah kalian dapatkan di luar sana?”


“Tentu kami datang tidak untuk informasi yang ada diluar sana,” ucap Kenshi.


Mereka ingin informasi seperti terakhir kali mereka dapatkan dari diablo, informasi tersebut sangat berguna untuk membuat sebuah rencana, informasi dari Diablo adalah informasi yang sangat terinci karena di dalam sana terdapat beberapa informasi tentang kebiasan orc dan bagaimana mereka bertarung hingga saat itu mereka dapat membuat rencana untuk mengatasinya.


“Maaf tapi kali ini tidak gratis!”


Diablo mengerti akan hal itu, tapi sekarang berbeda karena saat ini ia juga bergerak untuk mengalahkan para goblin sehingga informasi yang beredar harus dijaga dengan baik, mereka berdua paham akan Hal itu sehingga ia segera mengeluarkan beberapa kantong uang  dan memberikannya kepada diablo.


“Senang dapat menjalankan bisnis dengan baik,” ucap Diablo yang juga melemparkan beberapa gulungan yang berisi informasi yang mereka inginkan.


“sedikit tambahan, aku tidak tahu info ini baik atau buruk untuk kalian, tapi aku hanya ingin mengatakan kalau Bos kami telah bergerak melawan para goblin itu, yang tidak menutup kemungkinan kalau Kami Juga akan bergerak dalam waktu dekat,”  lanjut diablo kepada mereka yang sudah bersiap untuk pergi.


“Jadi?” ucap Kenshi.


Ia tidak tahu apakah ada maksud dari perkataan itu, tapi Ia cukup terkejut mendengar kalau Aether dan kelompoknya akhirnya bergerak.


“Tidak ada alasan khusus, kami mendapat permintaan dari putri dari kerajaan pinrang, untuk mendapatkan mahkota kerajaan pinrang, alasan aku mengatakan ini hanya untuk pengingat jangan melakukan sesuatu yang bodoh seperti terakhir kali  kau lakukan, karena mungkin kau juga bisa tertikam dari belakang jika gegabah,” ucap Diablo santai.


“Tenang saja, aku mengerti apa yang akan ku lakukan,” balas Kenshi sebelum pergi dari tempat baron.


“Dan KAU!!” ucap Diablo yang melihat kalau anto masih berada disana.


“Awalnya aku hanya ingin menenmani orang itu, tapi melihat Mia yang ada di sini, aku ingin bertanya tentang siapa orang yang mencelakaimu, di dalam dungeon saat itu?” tanya Anto.

__ADS_1


Perkataan Mia terakhir kali mereka bertemu membuat Anto berpikir dalam waktu yang lama, dan menemukan kesimpulan kalau ada beberapa hal yang ganjil pada saat itu.


“Apa itu penting,  semua yang terjadi itu adalah masa lalu, dan aku tidak berniat mengungkit hal itu lagi, apalagi saat ini kerajaan sidenreng telah menganggap aku musuh, jadi diamlah dan lakukan saja yang kau bisa sebagai PAHLAWAN!” ucap Mia sebelum pergi meninggalkan ruangan itu.


“Aku hanya ingin memperbaiki hubungan ini, apa itu tidak bisa?” Ucap Anto yang berusaha menahan Mia yang berusaha meninggalkan ruangan.


Tindakan ini membuatnya tidak sadar kalau saat ini Diablo telah mempersiapkan sihirnya, “aku telah membuang terlalu banyak waktu, Dan jika kau ingin memperbaiki semua ini maka itu sudah terlambat,” ucap Mia yang memberikan satu tendangan kepada anto.


Tendangan tersebut tidak terlalu keras, itu tidak lebih seperti sebuah dorongan, yang membuat anto terdorong masuk dalam gerbang teleportasi yang siapkan oleh Diablo.


Mia memberikan satu buah jempol aksi dari diablo, Sedangkan diablo hanya tersenyum melihat tendangan Mia tadi.


“Meladeni mereka terlalu memakan banyak waktu, aku sudah tidak sabar mengetahui apakah lengan ini memang benar bisa disembuhkan.”


Mia mengungkap niatnya yang sedang terburu untuk mengetahui apakah lengannya memang bisa disembuhkan oleh Nomos Atau tidak.


Diablo Tidak membalas perkataan dari Mia, ia lebih memilih membuka gerbang teleportasi lain yang mengarah ke arah ke tempat Gereja dewa perang berada, sebenarnya mereka dapat melakukan ini dengan berjalan jalan, tapi Karena waktu mereka sudah banyak terbuang dengan kedatangan dari Kenshi dan anto.


Membuat Diablo menyingkat waktu perjalan mereka dengan melakukan teleportasi seperti ini, apalagi melihat Mia yang sedang bersemangat ia merasa tidak enak untuk merusak semangat tersebut.


Diablo sudah berulang kali datang ke tempat ini semua suster yang ada disana sudah mengenal diablo dengan cukup baik, bahkan para paladin sebutan untuk para prajurit mereka sangat mengenal baik diablo.


Bahkan beberapa dari mereka menjadi teman latihan Diablo dalam mempelajari kemampuan ber tombaknya.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2