Pedang Buta

Pedang Buta
cita cita leluhur


__ADS_3

Besoknya mereka tidak langsung berangkat, mereka akan menyusup ke daerah musuh, jadinya mereka tentu tidak  bisa  masuk sembarangan.


Hasanuddin sudah mendengar apa yang ingin Aether lalukukan, jadinya ia menawarkan bantuan, dengan memberikan beberapa buah tanda pengenal, untuk setidaknya bisa berkeliaran di kerajaan Bone nantinya.


Area itu mungkin di kerjaan Manusia adalah daerah kekuasaan kerajaan Bone Namun sebenarnya itu Area itu  tidak menjadi  wilayah kerajaan tersebut, sehingga apapun yang terjadi disana tidak ada sangkut pautnya dengan kerajaan.


Info tersebut setidaknya lebih berarti karena mereka sekarang tidak perlu takut lagi jika nantinya mendapatkan serangan yang tidak terduga dari kerajaan Bone,  mereka  kesana untuk menyelesaikan masalah bukan membuat masalah.


Jadinya mereka perlu berhati-hati dalam bertindak, Karena Yami sudah pulang karena ada beberapa hal yang perlu diurus, maka Yami mendapatkan Tugas untuk membukakan jalan kepada Aether, karena ia sudah tahu lebih baik daerah yang ada di kerajaan Bone.


Diablo Juga mengingatkan Mia jika ada masalah IA hanya perlu mencari kenalannya, yang memang berdiam diri di kerjaan Bone, perjalan  kali ini hanya Aether dan Mia tentu Ditambah dengan  Lathi sebagai penunjuk Jalan di perjalan kali ini.


Sesuai dengan apa yang mereka inginkan Aether berangkat Pada Malam hari, mereka langsung diantar oleh Yami menuju hutan yang mereka cari, Sebelum mereka berpisah Yami terus mengingatkan mereka untuk berhati hati di dalam hutan ini karena Sering kali ditemukan Elf yang akan menyerang apalagi di malam Hari.


Tapi sepertinya Peringatan dari Yami itu tidak ada gunanya, Mereka mengira dengan Adanya Mia disana Seharusnya tidak akan ada masalah yang terjadi dengan kelompok Itu, tapi mereka Sepertinya salah besar.


Karena orang yang pertama yang menyenangkan untuk memancing para elf yang ada disini adalah Mia Sendiri, ia Sangat penasaran Bagaimana penampilan dari Para Elf di dunia ini Sehingga Ia sangat ingin bertemu dengan mereka.


“Tidakkah Kau mendengar peringatan dari Lathi dan Yami?, lagian seharusnya kau sudah melihat beberapa budak  elf yang ada di kerjaan bukan?”  balas Aether.


“Ayolah, kau kan kuat,  tidak kau penasaran untuk melawan para ELf yang ada di hutan ini,”


Kali ini Terlihat  Mia berusaha menghasut Aether, untuk melakukan sesuai dengan kemauannya, Ia merasa kalau Aether juga memiliki Rasa penasaran yang sama dengannya.kebanyakan dari Para budak yang ada di kerjaan Adalah para budak ****, walaupun ada Mia sama Sekali tidak berniat untuk melihat mereka.


“Sudahlah, Cari  beberapa makanan yang ada disekitar, Kita akan berkemah disini untuk sekarang, seharusnya Jika kita memang telah memasuki Area mereka Tidak lama Lagi mereka akan tiba disini,” ucap aether

__ADS_1


Tanpa diduga Mia telah membawa banyak bahan makanan, di dalam tas penyimpanannya,  disana terdapat beberapa daging yang sepertinya sudah siap untuk dimasak


“Aku benar benar merindukan masakan dagin bakar itu,” ucapnya menyerahkan beberapa daging bakar kepada Aether, ia mengingat Bagaimana  daging bakar dari Aether saat ia diselamatkan di dalam membuatnya  terasa sangat hidup.


Mereka pun pada saat itu akhirnya, menikmati waktu santainya  tapah takut diserang sedikit pun, karena walaupun sedang bersantai  kewaspadaan mereka juga tidak pernah lengah.


Hingga beberapa saat Aether merasakan kalau ada beberapa Sosok yang mendekat kerah mereka, ia cukup terkejut setelah mendengar jumlah sesosok yang mendekat ke arah mereka saat ini.


“Aku harap Kau cukup senang, bertemu dengan para Elf ini, karena sekali bertemu sepertinya kau bertemu dengan jumlah yang cukup banyak.”


Aether segera memperingatkan Mia untuk segera bersiap, karena saat ini mereka tidak bisa Lari, karena merasakan kalau saat ini Mereka saat ini telah dikepung.


Aether menyuruh mia Untuk bersiap karena ia bisa merasakan kalau mereka  tidak memiliki  niat baik sama sekali . kecepatan dari Penyerang ini sangat cepat sehingga mereka seera bentrok dengan Kaether Dan Mia.


“Ingat jangan membunuh mereka,” teriak Mia IA tidak ingin malah membuat perselisihan dengan para Elf Menjadi lebih runyam. Dan menurut hasanuddin untuk masuk ke dalam Dungeon yang mereka tuju mereka memerlukan Bantuan dari Para Elf yang ada disini.


“Urus saja para pemanah itu, untuk para pengguna pedang biarkan  aku yang mengurusnya.”


Aether membalas Setelah bertarung setelah beberapa saat akhirnya ia tahu kalau para  Elf ini sangat tidak ahli dalam Menggunakan senjata lainnya Selain Busur, Sehingga di kelompok ini Para pengguna Busur adalah yang paling merepotkan.


Banyak dari mereka adalah para pengguna pedang, namun Aether tidak tertarik untuk melawan karena merasa mereka tidak layak untuk menguji pedang barunya, Sehingga ia malah memancing mereka untuk berkumpul pada suatu tempat.


Setelah itu berhasil, ia Segera mengaktifkan sihir gravitasinya, untuk menekan mereka tidak bergerak banyak, sehingga pertarungan Aether dengan cepat selesai.


Karena mereka tidak berniat untuk membunuh Membuat Mia tidak menggunakan peluru yang berbahaya, walaupun para Elf yang ada di sini menggunakan sebuah panah yang telah dilapisi dengan sihir sehingga kecepatanya sudah  belipat jauh.

__ADS_1


Tapi Jika dibandingkan dengan senjata Mia maka itu sama sekali bukan tandingannya, sehingga satu persatu para pemanah di tumbangkan


“Masih tidak mau keluaR!!” teriak Aether, ia tahu kalau masih ada orang yang tidak keluar dari persembunyiannya.


Setelah beberapa saat akhirnya terlihat seorang lainnya muncul di balik kegelapan, Berbeda dengan Elf yang awal, terlihat Kalau elf yang satu ini adalah para Elf terlihat sangat Tenang.


“Tenang, Lepaskan mereka dan mari bicara,” ucapnya.


“Kalian yang menyerang kami , jadi kami harus menuruti ucapan,” Bantah Aether.


“Ayolah Jika Kalian tidak ingin Bicara, mana mungkin teman-temanku masih hidup Hingga saat ini,” Elf itu tahu, jika Mereka ingin Para pasukannya sudah banyak yang Mati tapi sekarang ia melihat kalau tidak ada satupun dari mereka yang mati, bahkan kebanyakan dari mereka sama sekali tidak terluka.


Karena rencananya yang Gagal pada akhirnya Aether Membiarkan Mia yang berbicara dengan elf tersebut, Lagi pula Mia adalah orang yang memiliki urusan dengan mereka sehingga Aether lebih eli untuk menjauh dan membiarkan mereka berdiskusi.


Untuk membuat pembicaraan mereka berjalan dengan Baik Mia menjelaskan kalau mereka adalah utusan dari gereja Perang yang bertugas untuk mencari pusaka yang hilang, dan Tentu IA tidak lupa minta Maaf jika harus melewati daerah mereka .


Dengan begitu pembicaraan mereka berjalan dengan baik, walaupun pada akhirnya Mia belum menjelaskan niat aslinya untuk belajar sihir kepada para Elf, karena ia merasa ada yang aneh dengan para elf yang mereka hadapi ini


Jadinya untuk semenatara ia Hanya bisa berfokus kepada Misi dari Aether, sambil menyelidiki apa yang sebenarnya membuat mereka terlihat aneh.


“Itu karena Mereka tidak memiliki Peri sepertiku ,” terdengar sebuah bisikan yang sepertinya Berasal dari Lathi.


Mia tidak mengerti apa yang dimaksud lathi, sehingga ia ingin bertanya lebih jauh namun sepertinya latihi masih menolak untuk menjelaskannya lebih banyak.


 

__ADS_1


 


__ADS_2