Pedang Buta

Pedang Buta
hades datang


__ADS_3

Rapat strategi segera digelar Aether sangat ngotot untuk segera menyusul mereka, bahkan ia telah mengirim salah satu anak  buahnya untuk mengecek keadaan.


Kali ini pertempuran di laksanakan di depan markas para Goblin,  Dengan Aether yang berada di depan sana, Ia sudah cukup Mengguyur pakaiannya dengan darah Goblin, Bahkan pakaian yang serba Hitam kini telah bercampur dengan darah para goblin.


Yang kini  mencolok dari dirinya hanya rambutnya Yang terlihat sangat mencolok dengan campuran Hitam dan putih itu.


Dengan bekas luka yang ada di mukanya membuat Aether  terlihat sangat menakutkan bagi para Goblin.


Sepanjang Jalan menuju kerajaan pinrang Aether telah menemukan beberapa sarang Goblin, Yang di dalamnya terdapat beberapa Orang yang tersandera dengan sangat menyedihkan, apalagi ia telah menyelamatkan beberapa desa, membuat Aether semakin jengkel dengan Para Gobin ini.


Aksi dari Para goblin membuat ia mengingat Apa yang terjadi di desanya,  sehingga semakin lama ia bertarung melawan para Goblin ini membuatnya semakin Jengkel.


Kembali Pasukan kedua belah pihak Telah saling bertemu,  Karena Aether memang telah melemparkan beberapa usulan lainnya membuatnya kini tidak tergabung bersama dengan pasukannya.


Ia mendapatkan tugas untuk memenggal kepala dari sang Raja Goblin itu sendiri, Namun sebelum mereka bertarung Aether terlebih dahulu mengeluarkan Sihir Room terbesarnya dan Menghentikan pergerakan para Goblin sebanyak yang dia bisa.


Sehingga di dalam kubu nya, mereka bisa lebih mudah dalam bertarung, aksi tersebut disadari sang raja Goblin, IA berusaha menghentikan Aksi dari Aether, ia segera berusaha menyerang Aether menggunakan kapaknya besarnya.


“Sudah datang, jangan berharap untuk pergi dengan mudah,” balas aether yang dengan mudah menahan serangan kapak tersebut menggunakan pedan besarnya.


“Kau sudah membunuh terlalu banyak saudaraku, aku akan membalaskan dendam mereka,” balas sang raja goblin.


Aether tidak berniat terlalu banyak bicara dengan para Monster ini, apalagi melihat sepertinya mereka cukup pintar untuk melemparkan beberapa omong kosong, membuat Aether lebih memilih untuk bertarung.


Tapi Goblin besar ini memiliki kekuatan yang sangat besar dan tidak mudah Untuk dikalahkan, apalagi Kapak yang dia miliki memiliki kekuatan untuk melemahkan kekuatan sihir milik lawan.


“Sepertinya belakangan ini aku bertemu dengan banyak orang yang memiliki kemampuan seperti ini, apa mungkin ada beberapa barang yang dijual di pasar sedangkan aku tidak mengetahuinya,” gimana Aether Dengan jengkel.


Bagaimana tidak saat ia berusaha membatasi pergerakan para Goblin ni dengan sihir gravitasinya, Ia mendapati setiap sihir gravitasi yang dia miliki akan  terus melemah.

__ADS_1


Tapi kemampuan dari Aether belakangan ini terus bertambah, sehingga pembatasan kemampuan sihirnya tidak berpengaruh banyak, ia masih terus memberikan luka kepada lawannya.


Dan secara perlahan ia terus menyudutkan Sang Goblin besar itu, merasa tertekan Goblin yang telah menjadi lawan dari Aether berusaha untuk Kabur


Dengan berlari menjauh dari Aether, melihat Itu Aether hanya tersenyum, “Berani memperlihatkan punggung mu kepadaku itu adalah sebuah kesalahan terbesar.”


Aether sama sekali tidak membiarkan kesempatan itu terbuang, walaupun ada beberapa goblin yang menghalanginya, tapi dengan mudah ia mengabaikan goblin tersebut dan memfokuskan Diri untuk memenggal kepala Goblin.


“RAJA GOBLIN TELAH TERPENGGAL, SEGERA AKHIRI PARA KROCO KROCO YANG TERSISA!!” Teriak Aether setelah ia membunuh sang raja goblin


Teriakan dari Aether sudah seperti auman singa yang sangat menggelegar dan teriakan dapat didengar oleh semua orang yang ada dalam medang perang kali ini.


Sehingga mereka semua semakin bersemangat untuk membunuh para goblin itu, sedangkan para Gobin yang melihat pemimpin mereka telah terbunuh segera berlarian untuk menyelamatkan diri.


“kami menang,”


“Menang,”


“Menang,”


. . . . . . .


Setelah Mia menyelesaikan penyembuhannya, ia lebih memilih bersantai  di tempat Baron, IA selama ini telah memikirkan bagaimana Cara menyembuhkan Lengannya Kini harus Sedikit bersantai apalagi Nomos memang telah menggantikannya untuk tidak membuat lengannya terlalu bekerja keras selama beberapa hari Kedepan.


Ia yang memiliki beberapa Buku yang berasal dari negeri para Elf memutuskan untuk membaca  beberapa dari mereka.


“Apa aku coba saja untuk berhubungan denga grimorekunya,” gumamnya.


Buku yang dia baca adalah buku yang menceritakan kisah seorang manusia pertama kali membuat grimorenya membuka segel pertama.

__ADS_1


Ia sedikit penasaran Apa yang terjadi Jika IA memang berhasil untuk membuka segel kedua dari Grimoire miliknya.


Namun segera Ia menghapus Keinginan tersebut, karena dalam buku tersebut tertulis Jika Ia gagal dalam proses mendapatkan pengakuan dari Grimoire maka Itu membutuhkan waktu yang lama sebelum mereka mencobanya lagi, dan beberapa contoh Kasus menjelaskan setelah mereka mencoba  di percobaan pertama mereka tidak dapat melakukannya yang kedua Kalinya.


Namun saat ia Sedang Fokus dalam pikirannya IA dikejutkan dengan orang yang baru masuk dalam ruangan yang ditempati.


IA awalnya sangat Jengkel, karena merasa orang tersebut adalah pelanggan tokoh yang salam masuk, tapi setelah melihat siapa orang yang ada di depannya Mia lasung tercengan karena orang tersebut adalah orang yang Cukup lama tidak ia dengar.


“Hades!” ucapnya sambil berdiri untuk memberikan sambutan selamat datang.


“Aloha, aku mendengar Kalau saudara Mia sudah mendapatkan tangannya kembali, jadi aku datang untuk mengucapkan selamat,” ucap Hades memberikan ucapan selamat kepada Mia.


“Itu tidak berarti apa-apa dibandingkan kedatanganmu,  Tanpamu tempat ini hanya tempat sekumpulan orang yang gila pertarungan,” balas Mia santai.


Tentu Yang Mia Maksud adalah Aether dan Diablo, Jika dibandingkan dua orang tersebut Hades adalah orang yang bisa dikatakan paling normal, walaupun tentunya Perilakunya tidak jauh berbeda dengan dua orang tadi


“Benarkah,” ucap Diablo yang tiba tiba Keluar dari Gerbang Teleportasi.


Ia keluar bersama dengan Zeus,  Juga telah lama tidak kelihatan, kebanyakan dari mereka mengira Kalau zeus sedang bersantai di tempatnya, tapi saat Diablo mencari tempat berlatih, ia tiba-tiba menemukan Zeus yang sedang berlatih dengan sihir listriknya.


Diablo menceritakan Hal tersebut kepada Hades dan Mia, membuat Zeus merasa sedikit malu. “Walaupun aku tidak bisa mengejar kalian, tapi aku masih menolak untuk tertinggal terlalu Jauh.”


Mereka semua mendengar itu tersenyum dan bangga saat yang bersamaan Karena tidak menyangka Kalau Zeus akan memiliki sisi yang seperti ini.


Diablo juga tentunya memberikan beberapa kata sambutan kepada Hades yang baru saja Datang, bahkan memberikan beberapa tantangan untuk bertarung, melihat Itu Mia Segera mencegah mereka untuk mencegah hal tersebut Terjadi.


“Kalian semua sudah berlatihKAn dari pada saling melukai bagaimana Kalau kita melakukan hal yang dilakukan di masalah lalu, yaitu berburu Goblin,” Ucap Mia memberikan saran.


Mia ingin mereka bertarung dan melihat berapa banyak Goblin yang mereka bisa bunuh, mereka saat ini sedang senang dan seharusnya menjadi Tempat yang bagus untuk mengetes kekuatan mereka dalam medang perang.

__ADS_1


 


__ADS_2