Pedang Buta

Pedang Buta
bangkit


__ADS_3

Aether memutuskan untuk berteleportasi lebih dulu,  Karena ia akan memulai serangan pembuka dengan sesuatu yang mewah, setidaknya itu yang dia katakan sehingga Yami segera melakukan sesuai dengan apa yang mereka inginkan.


Aether sampai di tempat paling dekat dengan kota kerjaan dari para orc, “Aku tidak pernah mencobanya, tapi secara teori dari perkataan  Mia ada benarnya , maka ini sangat layak untuk dicoba,” gumam Aether yang bersiap untuk melakukan sebuah sihir besar.


Ia mengeluarkan pedang pembela nerakanya, dan mengeluarkan Jumla mana yang mengerikan kepada Pedang tersebut, tidak lupa  ia mengeluarkan grimorenya untuk mengatifkan sihir gravitasi yang ia miliki.


“Daya tarik 1000 kali lipat,” UCApnya  sambil melakukan gerakan menebas melingkar di udara.


Terlihat Semua sihir dari Aether, tersimpang dalam Ujung pedang yang dimiliki Aether terus berusa mengatifkan sihir gravitasi dalam jumlah yang sangat mengerikan.


Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk melihat  apa yang sebenarnya Aether yang ingin lakukan, Mia yang berteleportasi memang cukup jauh dari kota melihat dengan jelas apa yang ingin Aether lakukan.


“setelah berpindah ke dunia lain, aku benar menunggu untuk melihat sihir pemusnah seperti ini,” gumamnya.


Ia adalah orang yang memberikan saran kepada Aether untuk mencobanya sekarang ia melihat bagaimana Itu dilakukan secara sempurna.


Itu adalah sihir yang membuat aether memanggil sebuah meteor raksasa dari langit, Kejadian seperti hanya pernah ia lihat dalam sebuah serial anime fantasi yang sangat terkenal.


Semua orang yang ada diluar sana melihat bagaimana Sebuah meteor yang sangat besar telah datang, Semua orang yang meragukan kemenangan dalam perang ini karena tidak adanya bantuan bantuan Nomos dan Hasanuddin kini berubah pikiran melihat sebuah sihir seperti ini dilontarkan.


Aether terus berusaha mengarahkan batu itu, agar mencapai target yang sempurna, resiko dari Serangan ini tentunya Aether Sendiri bisa terkena dampak dari ledakan serangannya, Tapi dengan Adanya Diablo sudah menjadi sebuah jaminan kalau Aether tidak akan terjadi apa-apa.


 Setelah Cukup dekat Aether Segera memotong Meteor itu di udara sehingga ini membuatnya terlihat sebagai Hujan mati raksasa bagi Pra orc yang terkena Serangan itu.


Dan “Boom” terdengar berbagai ledakan dan teriakan para orc yang berusaha menyelamatkan diri, serangan ini dilakukan pada saat pagi buta dimana Matahari sama sekali tidak bersinar, sehingga ledakan dari meteor yang aether hasilkan terlihat sangat sempurna.

__ADS_1


Ia sangat yakin kalau aksinya ini tentu disadari oleh para petinggi orc yang berada  tidak jauh dari tempat ini, yang mereka lakukan hanya menhabisi beberapa pemberontak Jadi seharusnya tidak membutuhkan waktu beberapa lama Sebelum Mereka sampai ketempat ini.


“Lakukan sesuai rencana,” Perintah Aether.


Ia segera bergerak untuk melakukan rencananya untuk membankitkan gurunya, Ia menuju tempat ia menjatuhkan meteor dan mengeluarkan semua mayat goblin yang ia miliki. Ia diikuti para pengikut dari gereja perang


Karena merekalah yang akan menyiapkan formula sihirnya, Persiapan ini segera dilakukan dengan baik, tim lain segera bergerak ke posisi Sesuai dengan apa yang mereka rencanakan,  mereka berusaha mengelilingi  Ibukota dengan berjaga di berbagai Pos.


Dan memang benar, Sanco yang sanat itu sedang beristirahat dan sedang merayakan keberhasilan mereka untuk membunuh semua pemberontak yang ada disekitar sini, Karena terlalu terfokus dalam penghancuran kerajaan Luwu para pemberontak yang berada di sekitar area ibukota menjadi merajalela.


Sehingga Sanco harus turun tangan langsung untuk menuntaskan mereka, Ia Juga dalam rangka berusaha menarik ulur kewaspadaan para Manusia, dan jika mereka melakukan serangan secara penuh Maka Para manusia Di kerajaan luwu sudah tidak memiliki harapan lagi.


Dan saat mereka sedang berfokus untuk mengatasi masalah mereka Segera dikejutkan  dengan sebuah ledakan yang sangat besar yang berasal dari Ibu kota, Sanco yang memiliki firasat buruk tentang masalah ini segera bergerak mengumpulkan pasukan yang ada  dan berusaha untuk segera kembali menuju ke ibu kota.


Tidak hanya sanco dan pasukannya hampir semua Orang yang ada di sekitar sana  segera berkumpul untuk melihat bagaimana kejadian  yang ada di ibukota.


Mereka bahkan bisa merasakan Getaran yang sangat kuat tentang kedatangan mereka, walaupun terlihat kalau Para pentitingi dari para orc masih cukup jauh tapi jumlah para Orc yang mendekat masih terlalu mengerikan.


Walaupun jumlah ini tentunya masih lebih sedikit dari para Goblin, tapi itu masihlah jumlah yang sangat menakutkan apalagi setelah melihat kemampuan mereka.


“Guru gunakanlah para mayat para monster ini untuk menjadikan sebagai tumbal untuk membuatmu kembali  ke dunia ini selama beberapa saat,” Ucap Aether yang mulai pengaktifan artefaknya.


Artefak ini diaktifkan menggunakan Darah Aether, Sehingga saat Ia akan berkolaborasi dengan Aether secara sempurna.


Setelah dari Aether diaktifkan disana, Maka Artefak tersebut akan tersambung dalam Pikiran Aether, sehingga saat Aether memikirkan Orang yang akan dia bankitkan, Aether saat ini Aether terus berusaha memikirkan gurunya.

__ADS_1


Terlihat di ibukota dimana para mayat yang bergeletakan, memancarkan sebuah cahaya hitam yang sangat pekat dan terus berusaha menelan para mayat yang ada disana


Semua orang yang ada di Dekat Aether terus menunggu, Kedatangan Sosok yang akan terpanggil di dalam sana, Termasuk Regina ia sangat penasaran tentang siapa sosok yang menjadi guru dari aether selama ini.


Namun semakin ia melihat semakin hatinya berkerut, walaupun wujud asli dari makhluk yang terpanggil dari Aether belum terlihat karena debu yang terlalu pekat di sektor Area pemanggilan.


Pasalnya Ia yakin Kalau Aether dulu mengatakan kalau sosok yang ia panggil adalah seorang manusia yang memiliki kemampuan bertarung yang tinggi.


Sedangkan di hadapannya terbentuk sebuah tubuh yang sangat besar kalau dilihat dari sosoknya itu merupakan Sebuah naga namun ia sendiri belum terlalu yakin tentang hal tersebut.


“Kau yakin Kalau gurumu itu seorang manusia bukan?” Tanya Regina.


Karena saat ini ia bersiap untuk menjauh karena takutnya mereka tidak dapat mengendalikan sosok yang terpanggil dari Pusaka mereka.


Walaupun terlihat heran, Namun Aether masih terlihat tenang, “Sial kenapa Yang dipanggil malah Kadal tua ini,”  gumam Aether


Dan benar makhluk yang terpanggil oleh Aether adalah sosok naga yang dulu memang berada dalam  dungeon bersama dengan ksatria yang dipanggil guru oleh Aether.


Terlihat naga itu kebingungan, Namun ia segera mengerti setelah melihat Adanya Aether yang tidak jauh dari  tempatnya.


“Ternyata Kau yang memanggilku bocah buta,” Naga itu segera memulai pembicaraan dengan Aether.


“Maaf mengganggu waktu tidurmu, tapi saat ini aku butuh bantuan untuk menghabisi para Orc yang membuat kekacauan yang ada di dunia,”  Aether langsung terbang menuju  kepala sang naga.


Ia membujuk Naga itu untuk membantunya mengamuk  selama seharian, tentu naga itu dengan mudah Setuju dengan ucapan dari Aether.

__ADS_1


“Kau berhutan Banyak penjelasan kepadaku,” Ucap sang naga yang tebang untuk memulai misnya.


 


__ADS_2