
Orang itu tidak lain adalah Hades, yang telah melepaskan sihir Ilusinya kepada rombongan para orc, Tapi sihir yang ia lepaskan terlalu kuat, sampai- sampai sihir itu tidak bisa membedakan siapa kawan dan lawan, jadi Jika Daniel dan lainnya juga kesana bisa saja mereka juga terpengaruh dengan sihir dari Diablo.
“Sepertinya kau bekerja cukup keras setelah tidak bertemu beberapa hari,” ucap Hades yang melihat Kondisi dari Daniel terlihat sangat berantakan.
Walaupun terlihat Kalau pakaian yang dikenakan daniel selalu tertutup, sehingga tidak memperlihatkan muka nya, tapi melihat pakaian dan kondisi daniel. Hades bisa menarik kesimpulan sepertinya Semenajak berada disni ia terus berjuang melawan para Orc.
“Apa yang kau inginkan,” Balas Daniel
Ia tahu kedatangan Hades kesini bukanlah sebuah kebetulan belaka, ia yakin ada beberapa maksud yang membawanya ke tempat ini, apakah ia yang sudah lama berada disini tidak pernah mendengar adanya pergerakan dari kelompoknya.
“Aku hanya datang, untuk mengirimkan beberapa kabar dari luar, dan beberapa diantaranya adalah tawaran kerjasama ,” Ucapnya Hades melemparkan sebuah gulungan kertas kepada Daniel.
“Jika kau setuju dengan isi didalamnya temui aku disana, dan ku tunggu sampai matahari terbit,” lanjut Hades sambil menunjuk sebuah pohon yang tidak jauh dari tempat mereka berada.
Di kertas tersebut ada beberapa rencana yang Aether dan Gereja perang akan mereka lakukan terhadap para orc, IA ingin Daniel membaca dan melihat apa tanggapan dari Daniel akan rencana tersebut.
Mereka segera berpisah dan sesuai dengan apa yang Hades katakan Ia akan menunggu Keputusan dari Daniel di pohon itu, Sedangkan Daniel pergi ke tempat sepi untuk membaca kertas yang Hades bawah kepadanya.
Daniel terus membaca dengan seksama apa isi dari gulungan tersebut, Ia dulu seorang yang sangat suka membaca berbagai strategi dalam perang di dunianya, sekarang di hadapannya disajikan sebuah strategi ia menurutnya sangat menarik.
Beberapa strategi seperti ini pernah ia pikirkan namun menurutnya Ia tidak masuk akal karena tidak adanya dukungan kuat dari para Pribumi yang ada di sekitarnya, sehingga ia melihat adanya kemenangan dari Strategi ini maka ia sama sekali tidak ada hak untuk menolak ide seperti ini.
Beberapa anak buahnya menanyakan apa yang ia dapatkan dari orang asing itu, Daniel menjelaskan secara singkat kalau itu berupa sebuah tawaran untuk mengakhiri Kerajaan para orc.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut mereka segera menanyakan identitas dari pengirim surat itu, beberapa dari mereka berpendapat kalau Hades adalah salah satu pahlawan dari dunia lain jika memang ia memiliki ambisi untuk meruntuhkan kejayaan dari para Orc.
“Bukan , mereka hanya sekelompok tentara bayaran,,” balas Daniel yang membeberkan identitas dari Hades.
Daniel beralasan kalau ini adalah sebuah aksi dari seorang tentara Bayaran, makanya mereka mengajak Daniel untuk bekerja sama dalam aksinya
Mendengar itu beberapa dari mereka langsung mengumpat, awalnya mereka mengira kalau ini adalah tawaran dari kelompok pahlawan yang berbeda yang telah memberikan tawaran kepada Daniel untuk membentuk kerja sama.
Tentu mereka kecewa setelah mendengar kalau itu hanya tentara bayaran dari pribumi yang ingin bekerja sama dengan mereka, mereka berpendapat seandainya pun Daniel berniat untuk bekerja sama dengan yang lainnya ia seharusnya memilih bekerja sama dengan para pahlawan seperti halnya daniel yang memang seorang pahlawan.
“Sebenarnya kalau boleh memilih aku lebih suka bekerja sama dengan kelompok ini dari pada bekerja sama dengan para pahlawan yang tersisa.”
Ia memiliki gambaran bagaimana kekuatan dari kelompok Aether dan jika apa yang ada didalamnya benar maka seharusnya kemampuan mereka telah bertambah, apalagi setelah membaca rencana Daniel dapat merasakan kalau kelompok ini sangat percaya diri dalam rencana penyerangan yang akan mereka lakukan.
“Apapun keputusanmu kami akan mengikut, jadi jangan ragu untuk memilih,” ucap salah satu orang yang sepertinya merasakan keraguan yang ada di kepala Daniel, disertai angukan dari orang orang yang ada dalam sana.
Sebenarnya ia sudah memutuskan, tapi ia sedikit ragu untuk mengatakan ini kepada mereka yang ada di sana, mereka yang ada disana terus mendengarkan rencana tersebut dengan baik, setelah itu mereka mengetahui kalau rencana ini memang sangat bagus, tapi jika terjadi kegagalan bisa-bisa mereka terjebak di dalam kepungan para orc.
Di kelompok Daniel berisi dua puluh orang yang Ahli dalam menggunakan sihir, walaupun sihir mereka hanya grimoire tidak bersampul tapi kekuatan mereka juga tidak bisa diremehkan, apalagi dengan Daniel yang menjadi ketua sekaligus otaknya, membuat kelompok ini semakin diperhatikan.
“Setelah beberapa saat akhirnya IA datang untuk menemui Hades, “Apa yang ada disana memang benar,” ucapnya mengawali pembicaraan.
IA merasa sedikit ragu dengan mereka yang berhasil membuat perjanjian dengan gereja perang, jika mereka mengatakan yang membantunya adalah Kerajaan Gowa maka itu akan lebih mudah dipahami.
__ADS_1
“Kerajaan gowa juga akan terlibat, tapi yang menjadi pemeran utamanya gereja perang yang akan melawan para Orc.” Ucap Hades.
“kudengar kau tidak banyak bicara, tidak bisakah kau bilang setuju atau tidak,” Lanjut Hades yang melihat Kalau Daniel yang terlalu banyak bicara.
“Aku setuju, tapi aku punya syarat.” Balas Daniel ia membaca dengan baik dalam surat tersebut tapi ia menemukan kalau mereka berniat untuk menjadikannya sebagai pahlawan kemenangan dari perang ini.
“Tenanglah, yang tetap di tojolkan adalah Gereja perang, kau diperlukan disana untuk membuat orang orang yang ada disekitar tidak terlalu putus asa dan mencurigai kami,” balas Hades
“Ia, ia, aku setuju,” balas Daniel.
Setelah Daniel setuju barulah Hades menceritakan rencana mereka lebih detail, untuk nantinya membuat pergerakan dari Daniel dan pasukan pengendali monsternya menjadi lebih baik.
Setelah mengatakan semuanya Hades segera menghilang untuk melaporkan keputusan dari Daniel, sedangkan Daniel kembali ke pasukannya untuk melihat apa mereka ingin ikut dengan nya, menuju ibukota kerajaan para orc.
“Aku harus aku ini akan menjadi sebuah pertarungan yang akan membahayakan kalian dan monster yang kalian sayangi, jadi aku sama sekali tidak memaksa kalian untuk ikut denganku kesana untuk berarung.”
Daniel sangat tahu kemampuan bertarung mereka, sehingga jika mereka berniat kesana lebih besar kemungkinan mereka untuk mati daripada hidup. Sehingga sebelum berangkat Daniel mempersilahkan yang ingin meninggalkan kelompok ini.
Mereka yang ada disana terus saling pandang, hingga salah satu dari mereka memberanikan diri untuk berbicara.
“Jika kau tidak menganggap kami beban dalam pertarungan maka kami akan ikut denganmu ke medan perang dimanapun itu,” ucap salah satu orang yang ada disana dan yang lainya terlihat setuju dengan apa yang dikatakan orang barusan.
__ADS_1