Pedang Buta

Pedang Buta
melawan ratusan monster


__ADS_3

Saat orang lain sedang sibuk untuk mencari pertarungan yang lanyak, Aether masih berkutat dalam masalah  tersesat dalam hutan.


“Sial ini sihir teleportasi,” ucapnya Setelah merasakan kalau ia terjebak dalam lingkaran Sihir teleportasi.


Kejadian terjadi sangat cepat, ia saat itu sedang lengah dan tidak tahu kalau akan ada jebakan Sihir teleportasi Seperti ini. Saat ia sadar ia menemukan Kalau Rangga Sedang ada di depannya menatapnya dengan cukup senang.


Ia awalnya sudah bersiap untuk bertarung karena menganggap itu adalah jebakan, Setelah tahu kalau itu Rangga ia tenang dan mendapati Rangga tidak sendiri di sana.


“Aku tidak menyangka akan ada ayam Sebesar ini,” ucap Aether setelah tahu kalau ada sesuatu yang  berada di samping Rangga, ia tidak bisa melihat tapi dengan kemampuanya ia bisa tahu bentuk dari makhluk tersebut yang ia kira Seperti ayam.


“Aku aku akan cepat karena aku takut mereka akan sadar saat kau menghilang,”  Ucap sang phoenix.


“Aku ingin kau membantuku mempertahan tempat ini selama satu jam,” lanjutnya.


“Tunggu-tunggu, aku tidak mengerti apa yang terjadi, dan kenapa aku harus membantumu,” balas Aether.


“Aku tidak punya waktu menjelaskan, tapi jika kau berhasil membantuku,  maka aku menjamin kalau akan mendapatkan harga yang setimpal terutama teman kecilmu itu,”  ucapnya membalas ucapan dari Aether.


Karena mereka sudah berdekatan hubungan darah antara Rangga dan Aether kembali terjalin, dan kali ini Rangga juga berusaha membujuk Aether untuk membantu Sang phoenix.


“Ok, ok, ok, tapi apa yang harus kami lakukan,” balasnya.


“Aku akan mengalmi proses kebankitan, dan akan ada banyak monster yang akan menyerang tempat ini, bantu pasukanku untuk menghalau proses para monster Serakah yang berusaha mendapatkan Kekuatanku.”


Ucapannya Seperti tanda, karena Segera salah satu bawahan melaporkan kalau terlihat pergerakan besar dari para monster yang ada di sekitar, setelah aether melepaskan kemampuannya untuk mengejek daerah Sekitar.


Dari jarak 500 meter ia bisa melihat ada ratusan monster kuat yang bergerak secara serentak menuju tempat ini, dan mereka bisa dikatakan datang dari berbagai arah.


“Jujur sepertinya kau memberikan Sebuah pekerjaaan yang cukup berat!” ucap Aether terus terang.


Aether juga telah membandingkan pasukan yang mereka miliki, yang hanya berjumlah paling banyak 300 ratus monster.


“Tenang saja, para pasukan yang kumiliki adalah monster-monster terkuat  di tempat ini,” ucapnya.

__ADS_1


“Jika memang seperti itu, kau tidak akan meminta bantuan kami,” pikir Aether dalam hati.


Ia sama Sekali tidak percaya dengan apa yang diucapkan ayam itu, apalagi melihat kalau Kondis dari Rangga tidak dalam kondisi terbaiknya.


“Bisa kau melakukan hal yang sama kepada para anggotaku,”  Balas Aether.


Kalau ia bersama dengan kelompoknya ia mungkin Sedikit bisa percaya diri, dan Aether juga Sedikit penasaran dengan apa yang terjadi, dari rangga ia mengetahui kalau Hades telah kalah, tapi Diablo masih ada kabar.


Apalagi jika ayam itu bisa mengirimnya kesini maka IA tentu masih bisa melakukan hal yang sama kepada orang lain.


“Maaf aku tidak bisa melakukan itu, jika aku melakukan kepada temanmu maka bisa dipastikan kalau orang orang yang mengurung kami disini akan sadar  kalau ada masalah di tempat ini.”


“Jika Seperti itu kau kirim saja Rangga kesana, dengan Rangga yang disana ia bisa memberitahukan apa yang terjadi disini, jujur saja kekuatan disini terlihat kurang menyakingkan.”  Balas Aether.


Ide aether Sepertinya ada benar, Dan sang phoenix Setuju akan hal itu.


“Sebelum itu aku akan memberikan pembayaran kepada  teman kecilmu ini,” ucap nya mengeluarkan Sebagian darahnya dan menyuruh Rangga untuk menelannya.


Aura yang kuat langsung menyelimuti Rangga, Ia bisa merasakan kalau Rangga saat ini mengalami Peloncatan dari berbagai sisi, bahkan ukurannya hampir bertambah dua Kali lipatnya, Aether tidak tahu apa yang terjadi tapi bahkan sekarang ada sebuah tanduk yang ada di kepala Rangga saat ini,


“Aku tidak menjelaskan apa yang terjadi tapi aku harap ini sudah cukup memuaskanmu,” ucap sang phoenix.


Aether juga tidak banyak protes dan Segera memulai persiapannya, ia berkenalan dengan beberapa monster kuat yang ada di dipihak sang phenix, para monster yang berada di pihak mereka di pimpin oleh Seorang kerja besar  yang sepertinya berelemen api.


Kebanyakan dari mereka adalah para monster yang berelemen api yang menghadap, Aether merasa sedikit terkejut setelah mengetahui kalau para monster ini Cukup akrab dengannya. para monster ini mengingatkannya kepada salah satu monster Yang ia pernah temui dalam hutan kerajaan sidrap.


“Jujur saja apa kau yakin kita bisa menang melawan monster sebanyak itu,” ucap Aether santai.


Ia bisa merasakan Jumlah  para Monster yang berdatangan terus bertambah  walaupun kebanyakan dari mereka adalah para monster lemah yang dengan mudah di kalah kan para monster yang ada disini.


Tapi Jumlah mereka jujur saja sangat mereka merepotkan, bahkan  sangat mengkhawatirkan, ia mengajak mereka berbicara karena mengetahui kalau mereka adalah para monster kelas tinggi yang memiliki kecerdasan selayaknya manusia


“Jujur saja aku mulai ragu,” ucap kera besar itu dengan jujur

__ADS_1


 Dengan adanya Aether yang terlibat dalam pertarungan para Monster membuat para penonton melihat keanehan yang terjadi disana.


“Apa yang terjadi dengan para Monster, Sepertinya mereka sedang bertarung satu sama lain,” ucap Raja Pinrang.


“Nikmati saja, bukankah Sudah menjadi kebiasaan mereka untuk saling memperebutkan Wilayah.”


Hasanudin tidak ingin mereka memikirkan banyak hal, dan menurutnya tidak ada yang aneh, yang mungkin aneh di sana Adalah aether yang memilih terlibat antara pertarungan para monster yang ada disana.


Apalagi ia melihat Rangga yang menjemput diablo untuk membantu mereka dalam pertarungan ini, tapi ia tidak terlalu khawatir selama Aether dan Diablo tidak terbunuh oleh Anto atau perwakilan dari kerjaan lain maka dipastikan mereka adalah juara dari cabang laki- laki.


“Sepertinya disini cukup ramai!” Ucap Diablo berkomentar melihat keadaan yang sedang dialami oleh aether.


Aether tidak membalas itu ia malah memilih bertanya kepada para pemimpin yang ada disana.


“Apa kau tidak memiliki serangan yang dapat melenyapkan sebagian dari mereka dengan satu kali Serangan?”


“Aku ada tapi mereka semua harus tidak bergerak Selama beberapa waktu!”  balasnya


Aether sangat yakin kalau Para monster Setingkat ini memiliki sebuah kemauan yang sangat kuat untuk mengalahkan lawan lawannya, Sehingga ia langsung terpikir Sebuah ide


“Kau bersiaplah dengan seranganmu! Aku dan temanku akan berusaha Sebaik mungkin menahan mereka Semua, tapi Jika ada yang lolos  perintahkan anak buah untuk menghalau mereka.” Ucapnya menyampaikan idenya.


Aether sama Sekali tidak membiarkan sang kerja itu menjawab ia segera memanggil Rangga dengan wujud barunya dan Diablo untuk menyerang.


“Diablo langsung kekuatan penuh,” ucap Aether kepada Diablo.


Diablo tidak perlu banyak penjelasan ia langsung mengerti tentang apa yang Aether inginkan, itu tidak lain Diablo diberikan tugas untuk meniru sihir gravitasi dari Aether, dan membuatnya mengeluarkan dua sihir itu Secara bersamaan.


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2