
Mereka semua terkejut dengan apa yang terjadi, jadi mereka yang ada disana sedikit bingung harus merespon apa.
“Tetaplah di tempat kalau kalian ingin tidak ingin mengalami hal yang sama dengan yang perempuan itu alami,” ucap Mia.
Ia kali ini muncul dengan tidak menggunakan topeng, sehingga orang orang yang ada di kerajaan sidrap mengenalnya dengan baik.
“Mia....” ucap ANTo.
“Kenapa? Bukan Kalian mencariku, aku sekarang di hadapan kalian.” Balas mia.
Mereka memang berharap berbicara dengan baik dengan Mia, tapi saat Mia berada di hadapannya tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka.
“Kami ingin kamu kembali bergabung dengan kelompok kami, daripada bergabung dengan para penjahat seperti mereka.”
Akhirnya aAdi yang ada disamping mereka berhasil mengeluarkan bujukan kepada Mia, dan sepertinya mereka semua setuju dengan apa yang Andi maksudkan.
Mia tidak langsung menjawab pertanyaan itu, ia hanya tersenyum, “Begini saja aku tidak ingin terlalu berdebat dengan kalian, tapi kalau kalian ingin aku kembali, permintaanku cukup simpel jika ada di antara kalian yang dapat membuat tanganku tumbuh kembali mungkin aku masih bisa mempertimbangkan untuk kembali ke kerajaan sidenreng.”
Sebuah permintaan tidak masuk akal, Mia berikan kepada kelompok pahlawan dari kerajaan sidenreng, dan tentu tidak ada yang bisa menumbuhkan lengan dari Mia, Mungkin ada beberapa orang yang bisa menumbuhkan anggota tubuh yang telah putus, tapi orang orang seperti itu hanya dihitung jari, bahkan untuk gereja- gereja akan sangat sulit untuk menyembuhkannya.
“Tolong Kami minta Maaf, tentang kejadian yang menimpamu di dungeon waktu itu, tapi kejadian saat itu murni karena terpaksa dan punya pilihan lain selain kabur meninggalkanmu.”
“Baam!” Mia menembak bahu sebelah kiri dari Anto yang berusaha meminta maaf kepadanya.
“Apa menurutmu, aku yang terjebak di dalam jebakan yang kubuat sendiri, adalah sebuah kecelakaan,” ucap Mia setelah menembak Anto.
. . . . . . . .
Saat Anastasia Sedang dipukuli habis-habisan oleh Aether, Daryanani berusaha untuk menyelamatkannya, Tapi ia juga tahan oleh diablo, bersama dengan Rangga.
__ADS_1
“Bukankah ini terlalu berlebihan,” ucap Daryanani melihat kejadian seperti ini.
“Itu hanya pukulan, kenapa kau bereaksi seolah olah kami akan membunuhnya.” Diablo juga tidak kalah santainya dengan yang lainnya.
Tugasnya hanya untuk menahan orang orang yang ada disini untuk tidak bergerak, Sepertinya Para pahlawan pada akhirnya ingin bergerak.
“Apa menurutmu kami selemah itu, dengan berusaha menahan kami semua sendirian!” ucap Kenshi yang jengkel dengan sikap Diablo.
“Saat ini kami sedang malas untuk banyak bicara, Jika kalian ingin bergerak silahkan mulai aku selalu siap untuk menemanimu untuk bertarung beberapa gerakan,” balas Diablo mengeluarkan tombaknya.
. . . . . .
Setelah memberikan beberapa pukulan kepada anastasia, “Ini hanya Sebuah peringatan terutama kepada pengawal tuamu itu, untuk tidak terlalu ikut campur urusan yang aku lakukan,” ucap Aether memberikan pukulan terakhirnya kepada Anastasia.
“Bunuh aku,” ucap anastasia, dengan kesusahan, ia akhirnya bisa bersuara Setelah mendapatkan beberapa pukulan dari aether.
“Santai, kau tetap akan mati tapi kau harus menunggu kehancuran keluargamu,” ucap Aether sambil tersenyum.
Tapi sepertinya Aether sadar dengan tindakan diam diam dari ansatasi, sehingga Sebelum sihir itu siap Aether sudah melancarkan tendangan kepada tubuh dari Anastasia.
Dengan tendangan itu tubuh Anastasia langsung terlempar cukup jauh, dan mengarah ke arah dimana Daryanani sedang berdebat dengan Diablo.
Daryani langsung sigap untuk menangkap tubuh Anastasia dan segera melakukan pertolongan pertama, karena melihat ada beberapa luka yang sulit parah yang harus Segera diobati.
Aether tidak berkata apa tentang apa yang terjadi dengan anastasia, ia hanya mengajak Diablo untuk segera meninggalkan tempat ini.
“Ini bukan tempatmu dimana kamu bisa datang, dan pergi sesuka hati,” ucap Kenshi, ia saat ini sudah ada di sampingnya dan siap Untuk melancarkan sebuah serangan kepada aether.
Ia berniat menyerang aether dengan sebuah serangan pedang, Tapi Aether sama sekali tidak bergerak, ia dengan mudah menangkap pedang Dari Kenshi dengan tangan kosong, sebuah Aksi yang membuat kenshi tercengang.
__ADS_1
“YA, tapi aku tidak bisa di hentikan oleh Orang yang bahkan kalah melawan para Babi di dalam hutan sana,” ucapnya menarik pedang itu dari Kenshi, sehingga Kenshi juga ikut tertarik.
Dengan satu gerakan cepat Aether langsung memberikan sebuah bogem mentah tepat di muka kenshi yang saat itu tidak terlindungi armor yang di bangkankan.
Sebuah serangan yang membuat Kenshi juga terlembar karena memang dalam kepalan tinju dari Aether yang juga memasang sebuah sihir di dalamnya Sehingga pukulan tersebut bisa menjadi lebih kuat dari seharusnya.
Tentu dengan menangkap pedang dari kenshi juga melukai Aether namun ia tidak terlalu peduli dengan luka kecil seperti itu, baginya saat ini melampiaskan rasa kesalnya adalah yang paling utama yang harus dilakukan.
Kali ini Anto tidak bergerak kepadanya karena saat ini ia masih di tahan oleh Mia, terlihat kalau Saat ini mereka sedang berdebat entah karena apa.
Ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Mia yang ia tahu kalau Mia saat itu terjebak dalam jebakannya tersendiri murni karena kecelakaan.
Ia melihat Andi yang berada disampingnya, namun ia juga tidak tahu apa yang terjadi, hingga gen perempuan yang selama ini diam berada di depan Mia kini buka Suara.
“Apa yang salah dengan perempuan ini, ia mungkin sekarang kuat tapi belakangan ini kami juga bertambah kuat, sedangkan aku ragu dengan senjata senjata itu ia akan mengalami perkembangan kekuatan,” ucapnya.
“Diam,” bentak Anto.
“Kau,,” perempuan yang di bentak Anto nampak tidak terimah di bentak seperti itu oleh anto.
Ia berusaha melemparkan Sebuah sihir pengendali pikiran kepada Mia, tapi ia menemukan kalau sihirnya tidak memiliki pengaruh apa-apa .
“Kalian masih lucu, seperti Biasanya, tapi saat ini aku tidak punya Waktu untuk mendengarkan lawakan Kalian, karena sepertinya kapten kami sudah selesai dengan urusannya,” ucap Mia yang melihat Kalau Aether sudah berniat untuk pergi dari tempat ini.
“Sedikit saran untukmu Anto, menurutku kau tidak layak menjadi seorang pemimpin dalam sebuah grup terutama Sebuah pertempuran seperti ini, dan Ini akan menjadi pertemuan kita yang terakhir dapat berbicara dengan baik, dalam pertemuan selanjutnya aku adalah pemburu yang siap menerka, kalian,” lanjutnya setelah itu ia benar benar pergi dari tempat ini.
Saat Mia, Diablo dan Aether bergabung para pahlawan yang dibantu oleh para pengawal mereka tidak bisa menghentikan untuk mereka yang berusaha meninggalkan tempat ini.
Tempat yang awalnya sudah suram kini menjadi lebih suram setelah kedatangan Aether Di tempat ini, kian berusaha menghancurkan mental mereka yang memang telah hancur.
__ADS_1