
Mereka baru saja ingin menyelesaikan ini secara damai, segera terhenti karena Seseorang kembali mengacau.
“Anak ini terlihat sangat sombong, biarkan aku mengujinya apakah ia pantas akan kesombongan yang dimiliki.”
Terlihat seseorang yang berteriak sambil berlari menuju mereka, penampilannya terlihat sangat mencolok karena ia dengan memudarnya melompat dari pohon Ke pohon, Mia awalnya Mengira kalau orang yang di tantan adalah dirinya jadinya membuatnya ingin bergerak.
“Jangan dia lawanku,” Ucap Aether, Yang menghentikan Mia dan segera bergerak untuk menghadang elf itu.
Ia bisa melihat kalau orang itu adalah seorang pengguna Pedang, bukan hanya tingkah nya yang terus menarik perhatian, pedang yang ada di punggung terlihat sangat berbeda dengan pedang yang digunakan para pengguna pedang di Sini.
“Tetua pedang Akhirnya bergerak,” ucap Seseorang yang berhasil dikalahkan Aether tadi.
Setelah dikalahkan oleh Aether kebanyakan dari mereka merasa sangat berat hati, mereka semua menganggap diri mereka terlalu lemah sehingga mereka bisa dikalahkan seperti itu, dengan bergerak tetua pedang, tidak ada satupun dari mereka yang beranggapan kalau tetua mereka akan kalah.
Bahkan beranggapan kalau Aether akan kalah dengan mudah, tapi sepertinya Mereka harus kecewa, Karena terlihat kalau Pedang besar itu terlihat tidak berarti di depan Aether.
“Sebenarnya Kalau hanya pedang berat aku juga punya,” ucap Aether yang kini telah saling mengadu pedang mereka.
Pedang itu terlihat sama besar dengan pedang lawannya, Sebuah pedang baru yang dimiliki Oleh Aether, pedang tersebut merupakan pedang Hadiah dari seseorang kenalan DIAblo, Walaupun Aether Tidak suka dengan bentuknya Selama itu pedang Ia sama sekali tidak Ragu untuk mengambilnya.
Pedang Milik Aether terlihat sangat menakutkan, dan seperti memiliki Aura kematian yang sangat pekat, menurut cerita dari Diablo, pedang ini sudah lama tidak Digunakan Sebagaimana mestinya, melainkan malah di gunakan sebagai pedang eksekusi dari sebuah kerajaan.
Sebelum jatuh dari ketangan Kenalan dari Diablo, menurut sejarah pedang ini sudah ada sebelum era para penyihir tercipta Sehingga memiliki Aura kematian yang sangat tinggi, dan beredar kabar siapapun yang menggunakannya pasti akan mengalami kutukan dan mati secara mengenaskan.
Mereka terlihat terus beradu pedang Tapi sepertinya kualitas pedang mereka terlihat berbeda jauh, itu terlihat dari semakin banyak mereka bertarung terlihat ada beberapa rekatan di pedang miliki Aether.
Tapi Aether terlihat tidak terlalu khawatir tentang apa yang terjadi dengan Pedangnya membuat Mia Sedikit Heran Karena Ia tidak pernah melihat aether menggunakan pedang seperti itu, ia baru saja sadar setelah melihat bagaimana pedang itu bekerja.
“Jadi pedang itu memakan Darah untuk memperbaiki dirinya!” ucap Lawan dari Aether.
__ADS_1
“Pedang ini tidak digunakan oleh para Penyihir, sehingga pedang ini tidak bisa di alirkan mana,” Jawab Aether.
Bagi Aether ia hanya ingin mengecek bagaimana Pedang ini bekerja, setelah melihat bagaimana ia bekerja IA mulai merubah gaya berpedangnya ia mearik Satu lagi Pedang kecil yang akan digunakan bertarung.
Dan menggunakan pedang besar sebagai sebuah perisai semu yang masih kadang kala ia gunakan untuk menyerang.
Awalnya Diablo ingin menggunakan pedang ini untuk dirinya Sendiri, tapi Setelah ia mencobanya ia lebih memilih untuk menggunakan Tombak, mungkin ia bisa menggunakan pedang ini, tapi perasaannya kepada Semua tombak sama Sekali tidak terelakkan.
Ia juga terigak dengan pedang yang dimiliki Oleh Anto jadi ia merasa pedang ini Layak untuk digunakan oleh Aether, Tapi ia lupa mencoba dan tidak mengetahui Kalau pedang itu tidak bisa di aliri mana dan Sepertinya memiliki caranya Sendiri untuk bekerja.
Pada saat Aether sedang bertarung mia mendekati salah satu pemimpin Elf, ia berniat untuk membicarakan beberapa kepadanya.
“Apa pertarungan itu memang berarti?” tanyanya.
“sebenarnya tidak terlalu berpengaruh apalagi melihat kemampuan Temanmu saya rasa bahkan tetua itu masih belum menjadi tandingannya.”
Jawaban dari ElF tersebut tentu membuat Aether Sedikit senang sehingga saat aether masih bertarung, Mia dengan tetua yang lain bisa melanjutkan pembicaraan.
Dan berakhir dengan Mia yang mendapatkan persetujuan untuk memasuki dungeon, dengan beberapa Syarat yang menurutnya masih bisa disetujui oleh Aether tanpa bertanya langsung kepadanya.
Pembicaraan bisa Selancar ini karena ia masih membawa nama Gereja perang, dan beberapa orang yang ada di bagsa elf mereka masihlah merupakan pengikut dari Gereja perang ini, termasuk orang yang sedang bertarung dengan Aether Sekarang.
Melihat Elf itu membuat Mia berpikir, “Apa Nama dari gereja perang memiliki pengikut yang gila pertarungan?” pada akhirnya pikirannya ini hanya ada dalam pikirannya tanpa bisa dikeluarkan.
“Cepat Selesaikan Bukan ini sudah terlalu lama?” teriak Mia.
Baginya Aether saat ini sudah terlalu lama bertarung, Sehingga ia meneriaki untuk segera mengakhiri pertarungan, Menurutnya Aether saat ini terus menahan diri, itu terbukti dengan ia yang tidak mengeluarkan kemampuan dari Grimorenya.
“Sepertinya Temanku sudah selesai berbicara, jadi mari kita juga selesaikan ini dengan satu serangan?” ucap Aether yang berhenti menyerang dan memberikan Sebuah saran kepada Lawan Nya.
__ADS_1
“setuju, lagian aku tidak bisa terus di permalukan oleh kecil terus begitu lama,” Balasnya.
Masing-masing dari mereka bersiap untuk mengeluarkan seragam terbaiknya, itu terlihat Saat Aether mengaktifkan grimorenya, dan mengeluarkan Sihirnya kep pedang kecil yang di miliki.
“Tempest.”
“Blood kill,”
Masing dari mereka Mengeluarkan jurus terkuat yang mereka miliki, tentu Tempest adalah jurus yang terkuat dari Aether, Ini adalah pertarungan antar pengguna pedang, Aether tidak menggunakan Sihir gravitasinya untuk membuat Lawannya tertekan.
Yang pada akhirnya mereka mendapati kalau Serangan pedang itu, terlihat seombangan karena saat bertabarakan dan menhilang.
“Anggap saja ini seri kali ini,”
Mereka pun melanjutkan pembicaraan, masih ada beberapa hal yang harus di urus oleh Mia dan Ketua dari para Elf yang ada di sini, Aether tidak terlalu ikut campur dalam masalah tersebut.
Karena baginya selama ia bisa masuk dalam dungeon itu tidak menjadi masalah, ia menunggu dengan santai tidak jauh dari Tempat pemukiman para Elf yang ada disana
Ia tidak tertarik untuk untuk terlalu mendekat, Pasalnya perasaan benci dari Para elf yang ada di desa terlalu pekat Untuk Aether Rasakan, belakangan ini ia bisa merasakan Aura Seseorang menjadi lebih mudah, terkadang itu malah membuatnya terganggu
Jadinya Sekarang ia mulai, ia tidak tahu apa yang menyebabkan Semua itu, namun tebakannya itu karena teknik pernapasan yang diturunkan oleh gurunya.
Saat Aether dalam Sebuah renungan, Mia datang kepadanya dan melaporkan Secara rinci, apa yang terjadi, dan dari auranya Aether bisa menebak kalau berita yang dia bawah bukanlah Berita Baik.
Dan Sesuai dengan apa yang Aether khawatirkan, Mia benar benar membawa beberapa berita yang tidak mengenakkan untuk di dengar.
__ADS_1