
Ini bukan karena beratnya yang terlalu mengerikan, ini hanya Sebuah pedang dengan bilah satu sisi, dengan panjang kurang lebih satu setengah meter, yang membuat pedang ini terlihat sangat mengerikan disebabkan karena setiap orang yang menyentuhnya maka pedang itu segera menyerap mana dari orang yang menyentuhnya.
Daya Serapnya sangat mengerikan dan terlihat sangat sulit untuk dikontrol, jika mereka ceroboh mereka bisa diserap sampai tidak tersisa mana di tubuhnya dan jika itu terjadi maka akan sangat berbahaya apalagi untuk penyihir seperti aether yang kebanyakan Mana yang dia miliki terletak di tubuhnya.
Kekuatan serap dari pedang itu terlihat, saat tangan dari aether yang berotot tiba-tiba mengering dan menyisakan hanya tulang belakah, mereka Semua panik tapi dengan satu hentakan Aether terlihat bisa mengontrolnya.
“Kembali,” ucapnya
Segera setelah itu Mana yang diserap oleh pedang itu kembali kepada tubuhnya. Melihat hasil dari pedang ini membuat Nether malah tersenyum.
“Aku suka pedang ini, jika masih ada bahan yang tersisa uatkan sarung pedang yang cocok, jika kurang aku akan segera mencarikan bahan yang sesuai dengan nya.”
Mendengar itu mereka berdua akhirnya bisa menarik nafas dengan lega, karena Semenjak pedang itu jadi mereka terus merasa bersalah karena merasa kalau mereka telah gagal memenuhi ekspektasi dari Aether.
“sebenarnya bahan bahan itu telah habis, namun jika kau mau aku memiliki sebuah bahan yang sangat cocok untuk menjadi sarung pedang untuk pedang barumu,” balas Baron.
Ia telah puluhan tahun menjadi seorang pandai besi dari kerjaan besar tentu ia memiliki beberapa harta yang tersimpang di kediaman, ia telah membuat suatu maha karya dalam hidupnya sehingga ia tidak tahu untuk keluar lebih banyak lagi untuk semua itu.
“Lakukan saja semaumu, untuk masalah uang kau bisa menghitungnya belakangan,” ucap Aether santai.
“Dan kau tidak berpikir aku akan kabur bukan?” lanjutnya dengan sedikit bercanda.
“Bahkan jika kau tidak membayarku, aku tidak akan masalah akan hal itu, balas Baron singkat.” Setelah itu ia mulai kembali menuju kediamannya untuk melihat barang barang yang diperlukan untuk membuat sarung pedang itu.
Sedangkan Mia, mengamankan pedang itu untuk sementara waktu, karena sudah lama tidak beristirahat Ia mengajak Aether untuk makan bersama.
__ADS_1
“Jika kau ada Waktu ada baiknya kau pergi mengambil pembayaran mu di Kerjaan,” ucap Aether.
Menurutnya kerajaan semakin lama akan semakin sibuk karena bencana demi bencana yang terjadi di dunia ini. Sehingga jika Mia Terus membiarkannya uang nya disana bisa –bisa ia tidak memiliki kesempatan lagi untuk mengambil uang itu.
“Aku akan pergi mengambilnya Besok,” ia berbicara sambil makan.
Makannya terlihat sangat lahap, jika ada orang yang melihatnya Maka mereka pasti berpikir kalau Mia sudah tidak makan selama beberapa hari, walaupun Aether juga sebenarnya sangat lapar Dengan cara Makan dari Mia yang seperti itu membuatnya tidak bisa makan terlalu banyak
“Untuk kedepannya apa yang harus kita lakukan,” ucap Mia
Ia sudah memutuskan untuk mengikuti Aether sampai dendamnya dengan kerjaan Sidrap terselesaikan. Melihat orang orang sudah mulai bergerak Mia mera kalau aether akan turun dalam medan peran atau sejenisnya.
“aku tidak bisa mengatakan apa-apa soal itu, soalnya masih ada beberapa masalah yang harus aku urus, selama itu lakukan apapun yang ingin kau lakukan jika memang ada pekerjaan aku akan segera memanggilmu, tapi jika boleh menyatakan ada baiknya kau bersiap karena kedepannya pertarungan akan semakin intens,”
Aether terus menjelaskan dengan teliti tentang pergerakan yang akan mereka lakukan, tidak lupa ia menjelaskan kalau ada masalah Biar Diablo yang akan Mengurusnya.
“Ok, Kau bosnya sekarang,” ucapnya santai dan Kini melanjutkan makannya.
Aether menghabiskan banyak Waktu di kediaman Baron, Bagi mereka ini adalah markas untuk berkumpul, jadi beberapa orang kerajaan jika ingin mencari kelompok Aether satu satunya tempat yang mereka bisa datangi adalah tempat ini.
Hari itu Diablo tidak pulang, ia tidak tahu kemana ia pergi namun ia merasa kalau ini berhubungan dengan apa yang ingin dia kerjakan, setelah Malam ia akhirnya pulang menuju penginapan, di sana ia memilih untuk makan malam.
IA disajikan beberapa makan sederhana has makan yang ada di kerajaan Gowa Seperti basang, coto dan beberapa makanan lainya.
Salah satu alasan kenapa ia sangat nyaman disini, adalah sosok pelayan kecil yang terus melayaninya, ini bukan karena aether memiliki beberapa fetish aneh, tapi penampilan dan usianya mengingatkannya kepada adik perempuanya yang telah meninggal.
__ADS_1
Sari terlihat sangat bersemangat untuk melayani Aether, ini setiap ia bertemu dengan aether ia seperti bertemu dengan idolanya.
Tentu Rangga juga mendapatkan makanannya, beberapa daging pangan ia pesan mungkin itu bisa melampiaskan perut rangga tapi setidaknya ia memiliki kepuasan tersendiri karena rasa yang memang enak.
Selama rangga telah mendapatkan Penambahan kekuatan baru, terlihat Rangga terlihat lebih suka bermalas-malasan, ia terus merubah ukuran menjadi seperti anak anjing dan terus bertengkar di kepalanya.
Aether tidak masalah akan hal itu, ia merasa performanya selama pertarungan antar kerjaan sudah cukup Baik, sehingga ia merasa Rangga berhak mendapatkan beberapa waktu untuk istirahat, dan sekarang ia hanya bertugas Sebagai penunjuk arah jika aether berjalan sendirian,
“anak ini Akan selalu bersemangat jika Bertemu denganmu,” ucap ibu sari, sambil terus mengejek anaknya.
Mendengar itu ia Aether hanya tersenyum, walaupun ia bisa merasakan kalau Sari tiba-tiba menjadi lebih malu-malu setelah diejek oleh ibunya.
“Buk, tahu gereja dewa perang?” ucap Aether mengalihkan pembicaraan.
Terlihat ia berpikir dengan Keras, IA tidak menyangka Kalau mencari dewa Perang akan sangat sesulit ini, beberapa orang dia tanya namun mereka terlihat tidak tahu gereja itu pernah ada sedangkan ia yakin kalau Asal dari gereja ini ada di kerajaan Gowa.
Walaupun ada beberapa gereja di Gowa, namun Ia yakin diantara banyak Gereja itu tidak ada di antara di antara mereka yang merupakan Gereja dewa Perang.
“Aku ingat Gereja itu memang telah runtuh jadi sangat sulit untuk para pemuda untuk mengetahuinya, tapi jika kau ingin menemui sisah dari gereja itu kau bisa memita sari untuk menemanimuh, itu adalah sebuah panti asuhan yang sering dikunjungi oleh sari,”; ucapnya menjelaskan kepada Aether dan Sari.
“Jika Seperti itu maka aku akan meminta pertolongan besok,” ucap Aether sambil mengelus-ngelus kepala sari Sebelum naik ke kamarnya.
Terlihat sari sangat senang mendapatkan perlakuan seperti itu, Mamanya juga memberikan jempol kepada Sari tanda ia juga senang melihat istrinya bahagia. Ia tidak khawatir menyerahkan Sari kepada Aether karena Tahu kalau Aether adalah orang yang sangat bertanggung jawab.
Jadi seharusnya tidak akan ada masalah yang menimpah mereka, pikirnya setelah mendapatkan permintaan itu terlihat sari tidak sabar untuk Besok dan berusaha untuk tidur sehingga Hari esok cepat datang.
__ADS_1