
Mereka akhirnya bersiap untuk menyerang, Aether memberikan saran untuk menghadang para ORc di tempat yang lebih jauh dari desa karena supaya tidak menimbulkan keusakan yang lebih banyak bagi pihak Elf.
“Tidak bisakah kau melakukan Seperti apa yang kau lakukan di medang perang kerajaan kemarin?” tanya Mia.
“Walaupun aku bisa melakukannya, apakah ada orang disini, yang setidaknya mendaratkan serangan yang bisa membunuh Semua orang itu dalam satu serangan.” balas Aether.
Memang Jika Aether melakukan nya memang benar masalah ini akan mudah diselesaikan dan memang ia dapat melakukan hal tersebut, tapi mereka kekurangan orang yang memiliki daya Serang yang mampu membunuh lawan dalam satu serangan.
Mia mungkin kuat, dan ia yakin tidak ada orc yang bisa mengalahkannya tapi untuk mendaratkan serangan Seperti itu Aether Ragu Kalau Mia memilikinya.
“Sayang nya kau benar, Aku belum memiliki Sesuatu seperti itu,” Balas Mia.
Mia Sebenarnya memiliki beberapa rancangan untuk membuat Serangan Area Seperti itu, namun untuk membuatnya itu menimbulkan Sebuah resiko yang cukup besar yang Mia Sendiri belum berani untuk menanggungnya.
“Jadi apa kau tidak punya rencana? Jujur saya ini akan memakan banyak Korban jika terus Seperti ini,” Lanjut Mia.
“Untuk Sekarang lihat saja, dan bantu Sebisa mungkin, Kita Sekarang berada dalam hutan, dan Hutan adalah area bertarung para Elf, jadi aku yakin kalau mereka sebenarnya tidak akan kalah dengan mudah, yang menjadi pertarungan Sekarang berapa banyak yang bisa kau dan aku bunuh.”
Aether ingin Mia tetap tenang, dan bagi Aether pertarungan ini tidak Sulit untuk di menangkan, ia juga memberikan saran kepada Elf yang menggunakan pedang besar Tadi bagaimana seharusnya mereka bergerak.
Mia Awalnya berencana untuk memimpin pasukan memanah Para Elf ini, tapi hanya dengan satu sarang dari Aether membuat Rencana itu Gagal, Aether berpendapat kalau mia tidak akan berpengaruh besar jika ia memimpin para elf ini.
Saat ini mereka terus memperhatikan dari Jauh, sedangkan Para Elf yang ada di depan sana sudah mulai bertarung dengan cara bertarung yang mereka kuasai, pertarungan mereka terlihat berimbang walaupun jumlah mereka sangat jauh.
__ADS_1
Elf yang saat itu tidak sampai setengah dari Jumlah penyerang, berhasil membuat Para orc itu sedikit kewalahan, hanya dengan mengandalkan pasukan pemanahnya, sesuai dengan apa yang dikatakan Oleh Aether Para elf ini terus memanfaatkan medan dengan sangat Baik.
Kebingungan sangat terlihat jelas oleh para Orc yang menyerang saat ini, saat mereka mulai kebingungan Serangan kedua datang, itu dipimpin oleh para elf yang menggunakan Pedang, serangan mereka berasal dari depan, mereka muncul bagaikan hantu, dan memangal banyak kepala dari para Orc yang ada disana.
Setelah satu serangan itu, Mereka Segera mundur dan para pemanah mereka kembali menyerang, untuk memberikan kesempatan kepada Para tim pengguna pedang untuk mundur.
Melihat itu Aether Segera memberikan Mia perintah, untuk bergerak, dengan cepat Mia mengeluarkan berbagai peralatannya, Karena Aether memerintahkannya bergerak dari jauh maka IA juga segala Situasi.
Posisi mereka saat ini adalah posisi terpenting yang ada di sini, Sehingga menjadi posisi terbaik bagi Mia untuk menembak.
“Kau tidak bergerak?” Tanya Mia karena melihat Aether yang saat ini masih berdiri disana.
“Tidak bisa Sesekali aku hanya menonton?” keluar Aether.
“Bukan Begitu, Tapi itu sama sekali tidak cocok denganmu jika ada pertarungan dan hanya menonton dari jauh semata.” Ejek Mia yang terlihat tidak peduli dengan keluhan dari Aether dan tetap menyuruhnya untuk ikut bergerak.
Sehingga saat Aether Ingin bergerak maka target Serangan adalah para Orc yang tersebar, IA masih menggunakan pedang pemengalnya untuk membunuh Setiap orc yang dia hadapi, beberapa kali ia akan menyelamatkan beberapa Elf yang terluka dan tertinggal dalam kelompoknya.
Beberapa Orc juga melakukan perlawanan Dan Aether mengakui kalau mereka memiliki kemampuan Fisik yang mengerikan, karena harus menyelamatkan salah satu Elf Aether dan sepertinya sedikit ceroboh dan mendapatkan sebuah pukulan dari salah satu orc yang ada disana.
Pukulan tersebut sangat kuat Hingga membuat Aether terlempar, beruntung ia masih menahan pukulan tersebut dengan menggunakan pedang nya Sehingga ia tidak terlalu terluka karena itu.
Pukulan itu menjadi sebuah tamparan untuk aether Sehingga ia dapat lebih Serius dalam pertarungan ini, setelah itu mendapatkan pukulan itu terlihat ada Sebuah Senyuman yang ada dimuka Aether, Mia yang melihat itu hanya bisa kasihan melihat para Orc yang akan menjadi Lawan- lawan dari Aether nantinya.
__ADS_1
Dengan satu Tembakan dari Mia Sudah bisa membunuh 3 atau 4 orang dalam satu kali jalan, Dan Aether dengan Pedang besarnya Terkadang dapatentu menebas satu dua Orang dalam satu tebasan, sehingga dalam keadaan dimana mereka tidak memiliki pemimpin membuat momentum dari Para Orc menjadi kacau dan semakin mempermudah kelompok Elf untuk bergerak.
Hingga Akhirnya mereka bisa memenangkan pertarungan ini dengan korban yang jauh lebih sedikit dari perkiraan, Mungkin ada beberapa ada beberapa meninggal, namun itu masih dipahami melihat Kemenangan yang mereka lalui ini.
Teriakan kemenangan dan mereka dengar, Rasa bahagia terlukiskan oleh Para Elf yang ada disana, Sedangkan Aether setelah pertarungan Selesai lebih memilih menjauh, dan membiarkan Mia menyelesaikan sisanya.
IA lebih menyendiri, di Sebuah pohon besar yang tidak jauh dari tempat Para Elf tinggal, entah kenapa Belakangan ini ia Lebih suka menyendiri daripada bergabung dengan kemeriahan yang sedang terjadi di tempat para Elf
Aether hampir lima tahun lebih terus Sendiri, sehingga saat berada di keramaian pada akhirnya membuat merasa tidak Nyaman.
“Aku tidak tahu Kalau Bos Kita jago dalam bermain Musik,” ucap Mia yang mendatangi Aether.
Tidak terlalu sulit untuk menemukannya dalam hutan lebat padai malam hari Seperti ini, apalagi Aether pada saat itu tengah memainkan Sebuah seruling yang bisa mengkonfirmasi keberadaannya.
“aku tidak mengira kalau Suara Nya masih bisa terdengar pada saat perayaan dari Para Elf yang seperti itu, jadi ada apa?” balas Aether
Aether sama Sekali tidak berniat untuk membahas bagaimana ia bisa bermain Seruling, sehingga ia mengalihkan pembicaraan tentang alasan Mia mendatanginya.
“Tidak ada alasan khusus, Hanya tidak terlalu nyaman untuk berada di kumpulan Makhluk yang tidak satu ras denganmu bukan,” balas Mia
“Seperti beberapa Waktu yang Lalu ada orang yang sangat ingin bertemu dengan Ras Lain, sekarang setelah bertemu Sepertinya ada yang kecewa dengan apa yang dia lihat,” ejek Aether.
“Aku tidak membantah itu, lagian aku tidak merasa apa yang aku lakukan itu salah.”
__ADS_1
Mereka saat itu akhirnya berbicara sambil menikmati malam. Walaupun awalnya pembicaraan mereka terdengar sangat santai namun Pada akhirnya mereka hanya membicarakan tentang rencana mereka masuk dalam dungeon kedepannya.