
Semenjak pertarungan melawan para Goblin, Hanya Jason yang terlihat tidak terlalu bersemangat, itu terlihat masih ada beberapa hal yang mengganggunya, Daryani yang sadar akan Hal itu, kesana untuk menanyakan apa yang terjadi diantara mereka.
“Kau tahu, serangan terakhir kita?” tanya Jason kepada daryani tentang serangan mereka kepada pahlawan goblin.
“Tentu, apa ada masalah?” balas Daryanani.
“Di beberapa detik terakhir saat kau dan yang lainya belum siap, sebenarnya sihirku sudah tidak bisa bertahan menahan goblin itu, tapi karena ada seseorang yang membantu membuat mereka masih berhasil menahannya,” yang terlihat sedikit kecewa dengan hal itu.
“Aku tahu, Sepertinya Aether membantu dengan sihir gravitasinya bukan? Terus apa yang membuatmu terganggu akan hal itu.” Daryanani pada dasarnya tahu kalau di detik terakhir ia juga sempat merasakan adanya sihir Gravitasi Aether yang terlibat di dalamnya, tapi ia tidak masalah akan hal itu.
“sulit mengatakannya, tapi ada beberapa hal yang membuatku merasa malah tidak berguna Jika mengingatnya , atau singkatnya kebangaan laki-laki mungkin! Aku juga tidak tahu,” Ucap Jason dengan sedikit tersenyum.
Para pahlawan saat ini pada dasarnya mengalami masalah yang sama, yaitu mereka sangat iri dengan kemampuan yang di perlihatkan kelompok Dari Aether, tapi dengan kemenangan ini setidaknya mereka bisa menjaga nama baik mereka di mata masyarakat pribumi.
“Kalau kau terus terbebani dengan gelar pahlawan yang ada disana maka hidupmu tidak akan tenang selama berada disini, sekarang kau hanya memiliki dua pilihan berusaha tidak terganggu dengan gelar pahlawan mu atau berusaha menikmatinya sebagai orang yang menyelamatkan kerajaan pinrang.”
“Kau mengatakannya seolah-olah tekanan dari masalah ini akan berkurang setelah menyelamatkan sebuah kerajaan,” Balas Jason, Jason yakin dengan mereka yang berhasil menjadi penyelamat sebuah kerajaan Tumpuan untuk menjadi sebuah pahlawan dari Dunia ini akan menjadi semakin terlihat nyata.
“Semuanya tidak akan berakhir hanya dengan mengeluh seperti itu bukan?” balas Daryanani.
“IA, ia, aku mulai berpikir untuk menjadi murid mereka jika keadaannya menjadi semakin tidak terkendali,” gumam jason dengan sedikit bercanda.
“ide yang Bagus, tapi sebelum itu ada baiknya kau berlatih untuk banyak bicara karena salah satu syarat masuk di sana adalah memiliki mulut yang pedas dalam mengejek seseorang,” Balas Daryanani dengan sedikit bercanda.
Baginya Kelompok Aether hanya berisi dengan Orang –orang yang ahli bicara atau setidaknya mereka adalah orang yang ahli dalam mengejek Seseorang.
__ADS_1
“Hahaha, sepertinya Kau sangat tidak suka sisi itunya,” Balas Jason dengan sedikit tertawa.
Tentu ia membenarkan Perkataan dari Daryani yang mengatakan kalau kelompok Aether adalah kelompok manusia bermulut pedas yang pernah ia lihat, “Tapi itu yang membuat mereka sangat ahli dalam Negosiasi,” lanjut Jason
Saat Jason sedang berdiskusi bersama Daryani, Zeus telah sampai di hadapan Hasanuddin, untuk menyampaikan pesan dari Aether dan Nomos, “Hahaha,” setelah menyampaikan pesannya zeus malah di perlihat sebuah situasi canggung.
Dimana ia mendapati Hasanuddin tertawa lepas, “Bawah aku bertemu dengan mereka,” Hasanuddin terlihat tidak ingin menjawab, ia malah berniat untuk bertemu dengan Aether Dan Nomos.
“Tapi,,,,” Zeus terlihat Ragu untuk membawa Hasanuddin, Karena Gelagak Ane Dari Hasanuddin seperti ini.
“Apa yang kau takutkan, disana Ada Nomos walaupun aku berniat mengacau, apa menurutmu aku bisa melakukan apa-apa” Ucap Hasanuddin yang melihat keraguan dari Zeus.
Setelah dipikirkan lagi, Zeus merasa ucapan dari Hasanuddin ada benarnya, Ia tidak tahu Mana yang lebih kuat antara hasanuddin atau Nomos, tapi jikapun mereka bertarung tentu Aether dan kawan tidak masalah kalau Kabur.
Zeus memberikan beberapa kode kepada Rangga, dan setelah beberapa saat Sebuah gerbang teleportasi terbuka, Gerbang teleportasi di buka Oleh Diablo disana mereka sedang berada dalam area berpasir yang sangat luas.
“Para anak mudah yang bersemangat, Jangan ganggu mereka, jika ada pertanyaan kau bisa menanyakan itu kepadaku?” ucap Nomos yang ada di sampingnya.
Setelah beberapa perdebatan, Pelatihan ini akan terdiri dari dua kelompok yaitu organisasi bentukan Diablo yang tentu diketuai Diablo, melawan Aether, Hades, Mia dan yang terakhir Zeus yang akan bergabung.
Pihak dari gereja tidak bergabung dalam pelatihan, mereka akan menjadi unik medis jika ada yang terluka dalam pertarungan ini.
“Ingat peraturannya Simple, kompetensi akan berakhir jika tidak ada pihak yang tidak bisa berdiri lagi dari kedua belah pihak.”
“Sepertinya aku tidak rugi untuk datang ketempat ini,” ucap Hasanudin yang melekat kedua belah pihak siap untuk bertarung.
__ADS_1
“Jadi bagaimana keputusanmu? Tentang ide yang akan mereka jalankan,” Balas Nomos.
Mereka bisa mengobrol dan melihat apa yang akan diperlihatkan anak –anak yang ada di sana, “Aku cukup terkejut setelah mendengar kau bersiap untuk turut ikut dalam medan perang kali ini.”
Saat mendapatkan kabar dari Zeus tentang ide mereka untuk menyerang kerajaan Orc, ia sangat tertarik setelah mendengar kalau Gereja Perang akan dipimpin langsung oleh Nomos disana.
“Aku tidak akan bertarung disana, tapi terlepas dari Itu, aku merasa memang sudah waktunya melupakan masa lalu, dan melihat masa depan apalagi saat ini pergerakan para pemuja iblis terlihat semakin aktif,” Balas Nomos
Siapapun mengenal Nomos mereka pasti Tahu kalau Nomos sudah tidak pernah ingin turun dalam medan perang, Nomos dulu bukanlah seorang orang yang aktif di gereja, namun karena beberapa alasan ia berusaha menjauh dari medan perang dan aktif di dalam gereja sebagai ahli dalam penyembuhan.
“Seberapa yakin kalian rencana ini akan berhasil?” bukannya menjawab Pertanyaan dari Nomos, Hasanuddin malah berbalik bertanya kepada nomos tentang rencana mereka.
“Sepertinya kau mulai kurang ajar bocah, itu sebuah tergantung keputusanmu, tentu tingkat keberhasilannya akan sangat tinggi jika memang kau setuju untuk bekerja sama, tapi sepertinya jika pun kau tidak ikut dalam rencana mereka maka dipastikan anak itu masih memiliki beberapa opsi pilihan lainnya.”
Tentu Dengan bergabungnya pihak kerajaan Gowa dalam rencana Aether dan yang lain akan membuat Rencana aether memiliki persentase keberhasilan yang sangat tinggi, Tapi Nomos juga berpikir Kalau Aether memiliki beberapa opsi pilihan, karena yang dari awal mengajukan ide ini adalah Aether sendiri.
Contohnya Saja pihak dari elf di sebelah hutan kerajaan bone, nomos merasa selama Aether meminta mereka tidak ragu untuk memberikan bantuan, mungkin para elf yang ada disana terlihat lemah tapi setelah mereka mendapatkan kembali temannya para peri maka mereka telah menjadi kekuatan sendiri di kerajaan Bone.
Bahkan Mia dengan penemuan-penemuannya secara tidak langsung membuat para Elf disana juga berkembag kearah yang lebih baik dari hari kehari.
“Jadi aku juga tidak memiliki pilihan bukan, karena seharusnya kau juga bisa menebak kalau saat ini kerajaan butuh beberapa suntikan Moral untuk sebuah kemenangan dalam perang.”
Pada akhirnya Hasanuddin mengakui kalau saat ini mereka memang membutuhkan bantuan yang lebih besar untuk membuat mereka kembali dalam posisi yang stabil, Kerajaan Gowa pada dasarnya bukanlah kerajaan yang memiliki Struktur ekonomi yang stabil.
Itu terbukti dengan adanya kelompok kelompok seperti Sekte pengemis, atau Kelompok yang dipimpin oleh yami yang kebanyak dari Mereka adalah sekolah yang bukan berasal dari kalangan bangsawan, dimana saat ada kekacauan dunia seperti ini, itu akan sangat mengganggu struktur ekonomi dari kerjaan.
__ADS_1
Dan jika tidak segera diselesaikan itu akan menyebabkan masalah jangka panjang yang tidak bisa diselesaikan.