Pedang Buta

Pedang Buta
sang kapten aether


__ADS_3

Mendapatkan tanggapan seperti ini membuat Yeremia tidak bisa berkata apa-apa,  sepanjang kehidupannya ia tidak pernah berada dalam situasi seputus asa ini, sehingga ia benar benar kebingungan harus melakukan apa.


“Dari awal aku memang tidak berharap untuk mendapatkan jawaban darimu, yang ingin kukatakan jangan bersikap hanya kau yang menderita di dunia ini, karena itu membuatku sangat muak,” Ucap Nomos menutup omongan yang sangat panjang dan mempersilahkan Yeremia Segera pergi dari tempatnya.


Setelah Yere Pergi, “Aku tidak percaya anda bisa bicara banyak bicara seperti tadi,” Ucap Diablo dengan sedikit bercanda.


Yang ia tahu selama ini Ia tidak pernah melihat Nomos berbicara sebanyak itu, yang dia lihat selama ini Nomos adalah tipe orang yang  hanya berbicara tentang hal penting semata dan sangat jarang berbicara panjang lebar seperti tadi.


“Kau hanya kurang mengenalku, kedepannya mungkin kau akan lebih sering melihat hal seperti ini kedepannya, Yang membuatku lebih terkejut kenapa kau malah mebantunya?” Kali ini Nomos malah balik bertanya kepada Diablo.


“Entah, sejujurnya aku juga tidak mengerti! Yang aku lakukan saat ini hanya terus mengikuti arus dengan apa yang telah bosku lakukan, beberapa hal darinya memang sungguh sangat sulit untuk dipahami, contoh besar kenapa hingga saat ini ia tidak membunuh tuan putri dari Kerajaan Sidenreng, sedangkan selama ini ia sudah memiliki berbagai peluang untuk membunuhnya.”


Diablo sangat jujur, terkadang ia benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya bosnya sedang pikirkan,  “Jika ia hanya ingin membuat Anastasia menderita ini seolah olah berjalan dalam arah yang salah,” Lanjutnya diablo.


“Apa menurutmu, ia masih ragu dalam balas dendamnya,” ucap Nomos memberikan pendapat.


Nomos telah hidup lama dan telah melihat berbagai orang yang ada di dunia ini, ia juga telah melihat puluhan orang yang memiliki dendam seperti Aether, tapi banyak diantara mereka yang pada dasarnya adalah orang baik, jadi akan ada beberapa pertentangan saat Aether sedang berusaha membalas dendamnya.


“Mungkin, terkadang aku melihat Bosku adalah dua orang yang berbeda, Jadi sangat sulit untuk menebak apa yang sepernya yang ada dalam pikirannya,” Diablo tidak membisa membalas Apa-apa perkataan dari Nomos memang masuk akal, tapi  untuk tahu apa yang ada dalam pikiran aether itu adalah perkara yang lain lagi.


“Dan terima Kasih telah mengucapkan hal seperti tadi,” lanjut Diablo.


.......

__ADS_1


Sedangkan Aether saat masih berkutat mendidik beberapa orang yang telah ditugaskan kepadanya, ia masih harus mengambil hati mereka.


Dengan keadaan Aether mereka terus meragukan kemampuan dari Aether, “Berikan aku waktu selama satu minggu, jika kalian tidak puas dengan kinerjaku kalian dapat pergi, dan ku jamin tidak ada yang mempersulit kalian,” ucap Aether kepada Sepuluh prajurit yang dikomandoi.


Ia saat ini  berada tempat pasukan, aliansi untuk melawan salah satu raja Goblin yang paling mengerikan.


Pasukan ini dipimpin oleh salah satu Jendral paling berbakat yang ada di daerah Sekitar, mereka diberikan waktu Selama dua minggu untuk saling mengenal setelah itu mereka akan memulai serangannya kepada para goblin.


Para pasukan yang ada disini adalah beberapa orang manusia biasa yang memiliki kemampuan dalam menggunakan senjata yang cukup baik, sedangkan orang orang yang memiliki Grimoire akan memiliki jabatan yang lebih tinggi.


Salah salah alasan kenapa Aether dapat diterima dalam pasukan karena menurut mereka grimoire dari Aether memang sangat berguna.


Tentu dalam pasukan ini Orang yang memiliki grimoire paling tinggi adalah Sang Jenderal, itu pun hanya memiliki grimoire berbintang 3,  ini menunjukan perbedaan antara kerajaan besar dengan kerajaan kecil yang ada disekitar.


Di hari pertama Aether sudah menghancurkan kepercayaan diri Dari prajurit yang menjadi pasukannya, bagi para prajurit mereka akan terus berbaganga dengan kemampuan mereka dalam mengunakan senjata.


Tapi di hadapan dari Aether semua kemampuan mereka tidak berarti apa-apa, mereka semua dikalahkan hanya dengan beberapa gerakan.


Dua hari setelah itu ia memanfaatkan kesempatan untuk memperbaiki kemampuan mereka dalam bertarung, dan memberikan beberapa arahan yang harus mereka lakukan dalam pertempuran.


Terutama saat melawan musuh yang banyak atau musuh yang lebih kuat, simulasi ini menurut aether sangat diperlukan apalagi ia tahu kalau mereka tidak memiliki pengalaman untuk terjun langsung dalam medan perang yang sesungguhnya.


Di hari selanjutnya mereka diajak aether untuk memburu beberapa monster yang ada di sekitar tempat mereka berkemah, dan dari sana mereka mulai menyadari kalau metode dari Aether memang benar membuat mereka menjadi lebih baik dalam bertarung.

__ADS_1


Tindakan itu membuat mereka tidak lagi memiliki keraguan tentang kemampuan dari Aether, karena beberapa kali mereka melihat Saat mereka tidak bisa melawan para monster maka dengan mudah Aether mengalahkannya.


Setelah satu minggu berlalu mereka semua tidak ada yang memutuskan untuk terus melanjutkan berada di dalam perintah dari Aether, sehingga latihan itu terus berlanjut bahkan di beberapa kesempatan saat Aether harus menghadiri rapat strategi, maka mereka mulai berlatih sendiri tanpa  bimbingan dari Aether.


Beberapa hari sebelum keberangkatan mereka untuk melawan salah satu dari Raja goblin,  malam itu semua orang sudah terlelap, hanya menyisakan beberapa orang yang masih bertugas di sekitar area mereka berkemah.


Malam itu Aether tidak tidur karena perasaannya sedang tidak enak, jadi ia memutuskan untuk sedikit menjauh dari berusaha melatih seni bermusiknya.


Karena ia sedikit menjauh dari pertumbuhan ia terlambat menyadari kalau di perkemahan sedang mengalami serangan.


Aether berusaha secepat mungkin menuju tempat dimana para prajuritnya berada, dan ia cukup bersyukur setelah melihat mereka dalam keadaan baik baik saja, walaupun mereka saat ini sedang dalam keadaan terdesak karena serangan ini terlalu mendadak.


“Bagus, dalam situasi apapun kalian harus tenang, Jangan lupakan perasaan seperti ini,” ucap Aether memberikan pujian, ia juga langsung membunuh Goblin yang mendesak mereka.


“Kapten!” ucap mereka bersamaan.


Tentu mereka sangat senang setelah melihat Aetehr dalam keadaan baik baik saja,  dengan adanya Aether disini membuat mereka semakin bersemangat untuk melawan Para goblin sialan ini.


“Kau jadi pemipn semenatara dalam grup ini, pandu mereka untuk menyelamatkan Grup lain, aku akan bergerak untuk melihat keadaan para pemimpin.” Ucap Aether menunjuk salah satu prajurit didikan untuk menjadi pempin semenatara dalam grupnya.


Ada goblin di mana –mana bahkan ada beberapa Hobgoblin yang sepertinya memimpin para Goblin ini. Aether saat ini tidak ingin terlalu menunjukkan kemampuannya Sehingga ia hanya menggunakan kemampuan berbepadangnya untuk membuanuh setiap goblin yang ada di sini.


Dengan menggunakan pedang pemenagalnya semua goblin itu, tidak ada yang lolos dari tebasan dari Aether, setelah bertarung cukup lama akhirnya Aether menemukan yang saat ini jendral mereka sedang dalam keadaan terluka dan saat ini berusaha dilindungi para bawahannya.

__ADS_1


 


__ADS_2