Pedang Buta

Pedang Buta
siapkan pasukan


__ADS_3

Saat pidato yang menggebu gebu dari Aether masih berlangsung, tiba-tiba Muncul sebuah gerbang teleportasi yang sangat besar, dengan munculnya gerbang teleportasi itu membuat pidato ini sempat terhenti, apalagi setelah melihat Rombongan tersebut berasal dari gereja perang.


“Yang ada di sini hanya tim penyembuh, sisanya telah berangkat untuk membuat Tempat mendarat kita menjadi lebih sempurna,” UCAP Nomos yang memperkenalkan pasukan yang dia bawah.


“Semua pasukan yang ahli dalam bidang penyembuhan semuanya ada berada dalam perintahmu, Tapi item yang kau janjikan sudah siap bukan?”  ucap Aether, yang Aether Maksud disini beberapa orang yang ada di bawah komando dari organisasi Yang Aether dan Diablo buat.


“Siap, dengan persentase pemanggilan 90% persen berhasil, asalkan Tumbal yang diinginkan ada semuanya tidak akan menjadi masalah.” Balas Nomos, yang memperlihatkan item yang dulu pernah Aether berikan kepada Nomos.


Sesuai dengan apa yang dikatakan Nomos, item tersebut dapat digunakan untuk memanggil arwah dari orang masa lalu selama satu 24 Jam, tapi untuk melakukan hal tersebut membutuhkan berbagai hal yang sangat ribet, tapi semua itu dapat diatasi jika mereka menggunakan metode  yang telah digunakan para Gereja kegelapan untuk menggunakan pusaka mereka.


Salah satu metode yang sering digunakan para pengikut kegelapan adalah dengan menyediakan tumbal untuk  memanggil roh seperti yang mereka inginkan, Dan aether dan yang lainnya akan menggunakan cara lama seperti  itu.


mereka dan yang lainnya  telah menyiapkan tumbal yang sangat cocok untuk memanggil sosok orang yang mengerikan seperti gurunya, Itu tidak lain Para Goblin elit yang sempat mereka lawan di kerajaan pinrang.


“Sepertinya kalian melakukan pekerjaan besar beberapa hari ini,” Puji Nomos.


Ia cukup Takjub setelah melihat berbagai mayat yang ada disana, “pahlawan para Goblin dikalahkan oleh para pahlawan dari Pihak manusia buka kami,” Bantah Aether.


“Itu malah membuktikan kalau pekerjaan kalian menjadi lebih baik, Jika bukan kalian bukanlah orang yang mengalahkan pahlawan para goblin, maka beberapa waktu kedepan perhatian dunia akan kembali mengarah kepada penaklukan goblin tersebut,” ucap Nomos yang menjelaskan kalau rencana mereka akan semakin lancar Saat Aether meminimalkan perhatian dunia.


“Sekarang kita perlu beberapa jebakan untuk membuat rencana ini berjalan semakin baik,”  balas Aether.


Rencana mereka adalah untuk lasung berteleportasi menuju istana utama para Orc dan langsung mengalahkan pahlawan yang ada disana  menggunakan bantuan dari guru Aether.


Untuk membuat Rencana itu berjalan dengan baik mereka masih membutuhkan Rencana lain untuk membuat Istana Para Orc menjadi semakin sedikit orang yang ada di dalamnya.

__ADS_1


Mereka tahu kalau saat ini  perang masih terus terjadi,  jika pihak manusia hanya terus bertahan Maka itu tidak akan cukup untuk membuat pancingan yang Cocok untuk Aether  melakukan tugasnya.


“Apa kita harus meminta bantuan kepada Hasanuddin?” Ucap Hades


Satu satu jalan saat ini adalah dengan meminta bantuan kepada Hasanuddin,  Tapi Aether terlihat sedikit ragu untuk meminta bantuan dari orang tua sialan itu karena beberapa kali saat ia membuat kerja sama dengannya ia berada dalam pihak yang merasa dirugikan .


Ini membuat Aether secara sadar sangat malas untuk membuat kerja sama dengan orang itu , “Jika itu yang kalian Khawatirkan, Aku mendapatkan beberapa kabar kalau sebenarnya bukan hanya kita yang akan berusaha mengakhiri perang ini,” ucap Nomos.


“....?” Mereka tidak mengerti tentang apa yang dimaksud oleh Nomos selama beberapa hari ini perhatian mereka terus tertuju kepada para Goblin,  menurut informasi  dari Nomos  beberapa orang yang telah masuk dalam medan perang.


Mereka merasakan kalau Pergerakan dari kerajaan Gowa terlihat mencurigakan dan beberapa kali mereka juga melihat pasukan dari partai pengemis juga mulai memperlihatkan batang hidungnya .


Posisi dari kerajaan Gowa saat ini berada dalam posis yang sama sekali tidak menguntungkan yang membutuhkan penyelesaian  secepat mungkin, dimana berbagai kerajaan musuh berusaha untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang mereka.


Sedangkan mereka tidak bisa meninggalkan medan perang, Karena terikat dalam perjanjian dengan seluruh kerajaan manusia yang ada dalam dunia, Jika sampai ia tidak mengirim pasukannya maka dipastikan mereka akan menjadi target diskriminasi dari para kerjaan yang masih bertahan lainnya.


walaupun Nomos mengatakan Hal seperti itu, ia tetap membiarkan Aether yang akan menjadi pengambil keputusan utama dalam rencana ini.


“Dan setelah di ingat ingat, Bagaimana perkembangan gereja di kerajaan sidenreng?” Ucap aether yang mengalihkan pembicaraan.


berbeda dengan yang Nomos Harapkan bukannya menjawab diskusi mereka, AEther terlihat mengalihkan pembicaraan menuju arah yang lain, tapi ia tetap mengikuti apa yang Aether inginkan, karena pada akhirnya Ia melihat Aether tetap mengutus Zeus untuk bertemu dengan Hasanuddin untuk membicarakan ini.


“Berjalan dengan baik, walaupun ada beberapa penolakan dari gereja yang telah berdiri lama disini, tapi semua dapat diatasi dengan jalan kekerasan,” Ucap Nomos santai.


“Senang mendengarnya,  Tidakkah kau ingin memberikan kami beberapa hadiah karena berhasil membuat negosiasi berjalan dengan baik,” Ucap diablo yang memotong pembicaraan Nomos , Aether  dengan candaannya.

__ADS_1


“Kalau kau berani ada beberapa potion buatanku, kau bisa mengambilnya,” Balas Nomos dengan tersenyum tidak kalah dengan Diablo.


Dengan Ucapan seperti itu berapapun tingkat keberanian Diablo ia tidak akan membalas perkataan tersebut,  Karena ia sendiri yang bisa merasakan bagaimana Mengerikannya Nomos dalam mode seperti itu.


“Sudahlah, kalian saat ini berada di depan pasukan, tidak bisakah kalian lebih dewasa,” Balas Mia.


“Benar, Karena Archbishop dari Gereja dewa perang bersama dengan kita aku memiliki sebuah Ide, Yang sangat menarik,” ucapnya sambil tersenyum.


Aether pun menjelaskan Idenya, yaitu dengan memanfaatkan kemampuan penyembuhan dari Nomos untuk membuat pelatihan nyata mungkin untuk para pasukan yang akan terjung dalam medan perang.


Dimana Kelompok yang terdiri dari Aether,Hades dan Mia akan berusaha bertahan sekuat tenaga dari serangan dari kelompok yang tersisa, tentu kelompok dari Aether  akan diperbolehkan untuk menyerang agar tidak tertangkap dalam pelatihan tersebut.


Semua yang ada disana adalah orang orang yang gila akan pertarungan,  sehingga dengan mudah kesepakatan akan terjalin beberapa dari mereka sangat penasaran dengan kemampuan bertarung dari Aether.


Jadi disini Aether, Hades, dan Mia akan berusaha ditangkap oleh puluhan orang yang tersisa, mereka bisa melakukan segala cara untuk tidak tertangkap.


Mereka telah mengakui Kalau Aether adalah pemimpin organisasi ini, tapi sebelum mereka melihat secara langsung bagaimana kekuatan dari ketua mereka tentu akan ada perasaan yang menjagal.


“Lapor, apakah kami juga akan ikut?”  ucap Sebastian.


Sebagai ketua divisi mereka tentu Juga ingin ikut dalam kesempatan ini, “Tentu, semua yang ada disini boleh ikut kecuali Archbishop kita yang akan berpartisipasi sebagai wasit sekaligus orang yang menyembuhkan orang yang terluka terlalu parah.


Nomos juga terlihat tertarik dalam ide tersebut, mereka juga tidak sedang dalam keadaan terburu-buru sehingga Mereka berencana menjadikan ini sebagai pesta keberhasilan karena berhasil mengalahkan para Goblin.


Zeus tidak berpartisipasi karena ia mendapatkan jatah tersendiri untuk menyampaikan beberapa surat kepada Hasanuddin, Jika ia cepat masih ada tempat untuknya mengikuti pertarungan ini.

__ADS_1


 


__ADS_2