
Setelah pembicaraan yang lama itu keadaan kembali santai, Mia berusaha mencairkan suasana dengan menanyakan nama baru dari pedang Aether. Ia menanyakan itu karena melihat pedang tersebut telah tergantung di pinggangnya.
“Pembelah Neraka,” jawabnya singkat.
“Tidakkah Kau berpikir itu terlalu berlebihan,” balas Diablo dengan tersenyum.
Memberikan nama Sebagai pembelah neraka membuatnya Terlihat dapat membelah apapun, jadi Siapapun yang mendengar itu pastikan Akan mengatakan hal yang sama dengan apa yang Diablo katakan.
“Mau melihatnya?” ucap Aether dengan Sedikit menantang.
“Ok,” ucap Aether sambil tersenyum.
Ucap mengucapkan hal itu diablo segera membuka Sebuah gerbang teleportasi, ia segera tiba di sebuah area rerumputan, dan tidak jauh dari disana ada Sebuah bukit kecil.
Aether tidak terlalu banyak basa-basi ia langsung mengeluarkan kekuatan penuhnya, dan mengeluarkan pedangnya dari sarung pedangnya, sekarang terlihat pedang itu terus menyerap mana yang ada di tubuh Aether.
Mereka yang ada disana bisa tahu kalau Saat ini Aether tega melapisi pedangnya dengan Sihir gravitasi yang dia miliki.
Setelah itu Aether mengayunkan Pedangnya mengarah kepada bukit tersebut, ia berencana untuk membuat sebuah goresan di bukit itu, namun sebelum ia sadar ia malah membuat bukit itu menjadi aneh karena segera dari Aether berhasil membelah bukit itu menjadi dua bagian.
“Bang!” terdengar bunyi dari serangan dari Aether menghantam bukit tersebut.
“Diablo hanya bisa bersiul melihat hal tersebut, sedangkan Mia hanya bertepuk tepuk tangan bersama dengan Baron yang ada disana .
Terlepas dari kekuatan serangan dari Aether, terlihat kalau Aether masih terlihat kesusahan untuk membuat pedang itu tunduk kepadanya.
“Pedang ini cocok untuk namanya bukan?” ucap Aether dengan sedikit senyuman, ia tentu ingin berbangga walaupun ia Sendiri terkejut dengan apa yang terjadi.
“YA sepertinya itu lanyak dengan namanya, tapi selama kau tidak dibunuh oleh pedangmu sendiri, karena jika kau dibunuh oleh pedangmu sendiri, itu akan menjadi sebuah kejadian terlucu selama dunia ini tercipta,” ucap Diablo menasehati Aether.
“Itu akan menjadi lelucon jika benar-benar terjadi,” ucap Mia yang mengikuti Diablo.
__ADS_1
Mereka kembali menuju tempat dari Baron, karena sudah menjelang malam, Aether berniat kembali menuju penginapan, karena saat ini sari ada bersama dengannya tentu ia tidak ingin ibu sari khawatir Sehingga mereka harus Segera kembali.
Dengan adanya diablo disana semua itu menjadi lebih mudah, sehingga mereka dengan sampai dengan cepat. Sampai disana ia memang telah ditunggu oleh ibu dari Sari.
Setelah sampai di rumah Sari langsung berlari menuju ibunya dan bersemangat menceritakan apa yang terjadi, tentu dengan semangat berce
cerita tentang apa yang telah ia lalui hari ini, sedangkan Aether tidak berniat untuk mengganggu mereka lebih jauh.
Ia segera naik ke atas kamarnya, dan disana terlihat Diablo telah menunggu, sudah lebih dari beberapa tahun ini Aether tidak pernah tidak pernah terlalu banyak tidur, ia Sudah cukup istirahat kemarin.
Jadi sekarang ia tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini, ia juga tidak terlalu terburu- buru, Karena Pastinya Mia akan ada banyak yang harus dipersiapkan Sebelum keberakatan yang akan mereka lakukan.
“Banyak Pikiran Bos?” Tanya diablo langsung
Sangat Jarang melihat ekspresi dari Aether yang seperti itu sehingga setelah melihatnya Secara langsung bertanya apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran dari Aether.
“Tidak ada, aku hanya ingin kau mengantarku ke suatu tempat,” ucap Aether
Mendengar itu Diablo tidak banyak bertanya Sehingga ia langsung membuatkan gerbang Teleportasi menuju sebuah lokasi yang dimaksudkan Aether.
Karena diablo tidak pernah ketempat yang diinginkan Aether, Diablo hanya mengantarkannya menuju tempat yang terdekat yang dikunjungi dan bersama menuju tempat itu bersama dengan Aether.
“Ini adalah benar-benar tempat yang indah, Bukankah seharusnya kau mengajak perempuan daripada laki-laki sepertiku?” jawab diablo.
“Jika aku bisa pergi ke sini dengan mudah Mungkin aku juga akan membawa perempuan, lagian aku juga membawamu karena kau bisa menjadi transportasi yang baik,” ucap Aether ketus
Sambil mengatakan itu, ia juga berbaring di padang rumput yang ada disana dan menghadap langit
“Seindah apapun langit saat ini, yang kulihat hanya Sebuah kegelapan,” lanjutnya. Yang bisa Aether lakukan saat ini hanya bisa membayangkan apa yang dulu yang pernah ia lihat
Mungkin Aether bisa berjalan di daratan karena ia telah belajar sihir, tapi jika ia ingin melihat langit maka kemampuan sihirnya itu sama sekali tidak berfungsi.
__ADS_1
“Keadaan mu yang seperti ini membuatku takut,” ucap Diablo, yang juga mengambil posisi berbaring di samping Aether, tapi sekarang ia tidak berkomentar apa-apa.
“jadi bagaimana Rencanamu, untuk membentuk sebuah pasukan bersama dengan Sebastian.” Ucap Aether tiba-tiba.
“Jadi Kau bisa menebaknya? Semuanya berjalan dengan baik, kami berhasil mengumpulkan beberapa anggota terbaik kami dahulu, hingga beberapa waktu kedepan kami hanya perlu melakukan perekrutan secara besar besar” Diablo pada akhirnya menjelaskan rencananya.
“Kau tahu, apa yang kau pikirkan juga hal yang sama dengan apa yang ingin kulakukan dengan ereja perang, itulah kenapa aku memitamu memberikan beberapa bantuan kepada mereka jika aku tidak ada disni.”
“Jadi apa Sekarang? Bukan ini menjadi kesempatan yang baik untuk membuat kekacauan di kerajaan sidenreng.” Ucap Diablo.
“Menurutmu, apa kerajaan Besar akan selemah apa yang kita perkirakan.”
Menurut aether saat ini Diablo terlalu meremehkan para kerjaan Besar, mereka mungkin saat ini yang terkuat di generasi mereka, namun Kerajaan besar tentu tidak akan mendapatkannya namanya Semudah itu.
Di setiap kerajaan besar akan ada beberapa Monster tua yang akan bersembunyi dan Aether yakin mereka belum bisa mengalahkan para orang tua itu, Contoh besar saat ini di kerajaan Gowa ada seseorang seperti NoMos.
Terlihat Diablo berpikir Sejenak, Sebelum akhirnya mengakui kalau apa yang aether katakan adalah benar, mereka pada saat itu terus membicarakan beberapa hal tentang apa yang harus melakukan kedepannya.
“Diablo menurutmu aku itu orang seperti apa?”
Sebuah pertanyaaan baru yang kini, Aether lemparkan kepada Diablo, membuat diablo kembali berpikir keras untuk menjawabnya, ia tahu kalau Aether tidak akan menerima sebuah jawaban yang sederhana yang Terkesan basa basi.
“Jujur aku tidak tahu, mungkin jika orang lain yang kau tanya mereka mungkin akan berpikir kau adalah sosok aneh yang suka bertingkah Konyol, tapi untuk Orang-orang Seperti aku, terkadang kami bisa tahu kalau beberapa Senyum yang kau lontarkan adalah sebuah senyum palsu, sehingga jika Kau bertanya padaku sekarang aku hanya bisa menjawab tidak tahu, karena bagiku kau adalah sosok yang misterius.”
Setelah berpikir Keras Akhirnya diablo Mulai menjelaskan Apa yang ada di pikirannya, sesuai dengan apa yang dijelaskan mungkin kebanyakan orang, Aether adalah sosok Koyol dan murah Senyum, tapi Bagi diablo Bosnya itu adalah sosok orang yang bisa melakukan apa saja untuk melakukan apa yang dia inginkan tercapai.
“Jika kau tahu akan hal itu kenapa kau masih mengikutiku, bukankah ada kemungkinan kau malah menjadi orang yang kumanfaatkan!!” balas Aether.
“Aku adalah budakmu? Kau ingat itu bukan, dan bagi seorang budak yang dimanfaatkan, itu sudah menjadi hal yang biasa untuk mereka bukan?” ucap diablo yang menyelesaikan pembicaraan malam itu.
__ADS_1