Pedang Buta

Pedang Buta
pegendali darah


__ADS_3

Awalnya ia berniat untuk mempermalukan Randi, tapi ia kembali dikejutkan dengan sebuah sihir yang dimiliki lawannya, yang dimana ia terlihat dapat mengendalikan monster yang ada disana.


Para Monster itu terlihat seperti dikendalikan, karena pola gerakannya yang terlihat sangat kaku, tentu gerakan yang kaku seperti itu sama sekali tidak berefek kepada Diablo yang sudah ahli dalam bertarung.


“Aku tidak tahu caramu melakukannya tapi sepertinya kau memang layak mendapatkan kesombonganmu.” Ucap Diablo sedikit memuji Randi.


Randi yang melihat Kalau Diablo sedang kesusahan untuk menghindari Monster yang dikendalikan membuatnya tersenyum puas. Ia bahkan mulai mengejek-ngejek Diablo yang sempat mengatakan kalau ia hanyalah orang bodoh.


“Kemana kesombonganmu tadi,” ucap Randi yang kini berada di atas angin.


Tentu untuk orang seperti Diablo provokasi seperti itu tentu tidak berarti apa-apa. Ia masih bisa tenang dan terus membunuh monster monster yang menyerangnya. Beberapa dari monster itu bahkan ia tidak dibunuh melainkan hanya ia lumpuhkan Seperti memenggal Kakinya sehingga  pergerakannya menjadi terbatas.


Namun tawa itu harus terhenti setelah melihat apa yang datang membantu Diablo, ia benar benar lupa kalau bukan hanya ia memiliki monster disininya.


“Sepertinya kau lupa bukan hanya kau yang memiliki bantuan disini,” ucap Diablo santai.


“Perlu bantuan?” ucap salah satu monster yang mendekat kearah Diablo, bersamaan dengan itu Rangga juga datang.


“Kalau tidak merepotkan, urus saja yang  seharusnya menjadi bagianmu, karena aku benar-benar ingin memukul wajah seseorang,” balas Diablo santai.


“Aku titip satu pukulan,” ucap kera besar itu. dan Sepertinya Rangga juga mentip untuk mematahkan beberapa Lengannya karena saat bertarung Rangga mendapatkan beberapa luka dari Rendi ini.


“Ok.”


Diablo hanya membalas singkat dan juga bergerak untuk melanjutkan pertarungannya dengan Rendi yang sempat terganggu,  dengan menggunakan sihir teleportasi jarak mereka dapat terpotong dengan singkat.


 Walaupun sudah berusaha melebarkan jarak dengan menggunakan Sihirnya, Rendy  terlihat tidak bisa kabur dari kejaran dari Diablo, aksi kejaran di udara Sempat terjadi, namun Diablo memiliki seratus cara untuk membuat  rendi berada di Genggamannya


“Sudahlah mari akhiri, aku benar ingin tidur,”  ucapnya yang terus melihat Rendi yang berusaha kabur darinya.


Ia diam untuk sementara waktu, ia terus menganalisa pergerakan dari Rendi, setelah membuat perhitungan yang matang ia melemparkan tombaknya yang dari tadi ia pegang, lemparan itu terlihat menargetkan Rendi yang sekarang berada dalam posisi yang sangat pas.

__ADS_1


Tapi Rendy Sepertinya tidak terlalu khawatir karena lemparan seperti itu tentunya dengan mudah a hindari, dan menganggap kalau lemparan itu adalah sebuah serangan putus asa dari Diablo.


Para penonton yang ada di ruangan masing-masing meledak pertarungan yang terjadi saat ini, termasuk di ruangan para Raja, Hasanuddinterus berbangga hati karena melihat penampilan dari Aether yang terlihat dapat membuat dua pahlawan pengguna Grimoire bintang 5 menjadi Seperti ini.


Ditambah Diablo yang terlihat menghitung Waktu sebelum ia berhasil untuk mengakhiri pertarungannya dengan Rendi.


“Sepertinya kau cukup Puas melihat Diablo yang  mempermainkan anak anak dari Sidrap,” ucap Hades kepada Mia.


Termasuk ruangan Dari kerjaan Gowa yang akan selalu di isi oleh perdebatan perdebatan yang tidak penting.


“Aku sudah cukup jengkel karena para perempuan tidak bisa bertarung melawan para Laki-laki, padahal aku ingin memberikan beberapa pukulan kepada Orang itu, dengan melihat bagaimana Diablo mempermainkannya tentu membuatku sedikit senang,” balas Mia.


Tentu  yang ia maksud ingin dipukul adalah Rendi, karena ia sangat mengingat dengan jelas Salah satu orang yang membuat terperangkap di dalam dungeon itu adalah Randi, sehingga membuatnya memiliki sedikit dendam yang sampai saat ini masih terpendam.


“Hey, apa kau tidak bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan orang itu?” tanya Zeus.


Zeus adalah orang yang paling menikmati pertarungan yang disajikan dalam layar yang ada disana Sehingga ia adalah orang yang paling banyak diam, ia juga mengingat apa yang aether katakan kalau melihat cara bertarung orang akan memunculkan beberapa inspirasi untuk kita sendiri.


Itu adalah sebuah sihir yang bisa mengendalikan tubuh seseorang dengan memasukan cairan yang bisa kita kendalikan ke tubuh orang yang ingin kita jadikan boneka. Mereka semua yang ada disini tahu kalau Sihir dari Anastasi adalah tipe Sihir yang sama dengan apa yang rendi gunakan.


Dan seharusnya Jika Anastasi ingin, kemampuannya bisa jauh lebih tinggi dari apa yang Rendi perlihatkan, karena Anastasia adalah air murni sedangkan Rendi adalah air khusus. Sedangkan jika ingin mengendalikan tubuh makhluk hidup yang komposisi dalam tubuhnya adalah air murni maka seharus tidak sulit untuk membuat itu menjadi mungkin.


Karena Zeus bertanya seperti Maka semua pandangan kali ini mengarah kepada Anastasia, yang terlihat sangat terganggu dengan mendapatkan pertanyaan seperti itu.


“kenapa aku harus memberitahukan itu kepada kalian!” bukannya menjawab ia malah menentang untuk memberitahukan kepada mereka.


“Itu tidak masalah sih,  tapi kami hanya bisa berharap kau tidak lupa kalau saat ini kau membela kerajaan Gowa bukan kerajaan Sidrap,” ucap Hades singkat dan kembali mengalihkan perhatiannya yang saat ini masih berlangsung.


“Hades sudahlah,” ucap Daryani yang sepertinya berusaha membela Anastasia.


“Kenapa, ucapanku ada yang salah, orang bodoh pun akan tahu kalau saat ini ia masih belum mengontrol emosinya karena saat ini kakaknya ada disini, sekarang ia menolak untuk memberitahukan kemampuannya kepada kita, bukankah ada kemungkinan kalau ia akan berkhianat.” Ucap Hades dengan tegas.

__ADS_1


Sebagai orang yang ada di kelompok Aether, ia tentunya mengetahui beberapa hal tentang masalah dari Anastasia.


“Bukankah jika Seperti Mia juga memiliki peluang yang sama karena ia juga merupakan teman –teman dari para pahlawan dari kerajaan sidrap?” ucap Daryani yang masih berusaha menolak.


“Ya, aku tidak akan membantah itu, tapi setidaknya ia tidak memiliki sebesar temanmu itu untuk berkhianat kepada kita.” Balasnya lagi.


Ucapan dari Hades kini membuat Daryani, ia tahu apa yang dimaksudkan oleh Hades dan salah satu alasan kenapa para pasukan dari kerajaan Gowa harus menggunakan topeng tidak lain karena Anastasia, jika info tentang Anastasia adalah keturunan dari kerjaan sidrap maka bisa dipastikan  kalau itu bisa membawa masalah.


Saat mereka bisa berdebat, tentang Anastasi tiba-tiba Hades tidak bisa mengendalikan salah satu Lengannya. Setelah ia perhatikan Lagi itu tidak lain adalah ulah dari Anastasia.


“Apa itu sudah memuaskanmu,” ucapnya dengan tegas.


“Untuk sekarang aku tidak bisa mengendalikan tubuh seseorang seperti apa yang dilakukan oleh Randi, tapi untuk melakukan seperti tadi seharusnya tidak ada masalah.


“Ok, ok, bukan itu lebih baik jika kau  mengatakannya diawal,” Balas Hades yang berusaha melepaskan sihir dari anastasia.


Kali ini Anastasia yang dibuat terkejut dengan cara Hades untuk melepaskan sihirnya,  walaupun itu hanya sebuah sihir dengan daya yang sangat kecil, namun ia tidak mengetahui bagaimana sihirya dapat dinetralisir dengan muda.


“Kenapa aku harus memberitahumu?” Balas Hades dengan tertawa meledek.


“KAU!!”


Daryani selalu tidak suka dengan sikap orang seperti ini, tapi ia segera ditahan oleh Anastasi dengan beberapa orang yang ada disana.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2