Pedang Buta

Pedang Buta
lewat dulu


__ADS_3

Dengan adanya Redort sebagai bantuan saat itu membuat mereka Semua menjadi lebih baik Dan para pemimpin dalam pertempuran itu menjadi lebih  baik dalam setiap pertempuran. Walaupun pada akhirnya mereka hanya berusaha untuk membuat pasakuannya memiliki sedikit waktu Untuk kabur.


“Bahkan Jika Orang-orangmu bisa Kabur, Kalian yang ada disini kami tidak akan biarkan kabur,”  Balas Tirta orang yang memimpin Kelompok dari gereja Kegelapan.


"Jangan Salah kalau masalah melarikan diri, Bukan hanya Gereja kegelapan yang ahli dalam hal tersebut, Kami Juga sangat ahli Dalam hal yang sama,” Balas Yami Yang masih berusaha tersenyum.


Dari tadi Ia bertarung hanya TerGolong beberapa serangan yang berhasil IA daratkan,  Tapi  di pihak yang berbeda Mereka juga tidak bisa mendaratkan Sebuah luka Serius ke tubuh Yami karena kemampuan teleportasi Yami itu memang sangat merepotkan.


“Sepertinya bahkan dengan menggunakan Tubuh asli kalian, Aku masih belum terkalahkan dalam pertarungan ini.”


Seperti biasa Aether masih terus berusaha memprovokasi Lawan-lawannya yang ada disana, Kali Ini Ia dibantu dengan Rangga, Rangga sudah membawab Robert menuju tempat Regina sekaligus menjadi pemandu untuk mereka bisa mencari jalan terbaik untuk meninggalkan tempat ini.


“Oh ia, Kita sudah bertarung 2 kali Tapi aku sama sekali tidak tahu nama yang kalian miliki,” Lanjut Aether.


Melanjutkan dengan memberikan beberapa Basa basi, Yang mereka butuhkan saat ini adalah Waktu, Jadi IA berusaha segala Cara untuk membuat Waktu ini menjadi lebih Lama.


Walaupun Aether terus mengomel tidak Jelas, dan lawan terlihat tidak tertarik untuk membalas Ucapan dari Aether yang dari Tadi tidak berhenti untuk berusaha untuk memprovokasi mereka.


Dengan bantuan Rangga Aether terlihat lebih mudah untuk Menghindari serangan, walaupun IA harus mengorbankan beberapa Hal Seperti pergerakannya yang sekarang tergantung kepada Rangga Setidaknya dengan bantuan Rangga, yang sepertinya dapat menebak Arah sihir ledakan itu membuatnya menjadi lebih baik.


“Apa kalian tidak berniat untuk bertarung secara kesatria?”


Aether terus menghindar sekaligus berusaha melakukan segala cara untuk membuat konsentrasi mereka menjadi kacau.


Tapi saat mereka berusaha  melakukan semua yang ada di kepalanya ia menemukan dua orang yang sedang bergerak cepat menuju ke arah mereka.

__ADS_1


Dari Auranya Ia sangat mengenal kedua orang itu, Sehingga  Aether yang awalnya hanya berusaha untuk menghindar kini  berusaha melawan Balik dengan kekuatan penuh, Sepertinya Bukannya hanya dirinya yang menyadari hal ini, Baik itu Yami, Dan diablo sepertinya sadar dengan kedatangan orang itu.


“Maaf terlambat, Ada beberapa halangan yang mengganggu di tengah perjalanan,” ucap laki-laki yang pertama Kali sampai.


Orang itu tidak Lain adalah Hasanuddin Sang Raja dari kerajaan Gowa, disusul sesok perempuan paruh baya yang terlihat santai dari belakang.


“Kau terlalu terburu-buru, Kalau lihat sendiri bukan mereka sama sekali tidak apa-apa,” ucap perempuan paruh baya tersebut.


Yang tidak Lain adalah Nomos, Sepertinya mereka datang kesini dengan Niat bertarung yang sangat tinggi, sehingga semua orang yang ada di sana dapat merasakan perasaan tertekan saat berada di dekat dua orang itu.


“YA kau terlalu terburu-buru, sedikit lagi Kau hanya akan  mendapatkan beberapa mayat dari kami,” ucap Aether dengan Sedikit menyindir.


“Kalau kau tidak keberatan bisa langsung berikan bantuan,” lanjutnya yang semakin kesal karena kedatangan mereka bukanya membantu malah Asik melihat  aether dan yang lainnya  yang masih bertarung.


Tapi sepertinya dengan kedatangan dua orang ini, Sudah membuat Nyali dari Rombongan dari Gereja dewa kegelapan langsung tidak berniat untuk Kabur.


Ia membalas Ejekan yang ia dapatkan karena melihat anggotanya yang tidak bisa melarikan diri, IA sebenarnya sudah cukup kelebihan lahan sehingga IA sudah tidak bisa bertarung lagi.


“5 bulan dari sekarang Selesaikan ini, dalam pertarungan satu lawan satu,” Ucap North sebelum Pergi meninggalkan Hades.


Diablo masih berusaha menahan Tapi Ia malah ditahan oleh hadesnya Sendiri, “Untuk menghabisinya itu Akan menjadi urusanku, “ ucapnya.


Jika ia tidak ingin North mengganggu perang IA Sendiri akan menolak bantuan dari Diablo, Karena masalahnya sudah berbeda Maka ia ingin diablo tidak ikut campur dengan masalahnya dengan kakaknya tersebut.


Sedangkan diablo yang mendengar itu Merasa Hal itu ada benarnya Dan menjadi masalah yang harus diselesaikan Oleh hades Sendiri. Karena masalah tersebut telah selesai ia lebih memilih untuk tidak  beristirahat karena Ia sudah merasa kelelahan.

__ADS_1


Pertarungan ini benar- benar melelahkan, mereka dipaksa untuk melewati batas yang mereka miliki untuk membuat diri merek dapat menang dalam perang yang sesungguh.


Semua orang yang ada disana bersuka Cita dengan kemenangan tersebut, Kemenangan ini terasa menjadi semakin baik karena Aether yang berhasil mengalahkan pahlawan dari para Orc.


Walaupun mereka seolah olah dibuat Mati kutu oleh para Orang-orang dari gereja kegelapan, Namun Dengan ini Ia bersumpah di pertempuran selanjutnya Diablo Yakin pasti akan memenangkan pertempuran itu.


Terutama Diablo yang sangat berambisi untuk Mengalahkan Orang yang menggunakan Boneka sebagai senjata utamanya.


Hampir semua orang yang ada disana merasakan seperti apa yang dirasakan diablo saat itu termasuk Mia, yang merasa terpukul Kalah dengan satu serangan, Mia terkena Sebuah Racun yang sangat sulit untuk Di netralkan, racun itu sangat berbahaya sehingga Setelah Mia terkena Racun  tersebut ia tidak lagi bisa menakutkan pertarungan.


“Kalian kembali lah lebih dulu akan ada beberapa Hal yang ingin Kukatakan kepada Raja elf, Dan dengan kedatangan Nomos disini sudah dipastikan mereka sudah sangat aman dari serangan Kerajaan Elf.


Yami mengajak mereka untuk kembali menuju tempat kerajaan luwu untuk merayakan hal ini, Tapi Sepertinya Aether tidak tertarik dengan Hal tersebut, Dan IA menginginkan semua penghargaan yang seharusnya didapatkan diberikan kepada Gereja Perang.


Terlepas dari semua ini, IA melakukannya atas dasar untuk membakitkan lagi nama dari gerjaa perang yang selama ini terkubur.


Diablo, Hades, Mia, dan zeus berpandangan sama, jika boleh Request, terlihat Zeush hanya ingin mendapatkan waktu untuk istirahat lebih banyak, tanpa harus mendapatkan urusan-urusan yang melibatkan kerajaan.


Karena Sudah seperti itu Hasanuddin tidak memperpanjang masalah tersebut, Karena Ia juga tahu betapa merepotkannya untuk berurusan dengan nama nama besar apalagi Jika ada bangsawan di dalam sana.


Sehingga Saat itu Mereka segera menjadi dua kelompok, Diablo membuka gerbang untuk kembali kekerajaan gowa, untuk mencari tempat istirahat bersama dengan kelompoknya.


Sedangkan Yami ,  bersama dengan HASanuddin, dan Nomos Berniat untuk pergi menuju ibukota kerajaan untuk mengurus beberapa masalah yang tersisa.


Sebelum mereka berpisah tentunya Nomos bertugas untuk memberikan beberapa pertolongan kepada Orang orang yang berada dalam keadaan terluka, Setidaknya mereka sampai bisa berjalan tanpa bantuan orang lain.

__ADS_1


 


__ADS_2