
Saat ini terjadi perayaan yang sangat besar, perang yang mereka menangkan ini harus dirayakan dengan seharusnya, bahkan aether yang seharusnya mendapatkan penghargaan setelah perang ini menolak nya dan memilih berbaur bersama dengan para prajurit yang ada disana, untuk melakukan pesta kemenangan mereka.
Setelah mereka melihat apa yang terjadi, Aether bisa merasakan hubungannya yang semakin dekat prajurit yang ada disana, mereka saling berbagi cerita, beberapa dari mereka bahkan menyamakan sosok Aether dengan sosok legenda yang sangat terkenal di daerah itu.
Salah satu prajurit yang ada disana akhirnya mengambil inisiatif untuk bercerita, dikisahkan ada sesosok laki laki dari kalangan rendahan yang saat itu jatuh cinta dengan dengan perempuan bangsawaan.
Karena perbedaan kasta yang sangat besar itu sang laki-laki tersebut harus mencari cara supaya bisa menjadi sederajat dengan sang bangsawan, dan satu satunya cara adalah menjadi prajurit yang hebat, dan mendapatkan jabatan tinggi dalam kerajaan.
“Tunggu, tunggu, tunggu, itu sama sekali tidak sama denganku, bagiku perempuan itu hanya sesuatu yang sangat merepotkan,” potong Aether yang sepertinya telah mabuk berat.
Sebenarnya prajurit yang ada disana sangat takjub dengan kemampuan minum aether, saat banyak prajurit yang ada di sana sudah tepar karena terlalu banyak minum Aether sama terlihat sama sekali tidak berpengaruh.
Hanya ada beberapa dari mereka yang saat ini dapat bercerita bersama dengan aether, “Ayolah bos, kau hanya perlu menikmati beberapa sentuhan perempuan untuk membuatmu merubah pandangan tersebut.”
Sepertinya ada beberapa orang yang tidak sependapat dengan aether tentang perempuan, sehingga mereka akhirnya berdebat tentang pentingnya sosok perempuan dalam kehidupan.
“aku Aether selama aku masih hidup dalam medan perang yang penuh akan darah, aku sama sekali tidak membutuhkan cinta kasih atau belaian kasih sayang dari sosok mahluk hidup yang bernama perempuan itu!!”
Aether sepertinya benar benar telah mabuk kali ini, beberapa orang yang telah menjadi prajurit pertama dari aether berusaha agar yang lain tidak memperpanjang perdebatang mereka, takutnya Aether malah mengamuk.
Dan jika terjadi mereka ragu kalau ada yang bisa menghentikan aether saat ini, namun saat acara minum-minum ini terjadi salah satu prajurit yang memang tidak ikut dalam acara minum minum tersebut mengabarkan berita yang membuat orang-orang yang ada disana cukup terkejut.
Ia mengabarkan kalau setelah kemenangan ini mereka akan ditarik mundur dalam medan perang, beragam reaksi yang terlihat disana, dan aether adalah orang yang paling terkejut akan berita tersebut, beberapa orang bahkan beranggapan kalau ini adalah berita yang paling ingin mereka dengar.
Tapi bagi Aether ini tidak lain hanya berita buruk, mendengar berita tersebut seolah-olah langsung menghilangkan rasa mabuk yang ia rasakan tadi, dan secara perlahan ia tidak ingin mengganggu perayaan mereka dan menuju tenda sang jendral mereka untuk menanyakan hal tersebut.
Melihat Aether yang datang ke tendanya, membuat luks cukup senang, ia sudah mengatur Agar Aether mendapatkan beberapa manfaat setelah mengalahkan salah satu goblin King, sehingga ia tidak sadar kalau raut wajah Aether terlihat tidak senang.
“Apa benar berita kalau para prajurit akan kembali menuju tenda Aliansi?” Tanya Aether.
“Benar dan setelah kembali nantinya, aku akan mengatur agar kau mendapatkan beberapa bayaran sekaligus promosi jabatan.
“Tidak bisakah aku meminta beberapa prajurit, dan tinggal disini untuk membunuh beberapa goblin,” ucap Aether memohon.
“Maaf tapi keputusan ini sudah berasal dari pusat, dan menurutku mereka juga perlu untuk istirahat setelah melewati perang yang sangat mengerikan seperti ini,” ucap Luks dengan wajah sedikit bersalah.
Ia selalu berpikir kalau latar belakang aether sebenarnya sangat rahasia, ia bahkan memiliki beberapa tebakan Kalau sebenarnya Aether ini memiliki beberapa hubungan dengan kerajaan pinrang.
Setelah melihat ini pikirannya semakin kuat kalau sebenarnya Aether adalah salah satu penduduk dari kerjaan pinrang yang berniat untuk merebut kembali kampung halamannya dari jajahan para Goblin.
Semua pikiran tersebut di latar belakangi atas aksi aether yang sangat ngotot untuk menyelamatkan penduduk desa yang ada disekitar dan masih terjebak oleh para goblin ini.
“Kalau begitu maaf aku keluar dari Kamp ini,” ucap Aether menundukkan kepalanya dan langsung pergi meninggalkan tenda.
Ia tidak lagi meminta izin kepada para prajuritnya karena merasa itu akan menjadi perpisahan yang sangat berat.
Saat Aether tidak ada satupun orang yang bisa menghentikannya, sedangkan Luks hanya bisa tersenyum kaku karena tidak menduga aether akan mengambil keputusan seperti ini.
Setelah cukup jauh Aether akhirnya memilih untuk beristirahat, karena saat ini ia harus memikirkan langkah selanjutnya.
“Mungkin memang ada baiknya seperti ini,” ucap Aether.
Walaupun aether terus berada di medan perang tapi secara rutin ia akan terus mendapatkan kabar apa yang terjadi di luar sana, dan rangga yang bertugas untuk menjadi tukang antar pos, dan kadang kalah Diablo sendiri yang akan datang melapor.
“Sepertinya saat kembali nantinya aku harus memberikan beberapa persembahan kepada dewa perang,” ucap Aether melihat kedatangan dari Diablo bersama dengan beberapa orang yang lainnya.
__ADS_1
Itu tidak lain adalah kelompok dari Aether yang berisi Diablo, hades, mia, dan Zeus. Mereka dating setelah menyelesaikan masa penyembuhan dari Mia dan Beberapa persiapan yang telah Diablo berikan untuk mengurus organisasi yang akan dia tinggalkan selama beberapa waktu kedepan.
“Kau bisa mencobanya, tidak ada salahnya percaya dengan keajaiban bukan?” balas Mia.
Mereka pun saling bersalaman dan saling mengucapkan beberapa KAta, “AKu tidak percaya kau akan bicara berkembang sejauh ini,” UCap Aether kepada Hades.
“Mungkin, tapi sejauh apapun aku berkembang sepertinya aku masih tidak bisa mengalahkanmu,” Balas Hades dengan sedikit nada mengejek.
Awalnya ia mengira, dengan selesainya masa pelatihannya setidaknya ia bisa sedikit mendekati kemampuan dari Aether, tapi setelah ia berlatih ia menemukan kalau Jarak mereka tidak melempar atau mendekat.
Itu terlihat masih sama saja, Atau Mungkin dulu Jarak Antara mereka yang memang terlalu Jauh, Dulu kemampuan mata Dari Hades, tidak sekuat sekarang, sehingga ia masih ragu tentang perbedaan kekuatan darinya dengan Aether.
Tapi sekarang dengan semakin sensitifnya kemampuan matanya membuat ia melihat Kalau Ia memang tidak sebanding dalam menggunakan sihir, apalagi dalam kemauan bertarung.
Kali ini Hades dapat melihat Mana alam yang terus berkumpul di sekitar Aether, bahkan mana yang terkumpul Oleh Aether adalah mana yang sangat padat dan mana yang murni.
“Awalnya aku ragu memberikan ini kepadamu, tapi setelah melihatmu yang sekarang aku sekarang seratus persen yakin untuk membuatmu menerima ini,” ucap Hades memberikan sebuah kotak kayu kepada Aether.
Tentu sebuah Hadiah dengan cepat Aether menerimanya, namun saat ia ingin membuka nya, Ia segera dihentikan oleh Hades.
“Tunggu, itu adalah sebuah bola Mata dari salah satu suku ku, aku tahu masalahmu, jadi untuk sekarang aku berharap untuk kau menyimpangnya terlebih dahulu, dan bila suatu saat kau ingin mengembalikan penglihatanmu, kau bisa menggunakan bola mata itu,” UCap Hades yang berusaha membujuk Aether untuk menerimanya.
Aether terlihat sangat Ragu, ia sama sekali tidak membutuhkan bola Mata ini dalam waktu dekat, tapi ia memang telah mendapatkan info dari Nomos selama Ia mendapatkan sebuah bola Mata, maka proses penyembuhan matanya menjadi tidak sulit lagi.
Saat ini terjadi perayaan yang sangat besar, perang yang mereka menangkan ini harus dirayakan dengan seharusnya, bahkan aether yang seharusnya mendapatkan penghargaan setelah perang ini menolak nya dan memilih berbaur bersama dengan para prajurit yang ada disana, untuk melakukan pesta kemenangan mereka.
Setelah mereka melihat apa yang terjadi, Aether bisa merasakan hubungannya yang semakin dekat prajurit yang ada disana, mereka saling berbagi cerita, beberapa dari mereka bahkan menyamakan sosok Aether dengan sosok legenda yang sangat terkenal di daerah itu.
Salah satu prajurit yang ada disana akhirnya mengambil inisiatif untuk bercerita, dikisahkan ada sesosok laki laki dari kalangan rendahan yang saat itu jatuh cinta dengan dengan perempuan bangsawaan.
Karena perbedaan kasta yang sangat besar itu sang laki-laki tersebut harus mencari cara supaya bisa menjadi sederajat dengan sang bangsawan, dan satu satunya cara adalah menjadi prajurit yang hebat, dan mendapatkan jabatan tinggi dalam kerajaan.
“Tunggu, tunggu, tunggu, itu sama sekali tidak sama denganku, bagiku perempuan itu hanya sesuatu yang sangat merepotkan,” potong Aether yang sepertinya telah mabuk berat.
Sebenarnya prajurit yang ada disana sangat takjub dengan kemampuan minum aether, saat banyak prajurit yang ada di sana sudah tepar karena terlalu banyak minum Aether sama terlihat sama sekali tidak berpengaruh.
Hanya ada beberapa dari mereka yang saat ini dapat bercerita bersama dengan aether, “Ayolah bos, kau hanya perlu menikmati beberapa sentuhan perempuan untuk membuatmu merubah pandangan tersebut.”
Sepertinya ada beberapa orang yang tidak sependapat dengan aether tentang perempuan, sehingga mereka akhirnya berdebat tentang pentingnya sosok perempuan dalam kehidupan.
“aku Aether selama aku masih hidup dalam medan perang yang penuh akan darah, aku sama sekali tidak membutuhkan cinta kasih atau belaian kasih sayang dari sosok mahluk hidup yang bernama perempuan itu!!”
Aether sepertinya benar benar telah mabuk kali ini, beberapa orang yang telah menjadi prajurit pertama dari aether berusaha agar yang lain tidak memperpanjang perdebatang mereka, takutnya Aether malah mengamuk.
Dan jika terjadi mereka ragu kalau ada yang bisa menghentikan aether saat ini, namun saat acara minum-minum ini terjadi salah satu prajurit yang memang tidak ikut dalam acara minum minum tersebut mengabarkan berita yang membuat orang-orang yang ada disana cukup terkejut.
Ia mengabarkan kalau setelah kemenangan ini mereka akan ditarik mundur dalam medan perang, beragam reaksi yang terlihat disana, dan aether adalah orang yang paling terkejut akan berita tersebut, beberapa orang bahkan beranggapan kalau ini adalah berita yang paling ingin mereka dengar.
Tapi bagi Aether ini tidak lain hanya berita buruk, mendengar berita tersebut seolah-olah langsung menghilangkan rasa mabuk yang ia rasakan tadi, dan secara perlahan ia tidak ingin mengganggu perayaan mereka dan menuju tenda sang jendral mereka untuk menanyakan hal tersebut.
Melihat Aether yang datang ke tendanya, membuat luks cukup senang, ia sudah mengatur Agar Aether mendapatkan beberapa manfaat setelah mengalahkan salah satu goblin King, sehingga ia tidak sadar kalau raut wajah Aether terlihat tidak senang.
__ADS_1
“Apa benar berita kalau para prajurit akan kembali menuju tenda Aliansi?” Tanya Aether.
“Benar dan setelah kembali nantinya, aku akan mengatur agar kau mendapatkan beberapa bayaran sekaligus promosi jabatan.
“Tidak bisakah aku meminta beberapa prajurit, dan tinggal disini untuk membunuh beberapa goblin,” ucap Aether memohon.
“Maaf tapi keputusan ini sudah berasal dari pusat, dan menurutku mereka juga perlu untuk istirahat setelah melewati perang yang sangat mengerikan seperti ini,” ucap Luks dengan wajah sedikit bersalah.
Ia selalu berpikir kalau latar belakang aether sebenarnya sangat rahasia, ia bahkan memiliki beberapa tebakan Kalau sebenarnya Aether ini memiliki beberapa hubungan dengan kerajaan pinrang.
Setelah melihat ini pikirannya semakin kuat kalau sebenarnya Aether adalah salah satu penduduk dari kerjaan pinrang yang berniat untuk merebut kembali kampung halamannya dari jajahan para Goblin.
Semua pikiran tersebut di latar belakangi atas aksi aether yang sangat ngotot untuk menyelamatkan penduduk desa yang ada disekitar dan masih terjebak oleh para goblin ini.
“Kalau begitu maaf aku keluar dari Kamp ini,” ucap Aether menundukkan kepalanya dan langsung pergi meninggalkan tenda.
Ia tidak lagi meminta izin kepada para prajuritnya karena merasa itu akan menjadi perpisahan yang sangat berat.
Saat Aether tidak ada satupun orang yang bisa menghentikannya, sedangkan Luks hanya bisa tersenyum kaku karena tidak menduga aether akan mengambil keputusan seperti ini.
Setelah cukup jauh Aether akhirnya memilih untuk beristirahat, karena saat ini ia harus memikirkan langkah selanjutnya.
“Mungkin memang ada baiknya seperti ini,” ucap Aether.
Walaupun aether terus berada di medan perang tapi secara rutin ia akan terus mendapatkan kabar apa yang terjadi di luar sana, dan rangga yang bertugas untuk menjadi tukang antar pos, dan kadang kalah Diablo sendiri yang akan datang melapor.
“Sepertinya saat kembali nantinya aku harus memberikan beberapa persembahan kepada dewa perang,” ucap Aether melihat kedatangan dari Diablo bersama dengan beberapa orang yang lainnya.
Itu tidak lain adalah kelompok dari Aether yang berisi Diablo, hades, mia, dan Zeus. Mereka dating setelah menyelesaikan masa penyembuhan dari Mia dan Beberapa persiapan yang telah Diablo berikan untuk mengurus organisasi yang akan dia tinggalkan selama beberapa waktu kedepan.
“Kau bisa mencobanya, tidak ada salahnya percaya dengan keajaiban bukan?” balas Mia.
Mereka pun saling bersalaman dan saling mengucapkan beberapa KAta, “AKu tidak percaya kau akan bicara berkembang sejauh ini,” UCap Aether kepada Hades.
“Mungkin, tapi sejauh apapun aku berkembang sepertinya aku masih tidak bisa mengalahkanmu,” Balas Hades dengan sedikit nada mengejek.
Awalnya ia mengira, dengan selesainya masa pelatihannya setidaknya ia bisa sedikit mendekati kemampuan dari Aether, tapi setelah ia berlatih ia menemukan kalau Jarak mereka tidak melempar atau mendekat.
Itu terlihat masih sama saja, Atau Mungkin dulu Jarak Antara mereka yang memang terlalu Jauh, Dulu kemampuan mata Dari Hades, tidak sekuat sekarang, sehingga ia masih ragu tentang perbedaan kekuatan darinya dengan Aether.
Tapi sekarang dengan semakin sensitifnya kemampuan matanya membuat ia melihat Kalau Ia memang tidak sebanding dalam menggunakan sihir, apalagi dalam kemauan bertarung.
Kali ini Hades dapat melihat Mana alam yang terus berkumpul di sekitar Aether, bahkan mana yang terkumpul Oleh Aether adalah mana yang sangat padat dan mana yang murni.
“Awalnya aku ragu memberikan ini kepadamu, tapi setelah melihatmu yang sekarang aku sekarang seratus persen yakin untuk membuatmu menerima ini,” ucap Hades memberikan sebuah kotak kayu kepada Aether.
Tentu sebuah Hadiah dengan cepat Aether menerimanya, namun saat ia ingin membuka nya, Ia segera dihentikan oleh Hades.
“Tunggu, itu adalah sebuah bola Mata dari salah satu suku ku, aku tahu masalahmu, jadi untuk sekarang aku berharap untuk kau menyimpangnya terlebih dahulu, dan bila suatu saat kau ingin mengembalikan penglihatanmu, kau bisa menggunakan bola mata itu,” UCap Hades yang berusaha membujuk Aether untuk menerimanya.
Aether terlihat sangat Ragu, ia sama sekali tidak membutuhkan bola Mata ini dalam waktu dekat, tapi ia memang telah mendapatkan info dari Nomos selama Ia mendapatkan sebuah bola Mata, maka proses penyembuhan matanya menjadi tidak sulit lagi.
__ADS_1