
Aether di lain Pihak masih terus bertarung, karena Aura yang mereka terus keluarkan membuat tidak ada satupun dari orang-orang yang ada disana yang berusaha menunggu, beberapa Orc yang awalnya berusaha mengacaukan Pertarungan ini malah pingsan sendiri telah mencapai jarak yang lumayan dekat.
Tapi karena kegigihan oleh para Orc membuat beberapa orang dari Kelompok Aether masih harus berharga untuk terus menggunakan area pertarungan.
“Sepertinya kami yang akan menang,” Ucap Aether.
Ia bisa merasakan Diablo yang berhasil memenangkan pertarungannya, Sehingga perang ini meninggalkan dirinya melawan pemimpin dari para Orc.
“Apa menurutmu kami akan kalah Semudah ini?” terlihat Raut wajah tenang dari Sanco.
Walaupun Sudah dalam keadaan Seperti ini masih terlihat tenang Tanpa ada tanda tanda Ia akan menyerah dalam pertarungan.
Aether sangat sulit untuk mengalahkan Sanco, walaupun ia Sudah mengerti cara bertarung dari Orc ini, ia masih belum bisa mengalahkan, Aura mereka Tidak berbeda terlalu jauh, Sehingga Aura sama Sekali tidak bisa menekan, Ia hanya bisa menggabungkannya dengan Sihir ravitasinya Namun Itu dapat Di imbangi sanco dengan cara bertarungnnya yang terlihat sangat berpengalaman.
Apalagi dengan kematian Adiknya terlihat Sanco semakin brutal dalam bertarung, “Maaf tapi Ini adalah batasku,” sebuah pesan singkat IA dengar di kepalanya.
Itu tidak Lain Adalah Velgad yang berusaha menahan Musuh, ia mengabarkan Kekalahan dan menyampaikan doa kepada Aether untuk bisa memenangkan pertempuran dan Semakin kuat.
“Orang itu berpesan, mendengar janji untuk melebarkan namamu sampai Surga sana sebagai Seorang pendekar pedang.”
Velgard hanya menyampaikan tersebut sebelum menghilang, Aether terus mendengarkan, “Itu sudah pasti,” gumamnya, Setelah pesan dari Velgard Selesai.
Sanco sempat berusaha menyerang karena melihat Aether yang sempat kehilangan konsentrasi, “ Sepertinya kalian menggap remeh ku sehingga bahkan berani melamun di tengah pertarungan.
Walaupun Sempat menahannya dengan pedang pemengalnya. Karena dahsyatnya Serangan sanco Aether masih terlempar karena daya Serang dari sanco.
“Maaf tadi ada bebeberapa Ganguan,” ucap Aether yang bangikit Karena dampak dari serangan tersebut.
“Rangga ,” ucapnya memanggil Rangga.
__ADS_1
Melalui Sihir bayangan yang biasanya menjadi penghubung antara Aether dan Rangga, Aether memanggil Rangga untuk datang kepadanya, Ia memanggil Rangga bukan karena Ia membutuhkannya untuk melawan Sanco.
Tapi ada Sebuah tugas yang ia ingin dia berikan kepada Rangga, Dari Tadi Rangga hanya terus berusaha melindungi Regina Di balik Bayang bayang.
Sehingga Bagi Aether pertempuran sudah lebih Baik Ia ingin Rangga mendapatkan Sebuah tugas baru, Yang Aether inginkan Rangga mengecek Area pertarungan, ia juga ingin Rangga memberitahukan kepada Yang lain kalau juga akan segera mengakhiri pertarungan.
“Lepaskan satu pembatas,”
Aether Segera masuk dalam Modenya Sendiri, Tanpa Ada yang tahu Selama ini Aether telah berhasil membuat Sebuah Sihir dan teknik Cara bertarung Cara Sendiri, prinsip dasarnya sama dengan sihir dari Zeus, yang telah Ia gunakan bahkan kembali digunakan Oleh Diablo.
Yang berbeda Jika Zeus memaksa tubuhnya dengan menggunakan Listrik dari sihir yang ia miliki untuk membuatnya bisa terus bertambah semakin cepat.
Sihir Aether lebih mengarah ke arah untuk melatih tubuh dengan menggunakan Sihir gravitasinya untuk terus membuat pergerakannya terbatas akan sihir gravitasi itu Sendiri.
Jadi Selama ini Aether telah menggunakan Sihir gravitasinya untuk membuat gerakannya menjadi sangat Berat dan membuat dia terbiasa dengan gerakan tersebut.
Dengan lepasnya pembatas yang ia gunakan itu, Gerakan Aether menjadi Semakin cepat, Karena Tubuhnya yang memang menjadi lebih ringan.
Perubahan ini sangat sulit untuk dimengerti oleh Sanco, IA tidak mengatakan Akan ada orang yang bisa bergerak Seperti ini, Kecepatan Aether saat Ini sudah seperti Zeus dalam Mode Shir biasanya.
Beberapa orang yang melihat Pertarungan Aether menjadi terkagum, Ini adalah Sesuatu yang sangat jarang untuk dilihat, “Pembatas Kedua lepas.” Karena IA masih belum dapat mendaratkan Sebuah serangan kepada Sanco membuat Aether harus melepaskan pembatas Selanjutnya.
Jika Cara bertarung dari Zeus memiliki beberapa kelebihan Seperti Adanya tubuh yang Terluka Jika terlalu lama di gunakan, Cara bertarung Aether Hampir tidak memiliki kelemahan Karena Itu hanya membuat pergerakannya lebih Ringan.
“Lepaskan Semua pembatas,” Ucap Aether beberapa hal telah terjadi, Ia sama sekali tidak menduga akan adanya kekalahan dari gurunya itu, Sehingga saat ini saat musuh baru tengah mendekat, ia harus segera menyelesaikan pertarungan ini.
“Apa kau juga bisa mengikuti Sihir Seperti itu,” Hades yang berada di dekat diablo menanyakan Apa ia bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang Aether lakukan saat ini.
“Seharusnya kau tahu itu bukan Sihir, dan kedua aku Juga tidak Segila bos untuk menyiksa diriku seperti apa yang dia lakukan,” balas Diablo Singkat.
__ADS_1
Mereka Semua akhirnya tahu apa yang Aether lakukan dengan Aether yang melakukan pelepasan pembatas yang dia miliki.
Mia tidak banyak bicara Dengan apa yang Ia lihat saat ini, Aksi dari Aether membuatnya memiliki beberapa inspirasi dengan apa yang akan ia lakukan kedepannya.
“Musuh Datang!!” Teriak Yami.
Dengan dipimpin oleh Yami Mereka yang saat itu sudah mendapatkan waktu istirahat di kini kedatagan Lawan yang sangat sulit.
“Sepertinya Kami masih belum terlalu terlambat,” ucap salah satu orang yang ada disana.
Sepertinya orang tersebut merupakan pemimpin dari Grup itu, ia juga memberikan perintah kepada salah satu temannya untuk Segera menyematkan Sanco yang terlihat semakin terpuruk.
Aether sadar akan kedatangan tamu yang tidak diundang itu, tApi ia sama Sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi karena baginya teman temannya masih akan bertahan dengan apa yang akan datang itu.
Lagian walaupun sudah Seperti ini ia masih cukup percaya diri Kalau perang ini akan dimenangkan olehnya.
Terlihat Sebuah Sihir Area besar berusaha dilontarkan sang pemimpin grup mereka, melihat itu yami dan yang lainnya Segera bersiap untuk melawan . tapi tentunya Yami Datang kesini juga tanpa persiapan.
“Baam,” Suara tembakan dari Mia terdengar Setelah itu lingkaran sihir itu langsung sirna dan hancur seketika.
“Hanya Karena berhasil menang melawan Naga, jangan harap bisa menang muda disini,” Ucap yami memberikan kata Sambutan.
Itu adalah kata sambutan, sekaligus tanda Untuk yang lain Segera bergerak, mereka Semua segera berusaha mengambil lawannya Sendiri, Sedangkan Mia masih berada Tempat tersembunyi. Berusaha mencari celah untuk menembak atau membantu jika salah satu rekannya dalam bahaya.
Orang yang pertama yang bertarung Adalah Hades yang kembali bertemu dengan kakaknya, “Kali ini kau tidak akan kabur lagikan?”
Ucap Hades menyapa Kakaknya, yang telah mengalahkan Robert beberapa saat yang lalu, “Kau yang sekarang masih belum menjadi lawan yang cukup untukku,” balas Kakak dari Hades yang melancarkan Serangan balasan kepada Hades.
__ADS_1