
aku tidak menyangka kalau proyek ini akan sampai di arc ketiga, jadi aku sangat berterima kasih jika Sudah ada yang sudah membaca cerita ini sampai disini, mungkin akan ada banyak kekurangan namun saya akan berusaha menutupi kekurangan atau setidaknya memperbaikinya.
di arc 3 ini fokus cerita akan menuju perkembangan dan pengenalan beberapa karakter karakter penting
Daryani, langsung bergerak untuk mencari spok terbaik untuknya, ia sebenarnya mengincar sebuah menara jam besar yang ada di tengah kota, tapi karena beberapa alasan ia tidak langsung menuju kesana.
Setelah menemukan salah satu gedung yang terlihat lumayan tinggi ia langsung menunggu disana. Salah satu syarat untuk menjadi sniper adalah kemampuanya bersabar untuk menunggu lawan-lawannya.
“Bam,” satu tempatkan ia lesatkan, dan tembakan itu langsung mengenai kepala dari targetnya.
Setelah ia menembak ia langsung bergerak untuk mencari target baru, ia tentunya tidak ingin diketahui keberadaanya oleh lawan, pelajaran ini ia terima dari Aether. Ia mengatakan setiap satu tembakan ia harus segera meninggalkan tempat itu secepat mungkin.
Karena Jika lokasinya ketahuan maka itu akan menjadi akhir baginya seperti apa yang terjadi kepadanya waktu Aether berhasil menemukannya. tentu itu hanya akan berlaku kepada lawan lawan yang kuat
Setiap Lokasi ia hanya akan melepaskan Hanya satu kali tembakan, walaupun ia terkadang melepaskan dua tembakan jika ia merasa kalau Lawannya itu terlalu ceroboh.
Sekali lagi Kerjan Gowa memperlihatkan pertunjukan yang luar biasa, dalam pertarungan seperti ini, Sedangkan para Pahlawan dari dunia lain sadar kalau Mia adalah seorang jenius karena bisa menciptakan sebuah senapan seperti itu.
“Bukankah perempuan itu terlihat seperti Mia.” Ucap Anto kepada teman-temanya.
“Sudahlah, mia Telah mati, jadi tidak mungkin orang itu adalah mia.” balas mereka.
“Tapi......” ia ingin membantah ucapan itu, karena sebelum mereka berangkat menuju kesini ia mendengar kalau dungeon tempat mereka meninggalkan mia sudah ditaklukan jadi tidak kecil kemungkinan Mia bisa selamat.
Namun karena ia tahu kalau teman temanya itu tidak akan percaya dengan apa yang ia katakan maka ia lebih memilih diam. Walaupun sebenarnya dalam kelompok itu masih ada orang yang memiliki pikirkan yang sama dengan apa yang Anto pikirkan.
Sejauh ini aksi dari mia adalah yang paling menarik perhatian, yang mereka tahu dalam kapten Gowa adalah Mia, sehingga Pergerakan dari daryani tidak terlalu menarik perhatian yang sekarang telah berkumpul bersama dengan anastasia.
__ADS_1
Pergerakan mereka terlihat tidak mendapatkan Hambatan, mereka sempat terpengaruh dengan para mayat hidup itu karena penampilan mereka yang sangat tidak enak di pandan untuk Anastasia dan Daryani.
Tapi setelah mereka tahu cara mereka untuk menghadapinya membuat mereka menjadi lebih baik lagi, mereka juga bertemu dengan beberapa lawan, namun kombinasi mereka terlihat cukup baik.sehingga mereka dapat mengatasi lawan lawannya.
Sesuatu yang baru juga mereka dapat setelah mengetahui Anastasi dapat mengendalikan para mayat hidup itu dengan sihir pengendali darahnya.
Walaupun tidak banyak Setidaknya Ia bisa mengendalikan mereka Seperti mengendalikan boneka Sehingga ini menjadi kartu as tersendiri Untuk nya bersama dengan Daryani untuk melawan lawan lawannya kelak.
Ia terlihat sangat terburu-buru, waktu yang diberikan oleh Mia sangat sedikit, ia ingin melawan kerajaan sidenreng, walaupun ia ragu apa sebenarnya tujuan nya untuk seperti ini tapi setidaknya inilah yang ia ingin lakukan untuk sekarang.
Sepertinya Permintaan mereka dikabulkan dengan cepat karena mereka kini bertemu dengan perwakilan dari kerajaan sidenreng tidak tanggung-tanggung mereka langsung bertemu dengan tiga-tiganya langsung.
Setelah membunuh sekitar lima orang, Akhirnya Mia pergi mengecek bekas tembakanya karena Takut ia telah melewatkan beberapa Gulungan, dan mendapati ia harus kecewa karena hanya berhasil mendapatkan satu buah gulungan.
Tapi sepertinya ia cukup ceroboh, karena setelah ia menunjukan diri ia langsung mendapatkan serangan dari orang yang juga Sedang bersembunyi.
“Akhirnya kau keluar juga *****,” ucap seseorang yang terus memberikan cacian kepada Mia
ia terus menunggu hingga lawannya yang tidak terlihat itu menunjukkan dirinya Sehingga ia nantinya dapat bertarung dalam pertempuran jarak dekat
Pikirnya sang lawan hanya muncul karena semua orang telah mati,jadinya membuatnya berpikir kalau Mia itu sangat lemah jika bertarung dengan jarak dekat. Tapi bahkan ia belum bergerak untuk menyerang ia Sudah tertembak duluan oleh Mia.
“Jika dalam pertarungan belajarlah untuk tidak terlalu banyak bicara.” Ucapnya Sebelum ia berbalik untuk pergi karena terlihat kalau orang itu juga hanya karakter sampingan .
“Aku tidak mengerti kenapa Semua orang harus banyak bicara sebelum mereka bertarung,” gumam Mia.
Di Antara para penonton banyak orang yang tersinggung akan hal itu, dan itu adalah kenyataan yang tidak terelahkan di kalangan para penyihir saat ini.
__ADS_1
Mia terus meneruskan kegiatannya beberapa kali ia akan menemukan pertarungan yang terjadi, dan tidak ragu ia akan menonton menggunakan teropong di senapannya. Dan jika pertempurannya telah Selesai maka ia tidak ragu untuk menembak pemenangnya sehingga ia yang akan memanen hasil akhirnya.
Beberapa orang Raja Mencela aksi dari Mia, yang menurutnya aksi tersebut terlalu hina karena tidak berani bertarung dengan langsung.
“Apa kalian lupa kalian itu penyihir bukan ksatria?” balas Hasanuddin.
Menurut hasanudin mereka ini terlalu banyak bicara hanya karena pihaknya mendapat kemenangan yang signifikan.
“Mendapatkan poin dengan mudah, malah membuatku menjadi bosan.” Gumamnya.
Sebenarnya mereka yang ada di sana adalah para petarung yang kuat, pertarungan yang mereka hasilkan sebenarnya tidak terlalu jauh dengan apa yang pihak laki-laki pertunjukan namun Mia terlalu Op di medan ini.
Itu terbukti dengan berbagai alat yang ia miliki, ada yang berfungsi untuk menyembunyikan hawa keberadaan. Sepatunya yang membuatnya bisa bergerak lebih cepat tanpa menggunakan sihir.
Semua itu menopan aksinya untuk membunuh berbagai unggulan, yang sedang bertarung. Saat sedang mencari Lawan ia tidak sengaja melihat pertarungan antara Daryani, anastasi vs teman temannya dari kerajaan Sidenreng rappang.
Terlihat kalau mereka terlihat berimbang, walaupun mereka bertarung tiga lawan dua orang, sepertinya Daryani masih bisa melakukan perlawanan yang baik, terutama sihirnya Anastasia yang membuatnya dapat mengendalikan beberapa mayat hidup membuat pertarungan ini menjadi semakin berimbang dan semakin seru untuk ditonton.
Ia melihat Jamnya dan mengetahui kalau waktu yang ia berikan tinggal satu jam lagi, “sepertinya aku sudah cukup mendapatkan poin, dan sudah saatnya kita menonton pertarungan ini.”
Jika memang pertarungan akan dimenangkan oleh Pihaknya Daryani maka ia tidak akan protes, tapi jika Jangka waktu yang telah ia tentukan pertarungan itu masih belum berakhir maka ia akan mengambil alih pertarungan.
Pertarungan berlangsung sangat alot, tapi Mia beranggapan kalau pertarungan ini terlihat sangat membosankan. Anastasia yang berusaha menyerang sedangkan Daryani yang berusaha untuk mendukungnya dari belakang.
Yang membuat ini terlihat sangat membosankan karena sesungguhnya para penonton bisa Tahu kalau Anastasia terlihat kebingungan untuk mengakhiri pertarungan, sempat ada beberapa peluang yang seharusnya bisa membuatnya membunuh satu atau dua lawan tapi terlihat Anastasi terlihat tidak tahu cara untuk mengakhirinya.
Melihat itu ia segera bersiap, karena tahu sepertinya Mereka berdua tidak akan menang walaupun pertempuran ini berlangsung lebih lama Sebenarnya Mia juga cukup terkejut, karena walaupun di hadapannya adalah orang orang yang sangat ia benci namun ia masih dapat mengontrol emosinya.
__ADS_1