
Tentu Mia tidak bisa percaya dengan cepat setelah mengetahui kalau ada yang bisa menyembuhkan tangannya.
“Menurutnya walaupun itu sedikit merepotkan, itu tidak terlalu sulit untuk dilakukan,”ucap diablo dengan cukup percaya diri.
“Kalau kau mau kau bisa bertemu dengannya, tentu ia akan meluangkan waktu untuk berbicara denganmu,” lanjut Diablo kepada Mia yang terlihat ragu.
Mia tentu ingin segera menumbuhkan kembali Lengannya, siapapun yang di dunia ini tentu tidak ingin memiliki cacat dalam tubuhnya termasuk Mia. Tapi saat ini ia membutuhkan lengan buatah tersebut untuk membuat beberapa senjata yang dia inginkan.
Lengan buatan itu memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari pada lengan biasa, sehingga saat tangannya mendapatkan kesempatan untuk sembuh ada keraguan dalam dirinya.
“Mari bertemu dengannya besok, dan bicara tentang peluang kesembuhan dari lenganku ini,” balas Mia dan segera mengajak Diablo untuk mengurus beberapa hal.
. . . . . . . . . . . . . .. . . . .
Saat Mia dan diablo sedang mengurus masalah yang ada di belakang layar, saat ini Aether masih terus membimbing para prajuritnya menjadi prajuritnya yang hebat.
Keputusan yang diambil oleh kelompok mereka adalah untuk berpisah, pasukan akan di bagi menjadi pasukan pasukan kecil yang terdiri dari 1000 pasukan untuk bergerak untuk mencari jalannya tersendiri.
Sehingga Aether lebih memilih untuk mengambil jalan memutar sekaligus berusaha untuk menyelamatkan beberapa desa yang ada disekitar.
Para prajuritnya tidak ada yang protes tentang masalah tersebut, walaupun jalan mereka lalui lebih berbahaya dari pada prajurit lainnya mereka tidak ada yang protes karena menurutnya menyelamatkan nyawa penduduk yang tidak berdosa adalah prioritas utama.
Kemampuan bertarung mereka mungkin bukanlah dikatakan hebat sehingga akan Korban jiwa dalam setiap pertempuran untuk menyelamatkan warga desa, tapi Jumlah Prajurit yang dipimpin oleh Aether tidaklah berkurang, dan dengan bertambahnya desa yang mereka selamatkan malah membuat prajurit yang dibawahi menjadi semakin bertambah.
__ADS_1
Itu tidak lain ada beberapa pemuda yang ada di desa yang sangat marah kepada para goblin memilih untuk bergabung bersama mereka untuk menyelamatkan lebih banyak orang.
Dengan cara Aether yang bergerak seperti ini membuat nama Aliansi pembebasan kerjaan Pinrang menjadi lebih baik, karena banyak warga yang diselamatkan oleh prajurit Aether menyebarkan berita tersebut dari mulut ke mulut.
Dengan Waktu singkat Aether telah merubah berbagai prajurit pemula menjadi para prajurit yang ahli dalam bertarung, mereka bukanlah individu yang unggul dalam pertarungan satu lawan satu, tapi Dalam pertarungan kelompok mereka akan sangat percaya diri akan hal tersebut.
Kemampuan dari pasukan Aether adalah pasukan bertombaknya, menurut Aether dalam perang seperti ini dalam strategi membuat pasukan yang terbaik adalah dengan membuat orang orang pemula ini menjadi ahli.
Dan satu satunya senjata terbaik akan hal ini adalah tombak, “aku akan membuat pasukan pembantai Goblin yang pernah ada,” gumam Aether dengan penuh Tekad, jika ada orang yang mendengar itu Mereka pasti hanya akan menganggap itu hanya bualan semata.
Apalagi orang –orang yang Aether bawah hanyalah para prajurit pemula yang hanya turun dalam medan perang ini.
Tapi Aether sangat percaya diri dengan kemampuanya, ia dari awal bertemu dengan pasukannya telah memberikan pelatihan yang mengertikan, dari fisik dan kemampuan bertarung mereka semua diperbaiki secara perlahan oleh Aether.
Sehingga banyak dari pasukan yang berguguran bahkan sebelum sampai di medan perang yang sesungguhnya. Mungkin satu satu yang dapat menghiburnya adalah kinerja dari Pasukan Aether sudah sampai di atasan mereka Sehingga mereka mendapatkan beberapa pujian karena aksi tersebut.
Aether juga tidak membahas ini lebih jauh, Besok Adalah pertempuran yang sesungguhnya, Dan Markas salah satu raja goblin sudah ada didepan mata, Yang kemungkinan kalau pertempuran akan terjadi keesokan harinya.
Dan berbagai kelompok bantuan dari berbagai jendral sudah berdatangan, walaupun sepertinya nasib mereka tidak lebih baik dari Pasukan yang dimiliki Luks, itu terlihat dari raut wajah pasukan mereka yang terlihat kurang bersemangat.
Karena jalan Yang dilalui Aether adalah jalan yang terjauh, mereka adalah kelompok yang paling belakangan sampai dan rapat strategi pertempuran telah selesai dilakukan, oleh karena itu ia harus mendengarkannya dari Luks, agar tidak mengacaukan strategi yang ada.
Sudah ada mata mata yang dikirimkan, sehingga mereka dapat mengetahui jumlah Goblin yang harus mereka lawan, mendengar Jumlah goblin tersebut Aether Sedikit mengurutkan dahi karena jumlah goblin yang harus mereka lawan dua kali Lebih banyak dari jumlah pasukan yang ada disini.
__ADS_1
Jumlah pasukan Aliansi Jika ditotalkan hanya berkisar 5 ribuan, sedangkan Para Goblin yang ada di sana diperkirakan sudah berjumlah 10 ribu.
“Aku tidak tahu harus memulainya dari Mana, tapi Jika Anda Percaya dengan saya, ijinkan saja dengan pasukan ini, mengambil Jalur memutar sekali lagi,” Ucap Aether kepada luks.
Aether Ingin mengambil perang sebagai umpan dalam pertarungan ini, sehingga nantinya memanfaatkan kelengahan para Goblin itu akan membuat pasukan utama bisa menjadi lebih baik dalam bertarung.
“Apa kamu yakin?” tanya luks setelah mendengar Rencana dari Aether.
Dengan rencana seperti itu orang-orang yang ada dalam sana bisa dikatakan memiliki peluang untuk bertahan hidup.
“Aku yakin, nantinya aku akan berbicara dengan prajuritku dan tidak akan memaksa mereka untuk melakukan misi ini, tapi selama anda Setuju aku bisa memberikan jaminan kalau akan beberapa keajaiban berada di pihak kita,” ucap Aether berusah menyakinakan mereka.
Bagi luks yang mendengar itu, Jika orang lainnya yang mengatakannya ia yakin kalau mereka hanya berusaha kabur dalam pertempuran ini.
Tapi entah kenapa saat itu keluar dari Aether ia merasa sangat sulit untuk menolaknya, sehingga ia setuju dengan beberapa syarat yang harus Aether petuhi sebelum mereka berangkat.
Malam itu saat kelompok lain tertidur Aether malah mengumpulkan semua pasukannya, untuk memberitahukan rencana yang akan dia lakukan.
“Aku sama sekali tidak memaksa kalian untuk ikut dalam rencanaku, masih ada beberapa keluarga yang telah menunggu kalian di rumah, dan ada beberapa hal yang harus kalian lakukan jika kalian masih tetap hidup, tapi saat ini kelakuan para Goblin ini harus benar benar dihentikan, posisi pasukan saat ini sedang berada dalam keadaan yang tidak menguntungkan, dan harus ada yang berkorban untuk itu.” Aether terus berpidato di depan semua orang yang ada disana.
“Aku adalah orang buta yang kebetulan hidup dan telah hidup dengan berbagai pertempuran yang telah ku hadapi, tidak ada keluarga yang akan menunggu kepulanganku, tapi Jika memang aku berakhir dalam pertempuran kali ini aku berharap sebuah pengorbanan yang kuberikan akan berakhir menjadi sebuah senyuman untuk warga desa yang ada di sekitar.” Lanjutnya dan menutup pidato itu dengan sebuah pertanyaan.
“Adakah orang berniat membuat kegilaan dalam medan perang kali ini?” ucap Aether dengan sebuah senyuman yang menakutkan
__ADS_1