Pedang Buta

Pedang Buta
perang sesungguhnya


__ADS_3

Pertarungan dari berbagai tempat terus berlanjut, Di beberapa tempat masih terus tumpah, seperti Aether yang saat ini terus beradu kekuatan dengan Sanco, pahlawan dari para Orc.


Sanco yang menggunakan pedang sebagai senjata utamanya terlihat terus berusaha melancarkan serangan kepada Aether, tapi dalam Teknik berpedang Aether sama sekali tidak menunjukkan ia berada dibawah  Sanco.


Sanco adalah petarung yang bisa menggunakan berbagai senjata dalam pertarungan sama baik, tapi ia jauh lebih ahli dalam menggunakan pedang terutama pedang yang memiliki ukuran besar karena itu sangat mendukung bagaimana cara mereka bertarung kedepannya.


“Sepertinya legenda kekuatan pahlawan hanya di lebih-lebihkan,” ucap Aether yang memulai provokasinya.


Ia tahu kalau Sanco pahlawan manusia itu sangat ahli dalam berbahasa manusia, sehingga saat ini ia berusaha untuk melakukan beberapa provokasi yang sudah menjadi keahliannya.


Tapi Sanco tidak terlihat terprovokasi malah ia malah terlihat lebih tenang dalam bertarung, Sebenarnya ia merasa sangat takjub dengan permainan berpedang dari Aether, selama ia bertarung dengan melawan para manusia.


Ia baru menemukan seorang ahli dalam pedang seperti ini, Saat Ini Aether menggunakan dua pedang, di lengan kirinya ia menggunakan pembelah neraka, dan yang satunya lagi ia memegang pedang barunya yang telah ia beri nama Piton.


Kombinasi  serangan Aether sungguh sangat merepotkan bagi sanco,  Aether mengkombinasikan serangan pedang sihir dari Pembelah nerakanya dengan piton yang bisa memanjang dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Seperti yang terjadi dengan para Goblin dengan kedatangan pahlawan mereka di medan perang seketika membuat mereka terlihat jauh lebih kuat, namun Karena mereka sudah tahu kalau ada kemungkinan itu terjadi.


Nomos yang sudah memperkirakan hal tersebut telah membuat  sebuah item sihir yang setidaknya itu dapat memberikan perlawan kepada kekuatan kegelapan yang berusaha menahan mereka.


Pada akhirnya tidak hanya Aether yang mendapatkan seorang lawan yang menarik, di tempat yang tidak jauh dari pertempurannya Diablo saat ini sedang melawan Seorang  Orc yang memiliki energi kegelapan yang sangat besar dalam dirinya

__ADS_1


Ia adalah seorang kesatria orc yang di bagkitkan dalam kematian,  sehingga serangan sihir murni tidak akan berpengaruh kepadanya, salah satu alasan kenapa kerajaan luwu mengalami kekalahan besar adalah karena orc ini.


Serangan biasa dari para penyihir sama sekali tidak berpengaruh kepadanya, sehingga ia akan dengan membunuh lawan-lawannya di pedang perang karena rata-rata dari mereka yang merupakan seorang penyihir.


Alasan kenapa IA menyerang Diablo tidak lalin karena melihat Diablo terus mengeluarkan sebuah sihir yang membunuh berbagai sukunya dengan mudah.


Di pertemuan pertama mereka diablo, berusaha mengeluarkan beberapa serangan sihir yang cukup kuat namun sepertinya itu tidak berpengaruh kepada orc itu.


Sehingga ia juga akhirnya mengeluarkan Tombak yang sudah lama ia tidak keluarkan, “Ini akan menjadi pertarungan yang merepotkan, aku harap kau tidak cepat kalah.”


Aether terus berusaha berbicara dengan orc yang ada di depannya, tapi  sepertinya itu menjadi hal yang percuma, walaupun terlihat sangat ahli dalam bertarung kecerdasannya masih sangat jauh  jika dibandingkan dengan para orc elit yang ada di kerjaan apalagi jika dibandingkan dengan  Sanco sang pahlawan dari para orc.


Tidak jauh  berbeda dengan kakaknya yang merupakan pahlawan bagi orc, kemampuan bertarung mereka hampir sama, yang berbeda jika Sanco condong menggunakan pedang orc ini lebih memilih untuk menggunakan sebuah kapak Raksasa dan sebuah taman raksasa  untuk bertarung.


Hanya ada beberapa orang yang pernah menyudutkannya termasuk Yami yang memang menjadi  penyihir yang memiliki kemampuan bertarung baik jarak dekat maupun jarak jauh sama baiknya.


Tapi karena diablo adalah tipe penyihir yang sama maka tentunya ia masih dapat bertarung dengan baik melawan para Orc ini, saat Aether juga mendapatkan lawan, jendral utama mereka terus mengendalikan pasukan para orc agar terus bergerak secara terorganisir.


Sang Jenderal ini adalah tipe orc shaman yang memiliki kemampuan sihir yang sangat hebat, Dengan berbagai sihir yang kuat, terlihat kemampuannya dalam mengamalkan sihir  tidak kalah dengan para elf yang sudah sangat terkenal dengan kemampuan sihirnya.


Keberadaannya yang tidak diketahui membuat semua ini menjadi lebih sulit, tapi Mia bersama dengan pasukan elf, yang ditemani para Peri yang sangat peka dalam energi sihir, berusaha mencari orc ini.

__ADS_1


Mereka berniat untuk mengincar jendral ini sehingga Aliran serangan para Orc menjadi semakin kacau, “setelah pencarian yang lumayan lama akhirnya berhasil menemukannya.”


Mia segera mengambil posisi menembak, ia berusaha menembak dari jarak yang lumayan Jauh, “Bamm,” saat suara senjata menembak Target.


Mia terlihat sangat  tenang, Karena ia tahu kalau ini tidak semudah yang akan dilihat, Bahkan ia yang percaya diri kalau tempakannya tidak akan meleset,  ragu kalau tembakan itu akan berdampak kepada Targetnya.


Tapi setelah beberapa saat IA menemukan kalau Orc yang diincar telah terkapar karena tembakannya yang memang terlalu tepat sasaran.


“Ayolah sepertinya aku terlalu berharap banyak,” gumamnya setelah itu ia kembali memegang kedua pistol yang akan dia pakai untuk pertarungan jarak dekat- menengah.


 Dengan berhasilnya serangan  mia membuat perang ini terlihat lebih menyakinkan terhadap Pihak Aether dan yang lainnya mereka semua tidak ingin membuat momentum ini terbuang secara percuma- Cuma.


Sosok Naga yang menjadi bantuan mereka menjadi salah satu patokan utama kenapa perang ini terlihat sangat berpihak kepada mereka, Naga tersebut pada masa jaya adalah salah satu naga terkuat di dalam rasnya, dengan terpanggilnya ia dalam bentuk kekuatan sejatinya membuat para orc menjadi lebih dirugikan.


Jika ada orang yang paling menonjol dalam pertarungan ini mungkin itu Adalah hades, berbeda dengan yang lainya yang harus bertarung dengan beberapa Orang ia lebih memilih untuk bertarung secara pribadi.


Bukan sebagai penyihir melakukan seorang bertarung jarak dekat hanya mengandalkan tinju dan tendangannya. Kecepatan pergerakannya menunjukkan kalau ia sangat ahli dalam melakukannya, setiap ia bergerak ia seperti sudah memprediksi   setiap serangan yang akan mengarah kepadanya.


Atau lebih tepatnya ia sudah melihat serangan itu  sehingga saat ia di kepung berapa banyak pun orang ia bisa menyerang balik dengan berbagai serangannya. Maka seharusnya menjadi sesuatu yang sulit jika diablo melawan musuh dengan jumlah yang sangat banyak.


Tapi dengan kemampuannya  yang dapat melihat semua pergerakan lawannya membuat semua ini menjadi lebih mudah, terkadang ia bisa  bisa menyerang balik dengan mudah kepada orc. Atau Hanya sekedar menggunakan senjata dari para orc itu sendiri untuk membunuh lawan lawanya.

__ADS_1


Banyak orang yang ada di sana tidak akan beres fektasi kalau akan mendapatkan pemandangan seperti ini, sehingga Mereka terus takjub sekaligus senang mendapatkan sekutu yang sangat luar biasa kuat.


__ADS_2