Pedang Buta

Pedang Buta
taruhan membunuh paling banyak goblin


__ADS_3

Hasil pertemuan keduanya membuat para petinggi dunia  gempar, tapi Karena masalah para Goblin belum diselesaikan, Mereka mau tidak mau berusaha menutupi hasil tersebut dan membiarkan dunia saat ini berfokus kepada Para Goblin dan Orc yang tiba-tiba kembali sangat ganas dalam melakukan penyerangan.


“Aku tidak menyangka kedua orang tua itu akan menjalankan Aliasih seperti ini,” gumam Hasanuddin yang mendapatkan kabar pertemuan antara Para Elf dan Beastman yang memutuskan untuk membuat sebuah aliansi.


Di Antara para Manusia yang ada di puncak dunia ini, Ia mungkin adalah satu satunya sangat mengenal mereka berdua, jadi ia mungkin  satu satunya orang yang tidak terlalu kaget saat mendengar berita ini.


Hasanuddin tahu kalau cepat atau lambat  masalah ini akan terjadi, tapi Yang membuatnya Terkejut adalah Ia tidak menduga kalau kerja sama ini akan terjadi secepat ini.


“Setelah pertemuan kita dengan perwakilan kerajaan sidrap, perintahkan kepada kelompok pengemis untuk mempercepat tugas yang kuberikan kepadanya,” perintah Hasanuddin kepada Yami, yang saat itu berada di sampingnya.


“Siap,” Jawab Yami singkat.


“Tapi Apa tidak perlu memperketat penjagaan kepada sang pangeran saat berada di kerjaan, karena kemungkinan besar Kelompok Iblis kecil itu akan membuat kekacauan setelah mendengar Kalau utusan dari kerajaan sidrap adalah sang pangeran.”


Sebenarnya Yami dari tadi sedikit Khawatir dengan keselamatan sang pangeran setelah memasuki daerah Kerajaan Gowa, IA sangat Tahu Kalau Kelompok dari Aether memiliki jaringan informasi yang sangat hebat jadi hampir mustahil untuk menutupi  kalau Sang Pangerang adalah utusan dari Kerajaan Sidrap.


Jadi ia dari awal sudah mengajukan untuk memberikan pengawalan ekstra kepada Perwakilan tersebut bahkan menyarankan Untuk salah satu kapten starian sihir untuk memberikan  pengawalan.


Tapi saran tersebut ditolak oleh Hasanudin dengan alasan pengawalan tersebut tidak terlalu diperlukan, “Jangan terlalu khawatir Anak itu sudah kuberi tahu kedatangan sang pangeran, aku sekarang sedikit penasaran dengan apa yang ia lakukan  setelah mendapatkan info seperti itu.”


Terlihat Raut Wajah percaya diri dari hasanudin, seolah olah Sama sekali tidak ada masalah Kalau Aether mengetahui kedatangan sang pangeran.


“Lagian Kalau mereka ingin membunuh sang pangeran hal tersebut Hampir tidak mungkin,” lanjutnya menjelaskan, Hasanuddin memaparkan bahkan para petinggi dari KERajaan sesudah berusaha untuk membunuh pangeran itu namun Hingga sekaran tidak ada satu dari mereka yang berhasil untuk membunuh sang pangeran.


Setelah mengatakan hal tersebut, tentu Yami tidak punya Hal lain untuk membanta perkataan hasanuddin, namun Dalam Hatinya Yami masih ragu dengan ucapan dari Hasanuddin.

__ADS_1


Karena menurutnya sendiri Kelompok ini terus berkembang bukan hanya dalam segi kemampuan tempur, Tapi kemampuan mereka dalam membuat masalah terus bertambah baik, Hingga membuat Yami berangaapan kalau sebenarnya tidak ada hal yang baik jika berurusan dengan mereka.


Di tempat Lain diskusi  apa yang harus Kelompok Aether lakukan terus berkembang, “Jika boleh berpendapat aku malah mengajukan Kalau Bos ada baiknya bertemu dengan perwakilan dengan kerjaan sidrap itu.”


Saat Zeus mengajukan pendapat seperti itu, Hampir semua mata yang ada disana langsung tertuju padanya, Bagaimana tidak Zeus yang dari tadi Sedikit bicara setelah mereka membahas masalah kerajaan sidenreng tiba-tiba mengeluarkan sebuah pendapat yang membuat mereka tercengang.


Mia langsung memarahi zeus yang menurutnya mengajukan pendapat yang tidak masuk Akal, tapi sebelum amarah ia mencapai puncaknya Aether menghentikanya Mia dan menyuruh Zeus untuk melanjutkan mendapatkanya.


“Tentu aku tidak menyarankan itu  jika  Kau tidak bisa mengontrol diri, Karena itu adalah sebuah pertemuan yang sangat penting, Beberapa saat setelah kepergian kalian menuju kerajaan Bone, Aku mendapatkan beberapa tugas pengintaian menuju kerajaan Sidrap. Disana aku menemukan beberapa penemuan yang menarik terutama besarnya perselisihan dengan raja yang sekarang dan putra  mahkota kerajaan Sidenreng yang dulu.”


Zues mulai memaparkan beberapa penemuannya dalam misi yang dijalankan di kerajaan sidrap, terutama ia yang sempat menolong Sang pangeran dalam usaha pembunuhan sehingga ia tahu kalau sang pangeran tidak dapat dibunuh baik itu dalam serangan fisik ataupun serangan sihir.


“Jadi menurutmu Walaupun kami sampai disana kami masih tidak bisa membunuh sang pangeran?” ucap Diablo.


“Aku tidak tahu! Tapi setidaknya sampai sekarang Sang pangeran telah melalui ribuan cobaan pembunuhan namun tidak satupun dari mereka yang berhasil membunuhnya.”


“Berikan aku perkiraan kapan mereka sampai ke ibu kota?” tanya Aether.


“Paling cepat Tiga Hari, dan paling Lambat Lima hari Lagi.”


Diablo dengan cepat menjawab ucapan dari Aether, “Kalau begitu lupakan saja mereka, Dan cari Raja Goblin terdekat!” ucap Aether memberikan perintah.


Rangga yang ada di sana tidak berani untuk mempertanyakan keputusan dari Aether dan mulai mengandalkan kemampuannya untuk mencari markas salah satu Raja Goblin yang paling dekat yang ada disini.


Sedangkan Teman-temannya yang ada disana sedikit terkejut dengan keputusan yang Aether kembali Aether ambil.

__ADS_1


“Kalian sekarang sudah pada bisa terbang bukan? Aku tidak ingin terlalu banyak bicara saat ini, tapi aku memberikan sedikit saran, saat Tempat para Goblin ditemukan, kita akan melihat siapa diantara kita yang dapat membunuh paling banyak Goblin, dan yang paling sedikit dalam membunuh Goblin akan mendapatkan hukuman, paling tidak mendengarkan keluhan dari Hasanuddin, dan membayar biaya Makan kita di tempat Baron selama satu Minggu,” Ucap Aether memperingatkan.


“Kalau begitu ambil masing satu kertas ini,” ucap Mia yang memberikan selembar kertas.


Kertas tersebut salah satu bentuk percobaan dari Mia di tempat Para Elf, kertas tersebut akan menghitung setiap Musuh yang akan mereka bunuh nantinya,baik itu jenis ataupun Ras dari musuh mereka.


“Kau yakin Kalau kertas ini akan efektif bukan?” tentu Ada seseorang yang akan meragukan Kinerja dari kertas Ciptaan dari Mia.


“Konsep ini sama dengan kertas dari Griamore yang kalian miliki Akan sangat ribet untuk menjelaskan cara kerja, namun aku seratus persen yakin Kalau Itu akan seratus persen akurat,” ucap Mia menyakinkan mereka.


Mia sepertinya Cukup kesal karena hasil ciptaannya diragukan oleh mereka, sehingga ia tidak sadar kalau Aether saat ini tidak berkomentar banyak di hasil kerja.


Mereka baru sadar Saat Aether yang tiba-tiba mengambil pergerakan untuk maju ke depan, mereka yang ingin menyusul sedikit terhenti dengan kedatangan dari Rangga, sehingga segera sadar Kalau Aether baru saja curang.


Ia tentu dengan mengadakan Koneksinya dengan Rangga membuatnya bisa mendapatkan informasi yang berasal dari Rangga kapanpun dia mau.


Dengan mengandal kekuatan masing masing mereka segera berusaha menyusul Aether yang sudah bergerak sangat cepat.  Zeus dengan menggunakan Sihir Listriknya berusaha bergerak secepat mungkin membuat jarak dengan aether lebih mudah.


Tapi sepertinya kecepatan dari Zeus sedikit lebih lambat dari diablo yang sepertinya saat ini telah menggunakan sihir Cahaya. Mereka semua meninggalkan Hades dan Mia yang saat ini tengah bertatapan.


“Seperti yang kau katakan mereka hanya sekumpulan orang yang Gila dalam bertarung,” ucap hades sambil tersenyum.


“Begitulah, tapi sepertinya aku harus minta maaf kepadamu karena aku saat ini tidak berniat untuk kalah dari mereka,” ucap Mia yang mengeluarkan berbagai perlengkapan yang dapat membuatnya dapat terbang.


“ Sepertinya aku masih cukup diremehkan di tempat ini,” gumam Hades yang masih terlihat santai saat yang lain tegah beradu kecepatan.

__ADS_1


 


 


__ADS_2