Pedang Buta

Pedang Buta
asal usul grimore


__ADS_3

Karena Aether yang terlihat sangat Terbuka membuat Sang ratu peri menjadi lebih terbuka dalam berbicara, sehingga beberapa pembicaraan mereka lakukan terutama tentang Grimoire yang sempat Aether tanyakan kepada Mia menjadi lebih muda.


“Aku dengar Kau penasaran dengan asal usul dari Grimoire?” tanya sang Ratu yang membuka pembicaraan ke topik yang lebih baru.


“Sedikit, aku hanya penasaran bagaimana berbagai grimoire ini berasal, sedangkan setauku melihat bagaimana cara mendapatkan grimoire, seharusnya Grimoire ini tidak muncul secara tiba-tiba buka.”


Aether Secara terbuka menyampaikan pendapatnya tentang kecurigaannya  tentang Grimoire ini, apalagi Ia cukup mengetahui Kalau di beberapa Masa tidak ada Grimoire di dunia ini, sehingga membuat kecurigaan menjadi lebih besar.


“Jangan jarang melihat manusia begitu penasaran dengan asal usul dari Grimoire, apalagi setelah mereka mendapatkan kekuatan yang berlebih dari berbagai grimoire yang tiba-tiba muncul.”


Bukannya menjawab pertanyaan dari Aether terlihat Peri kecil itu malah mengomentari rasa penasaran yang dimiliki Oleh Aether.


“Kau berbicara Seolah olah Sudah mengetahuinya asal usul dari grimoire ini,”  ejek Aether setelah melihat peri itu terlihat percaya diri.


“Tentu saja aku tahu, walaupun tidak Secara keseluruhan, tapi beberapa info penting Seharusnya aku mengetahui beberapa info,” balasnya dengan cepat.


“Walaupun Seperti ini, aku masihlah Ratu ke sepuluh dari para peri yang ada di dunia ini,” Lanjutnya dengan Bangga.


“Kalau begitu bisa kau memberikan orang ini beberapa pengetahuanmu.”


“Melihat kau berhubungan dengan gereja perang Seharusnya mengetahui beberapa Sejarah perang besar iblis  melawan berbagai Ras yang ada di dunia ini?”


“Bisa dikatakan demikian,” balas Aether  setelah mendengar itu peri kecil  itu mulai menjelaskan, sejarah terciptanya Grimoire berasal dari perang besar yang keempat kalinya, saat itu umat manusia berada di ambang kehancuran karena masa itu, tidak ada satupun ksatria yang daapt menhimbagi para iblis yang menyerang.


Hingga Seseorang muncul entah dari mana, menggunakan Sebuah metode khusus, memanfaatkan Situasi perang saat itu ia menggunakan metode tertentu menggunakan darah berbagai berbagai ras yang telah mati di medan perang menjadi Sebuah tinta, dan menuliskan Sesuatu dalam Sebuah kertas khusus.


Yang belakangan sering mereka Sebut Sebagai grimoire, atau buku Sihir.


“Tunggu, tunggu, tunggu, jadi maksudmu awalnya grimoire adalah hanya berisi satu lembaran kertas?”

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari Peri itu, Aether mendapatkan Sebuah pencerahan, sehingga ia menanyakan hal itu.


“Benar, bukankah awal awal kau mendapatkan grimoire, hanya berisi satu lembaran Semata?”


Sebuah jawab Singkat peri itu berikan kepada Aether, tapi Aether tentu tidak percaya dengan mudah,  pasalnya Aether telah di cekoki dengan grimore tidak bersampul itu adalah grimoire tidak berguna.


“Itu hanya pemikiran bodoh, dari para manusia yang berumur singkat,” Balasnya.


Info ini Sudah berlangsung selama beberapa ratus tahun,   bahkan mungkin sudah berlangsung selama ribuan tahun, Sehingga misleading info tentu bisa dimaklumi, apalagi manusia tidak memiliki umur Se pajang para elf dan para peri.


Aether hanya memberikan beberapa penjelasan masuk akal sehingga beberapa mis informasi yang biasa yang terjadi dalam kehidupan manusia, apalagi gereja kegelapan terus hidup Sehingga mereka akan berusaha membuat para manusia mendapatkan informasi yang salah sehingga membuat para manusia menjadi lemah.


“dan Sepertinya itu berhasil,”  komentar peri itu.


“Kalau itu Sepertinya berlaku juga untuk para elf.”


“Kau ingin mendengar sejarah Grimoire atau bergosip tentang masalah Seseorang.”


“Maaf tentang masalah itu, jadi bisa kita lanjutkan penjelasannya,” balas Aether yang berusaha menengahi masalah ini.


Mendengar itu sang peri kembali melanjutkan penjelasannya, dikatakan kalau Grimoire ini terbuat dari Para mahluk hidup membuatnya terdapat Roh yang dapat membuat grimoire itu menjadi Semakin berkembang.


Dan dikatakan Kalau para pengguna grimoire dapat bertemu dan membuat roh yang ada di dalam grimoire itu mengakui mereka maka grimoire mereka akan mencapai  tahapan Selanjutnya, dan biasanya grimoire tersebut akan mendapatkan sampul dan mendapatkan kekuatan khusus.


Dan beberapa legenda mengatakan kalau  masih ada satu tahapan yang sampai saat ini belum ada yang bisa mencapai tahapan grimoire tersebut.


“Jadi grimoire bersampul  bintang itu apa?” tanya Aether.


Setelah mendengar beberapa penjelasan dari peri itu Aether memang mendapatkan beberapa info yang baru, tapi ia masih tidak mendapatkan jawaban alasan kenapa atau bagaimana grimoire bersampul bintang itu tercipta.

__ADS_1


Peri itu terlihat Sedikit jengkel saat penjelasannya terpotong oleh Aether yang terlalu terburu-buru, tapi ia masih melanjutkan penjelasannya.


Selain menciptakan grimoire satu lembar per lembar, Ia juga menciptakan Sebuah rak Buku, yang terbuat dari berbagai tulang di tempat ia mendapatkan  darah yang ia gunakan Sebagai tinta.


Sehingga nantinya pemilik pertama dari grimoire itu meninggal, maka grimoire yang mereka miliki akan  kembali menuju rak  yang telah terbuat dari tulang tulang itu.


Dan Semua rak itu ada di berbagai kerajaan besar, dan menjadi salah satu pondasi untuk mereka menjadi kerajaan Terbesar hingga saat ini. Dan para grimoire yang sudah bersampul adalah berbagai grimoire yang awalnya hanya selembar telah mencapai tahap kedua.


Yang pemiliknya telah mati, Semakin jauh mereka mengembangkannya maka Semakin  tinggi bintang yang di miliki di sampulnya.


“Jadi sekarang kau mengerti kenapa Aku beranggapan Kalau manusia telah salah besar kalau menganggap  grimoire tidak bersampul adalah Sebuah sampah adalah kesalahan besar.?”


“Jadi menurutmu  grimoire bersampul malah akan lebih sulit untuk di kebangkan karena para roh yang ada di dalam sana akan terus membandingkannya dengan pemilik sebelumnya?”  ucap Aether menjawab pertanyaan dari Peri itu.


 Bagi aether jika memang apa yang  di katakan memang benar maka yang selama ini yang aether rasakan adalah kebenaran, karena Sebenarnya kalau ia memikirkan nya dengan  baik maka perkembangan grimorenya tidak sesulit yang mereka katakan selama ini.


Ia awalnya berpikir karena ia mengetahui cara mengembangkan mana alam tapi mendengar ucapan dari peri ini ia merasa Semakin masuk akal.


“Tepat,  sesuai dengan apa kukatakan tadi, para grimoire ini memiliki beberapa tahapan, tahap pertama itu adalah keadaan terkunci,  tahap kedua pelepasan, dan tahap ketiga yang telah menjadi legenda menurut buku yang telah kubaca itu disebut sebagai bangkai.”  Jelasnya.


“Tentunya para grimoire bersampul itu  tetap berada dalam tahapan terkuncinya, yang membedakannya dengan grimoire tidak bersampul hanya mereka sekarang memiliki sampul, tentang masalah potensi masih akan sama saja,” lanjutnya.


“Itu menjelaskan kenapa kau tidak terlalu terkejut melihat kemampuan betarungku?”  balas Aether.


“Dan aku mengucapkan terimakasih, dengan mendengarkan info tersebut itu memberiku beberapa petunjuk tentang apa yang harus aku lakukan kedepannya,  itu akan lebih membantu seandainya kau tahu cara berhubungan dengan roh yang ada dalam grimoire ini,” lanjutnya sambil memegang grimoire yang dimilikinya.


“Maaf Seperti apa yang kukatakan di awal kalau beberapa info yang kumiliki juga terbatas,”  balasnya.


Dan mereka selanjutnya tersenyum, dan berpisah karena orang yang mereka tunggu akhirnya datang.

__ADS_1


__ADS_2