
Pada akhirnya Aether tinggal dalam Dungeon hanya untuk latihan, dengan sang ratu peri yang menjadi kenalannya membuat dungeon ini menjadi tempat latihan yang baik untuk Aether, sang peri dapat mengatur medan yang ada di sana menjadi sesuai apa Yang Aether inginkan.
Sehingga pelatihannya dalam mendan menjadi lebih baik, bahkan naga tua kenalannya tidak bisa melakukan Sesuai dengan apa yang dia lakukan saat ini.
Selama dua hari itu, mia adalah orang yang paling sibuk, ia harus menjadi juru bicara dari kedua belah pihak, untuk mereka dapat mencari titik temu dan Segera berdamai.
Itu akan sangat melelahkan karena masing masing pihak memiliki keinginan nya sendiri, sehingga untuk mencapai perjanjian Damai maka itu memerlukan waktu yang sangat panjang dan melelahkan.
“Daripada disebut mendamaikan dua Suku yang berselisih ini malah terlihat mendamaikan Sebuah pasangan yang sedang putus hubungan,” Komen mia yang berusaha menjauh dari ramainya acara perayaan berdamai nya mereka.
Disana juga ada Aether yang sedang memainkan seruling yang dimilikinya, mereka saat ini berada di tempat yang sama dimana Mia mendapati Aether Sedang bermain musik.
“Kau yang menginginkannya bukan? Jadi lakukan dengan baik,” balas Aether.
“YA, ya, ya, Jika aku tidak melakukannya dengan Baik mana mungkin mereka akan berpesta Secepat itu, Setelah ini apa yang akan kau lakukan?” tanya Mia yang mengalihkan pembicaraan.
“Mungkin pulang! Dan mencoba membunuh Raja para Goblin.”
Mia telah mendengar permintaan dari Lea dari pinrang Sehingga ia langsung mengerti apa yang Aether maksud. “Apa kau merasa itu semuda yang terdengar?” tanya Mia.
Mereka Sudah pernah melawan Satu raja Goblin, dan mereka yakin kalau ini tidak akan semudah yang perma mereka lakukan, untuk sampai ke raja, mereka masih harus menghadapi berbagai Goblin, yang kemungkinan jauh lebih kuat dari yang mereka hadapi di Dungeon.
“Santai lakukan saja yang Kau inginkan, untuk masalah Goblin itu, biarkan Aku dan diablo yang mengurusnya,”ucapa Aether, ia Tahu kalau Mia saat ini masih perlu lebih lama untuk tinggal Sehingga ia sama Sekali tidak menuntut mia agar selalu ikut dengannya.
“Terima Kasih,” balas Mia Santai.
“Aku dengar Putri dari kerajaan Pinrang bahkan berniat untuk menikahi orang yang membawakannya mahkota itu, kau yakin tidak tertarik dengan kecantikan yang dia miliki bukan, bahkan Anastasi yang dirumorkan sangat cantik di dunia ini tidak dapat bersanding dengannya.”
__ADS_1
Lanjut Mia dengan Sedikit berusaha menggoda Aether, tapi sepertinya godaan itu tidak berhasil dan bahkan mungkin harus menyesali ucapannya itu.
“Bagiku dengan mata ini, yang membedakan kalian hanya tinggi badan dan bentuk tubuh, selebihnya itu hanya ada warna hitam dan putih, sedangkan untuk mengenali kalian aku hanya perlu merasakan bagaimana mana yang ada dalam tubuh kalian.” ucap Aether menunjuk Mata butanya.
“Maaf lupa!!!” ucap Mia dengan cengengesan.
“Sebenarnya aku kesini untuk memanggilmu bergabung dalam pesta yang ada disana.” Lanjutnya berusaha mengalihkan topik.
“Kau tahu aku, aku lumayan malas, untuk bergabung dalam pesta seperti itu....”
“Tapi disana ada Sebuah tuak, yang dibuat langsung oleh para elf,” ucap Mia memotong alasan dari Aether untuk tidak bergabung dalam pesta yang ada disana.
(btw yang tidak tahu Tuak itu apa, itu adalah Sejenis minuman keras yang ada di beberapa daerah di indonesia.)
“Tuak! Kalau begitu aku tidak menolak niat baik dari mereka,” ucap Aether dengan penuh semangat.
Aether bahkan tidak ragu untuk bergabung dengan beberapa tetua dari para elf yang sedang minum bersama, di antara para hadirin yang ada disini Aether adalah orang yang mungkin paling mudah Ia masih termasuk muda bagi umat manusia, apalagi sekarang ia berada kalangan para yang memang terkenal akan umurnya yang sangat panjang.
Di umur aether saat ini ia mungkin Masih dianggap balita bagi para Elf yang ada, tapi karena Aether adalah pahlawan bagi mereka, maka tidak ada yang protes saat aether bergabung untuk minum alkohol.
“Dimanapun itu Sepertinya alkohol menjadi teman terbaik untuk para pria untuk berpesta,” Mia dari jauh melihat Aether bisa tersenyum dengan hangat saat minum alkohol seperti ini, dimana ia sangat jarang melihat senyum setulus itu dari Aether.
. . . . . . . .
Saat Aether Sedang larut dalam pesta di tempat para Elf, perang antara kelompok pahlawan dengan Kerjaan Para orc juga telah mencapai puncaknya, karena beberapa informasi yang mereka dapat membuat mereka berada di atas angin dalam perang kali ini.
Yang awalnya mereka terdorong, sekarang mereka Sedikit bisa membuat para Orc mundur kebelakang, bahkan beberapa Eksekutif mereka berhasil bunuh.
__ADS_1
Namun Keunggulan itu mereka tidak bisa pertahankan terlalu lama, pasalnya berbagai taktik tidak akan berpengaruh di hadapan kekuatan Sejati, saat pahlawan Para orc turun tangan, maka taktik-taktik yang dijalankan para pahlawan menjadi tidak berguna.
Dengan satu kali Jalan mereka berada dalam bahaya besar, Kenshi dengan kekuatan armornya bertarung bersama dengan Anto dengan berbagai pedangnya tidak bisa mengalahkan pahlawan para orc.
Bahkan mereka hampir mati, jika disaat yang tepat Sebuah kelompok bertopeng yang dipimpin oleh Diablo berhasil menyelamatkan mereka dengan menggunakan kekuatan teleportasinya.
Dengan bantuan dari Nomos Diablo, dapat sembuh dengan cepat, karena saat itu sedang senggan, ia berniat untuk melihat perang yang terjadi, tapi ia menemukan berbagai kesalahan tindakan yang diambil para pahlawan membuatnya memanggil beberapa rekannya untuk menyelamatkan beberapa pahlawan yang berada dalam bahaya.
Salah satu alasan kenapa IA datang ke tempat ini karena melihat Yami bersama pasukannya juga bergerak dalam kekuatan penuh, mereka juga berniat untuk melihat dari jauh, tapi melihat keadaan yang seperti ini membuatnya Juga mau tidak mau harus turun tangan.
IA mengatakan kepada Diablo untuk menyelamatkan korban yang terluka Sedangkan ia akan menghadang para pasukan orc yang ada disana. Diablo sempat menawarkan bantuan, tapi Ia ditolak dengan mudah oleh yami.
“Sepertinya kau harus melihat bagaimana kinerja Guild besar yang sesungguhnya,” balas Yami.
Dan memang benar setelah yami bergerak, Pasukannya segera mengambil alih pertarungan, beberapa gerbang raksa terbuka, dan dari sana keluar berbagai pasukan yang Diablo ketahui Kalau itu adalah Pasukan dari berbagai guild besar.
Cahaya keemasan masih dipimpin oleh Robert, aiko dengan bungga lilynya, dan cobra dengan guildnya, mereka Semua Segera mengambil alih pertarungan.
“Ingat tugas kita Cuma menahan mereka disini,” ucap robert yang mengambil alih kepemimpinan.
Dengan para ketua guild muncul membuat para Orc kembali mundur, dan Diablo melihat kejadian itu harus memberikan beberapa jempol kepada yami.
Karena kinerja mereka memang sangat Baik, sedangkan ia tentunya dengan mudah menyelamatkan para Pahlawan yang berada dalam bahaya, apalagi kedua temannya Juga memiliki kemampuan dalam melakukan hal Seperti ini.
Untuk masalah penyembuhan mereka itu bukanlah menjadi urusannya, sehingga setelah itu selesai Ia masih memiliki beberapa waktu untuk menonton pertarungan antara para guild besar dengan pasukan para Orc.
__ADS_1