
Jika Diablo berniat untuk mencari Aether ia akan dengan mudah menemukannya, selama itu masih tidak ada hal khusus yang terjadi segel budak yang ada di tubuhnya akan sangat berguna dalam keadaan seperti itu.
Saat ia datang menemui Aether ia melihat Kalau Aether saat ini sedang bersantai di atas sebuah pohon yang sangat Rindang, disana ia terlihat mencoba Sesuatu itu sangat terlihat dari raut mukanya.
Dari apa yang dia lihat, aether Sepertinya Sedang bereksperimen dengan Seruling yang dia miliki, melihat itu Diablo Tidak mengganggu, ia lebih memilih untuk terus melihat apa yang dilakukan bosnya.
“Orang ini benar benar tidak pernah berhenti membuatku terkejut.”
kali ini ia cukup terkejut saat ia melihat Aether yang berusaha memasukan mana dalam Setiap permainan musiknya.
Diablo mengingat bagaimana saat itu Ia terus memohon mohon agar aether menerimanya Sebagai budaknya, itu adalah hal paling memalukan yang pernah ia lakukan dan Sekarang hasilnya ia tidak pernah menyesali hal itu.
Karena saat bersama dengan Aether ia bisa melihat sudut pandang baru dari dunia ini, Ia bahkan memiliki motivasinya tersendiri saat ini.
Ia tahu kalau ia tidak bisa hidup tanpa motivasi, dulu saat ia memiliki motivasi untuk kabur dalam fasilitas penelitian, ia akan terus bekerja untuk mewujudkannya, tapi Setelah ia keluar ia tidak menemukan hal seperti itu Sehingga ia sangat malas untuk bergerak.
Kali ini ia memiliki Motivasi yang bagus, Ia berniat untuk membantu Aether mengejar apa yang dia inginkan, terutama untuk membuat kerajaan sidenreng luluh lantah.
“sial ini adalah Seruling Kesepuluh Ku hari ini,” Ucap Aether yang saat itu sedang mengumpat karena Seruling yang dia gunakan tiba-tiba hancur.
Ia mencoba melakukan hal yang sama dengan ia lakukan dalam Seni berpedangnya dia mana ia dapat menggabungkan itu dengan mana dan sihir dalam grimorenya. Dan ia cukup baik dalam bermain Musik jadi ia cukup penasaran bagaimana jika itu terjadi.
“Jadi ada apa,” lanjutnya Karena melihat Diablo yang tiba-tiba mendatanginya.
Aether tahu kalau itu tidak terlalu penting, dari awal kedatangan dari diablo aether sudah merasakannya, melihat diablo tidak mengganggunya membuatnya beranggapan kalau kedatangannya kesini tidak terlalu mendesak.
__ADS_1
Diablo mulai menceritakan kegelisahan tentang apa yang harus ia lakukan, untuk belajar menggunakan Senjata yang lebih baik, walaupun Aether bukalah pengguna Tombak, Tapi Ia cukup yakin Aether Setidaknya memiliki beberapa saran untuk bagaimana nantinya diablo berlatih.
Tanpa diduga ia juga mendapatkan peringatan sama dengan apa yang dia dapatkan dari Sebas, untuk memulai berlatih tombak dari berbagai gerakan dasar.
“Walaupun tampak berbeda gerakan dasar dari Tombak dan pedang, itu adalah memotong, menebas, dan menusuk, aku tahu kalau kau sudah berlatih gerakan dasar dari teknik menggunakan tombak dari kecil. Tapi saat ini Baik tubuh dan kemauanmu sudah tumbuh banyak, dan kau baru saja kemabli menggunakan tombak dengan kembali mempelajari gerakan dasar akan membuat bisa lebih memahami Gerakan pengguna tombak sesungguhnya.” Jelas aether dengan panjang kali lebar.
Setelah beberapa percobaan diablo akhirnya mengerti Tentang apa yang dimaksudkan oleh Aether, Sehingga ia terus meminta pendapat dari aether.
“Buat 3 gerakan itu menjadi sesempurna mungkin, setelah merasa baik Baru kau bisa mendatangi ku,” ucap Aether yang mulai mengusir Diablo.
DIablo hanya menurut dan Segera meninggalkan tempat ini, ia mencari tempat terbaik untuk berlatih. Sedangkan aether masih tinggal disana menunggu Rangga yang sedang berburu makanan.
Semenjak ia meninggalkan kerajaan Gowa ia mulai melatih keterampilan ini, namun ia sama sekali tidak mendapatkan petunjuk untuk membuatnya menjadi lebih baik, tapi Aether sama sekali tidak menyerah.
Waktu yang ia miliki masih banyak dan akan ada waktu dimana ia nantinya bisa menyempurnakan seni musik ini menjadi lebih indah.
Sesuai dengan arahan dari Aether ia akan terus melatih gerakan dasar dalam penggunaan tombaknya, setelah merasa cukup ia akan mencari lawan tanding, untuk membuat pemahamannya menjadi lebih baik, disana ada puluhan orang yang ahli dalam beberapa senjata Sehingga Aether sama Sekali tidak kekurangan lawan.
Mungkin Dalam menggunakan energi sihir atau berbagai keterampilan sihir, Diablo adalah yang teratas dari mereka, tapi dalam menggunakan senjata, masih banyak orang yang dapat mengalahkannya.
Beberapa kali ia akan dipermalukan oleh rekan rekannya karena kalah dengan memalukan, dengan adanya Diablo yang berlatih seperti ini membuat markas mereka menjadi hiburan untuk orang orang yang ada disana.
Tentu ini hanyalah sebuah latihan, mereka tidak akan mempermasalahkan siapa yang kalah atau siapa yang menang, ini adalah ajang latihan untuk mereka Semua.
Teman Tanding dari diablo kebanyakan Adalah orang orang yang berasal dari Divisi 3 yang hampir semua dari mereka adalah petarung sejati.
__ADS_1
Tidak semua dari mereka sedang bekerja, Karena mereka tidak bisa sekaligus untuk menyerang Kerajaan sidenreng, mereka akan terus berganti untuk membunuh satu persatu target sehingga kekacauan ini menjadi semakin nyata.
Aether tidak lupa akan terus memantau Apa yang terjadi, tapi selama beberapa hari ini Semuanya telah berjalan dengan sangat baik.
Perkembangan Gereja perang juga terpatau cukup baik, jika Semuanya terus berjalan kearah Seperti ini bisa dipastikan nantinya Gereja perang di pastikan akan bisa turun dalam perang besar melawan para Goblin.
“Bagaimana Pergerakan para Pahlawan saat ini?” tanya Diablo kepada Perwakilan dari Divisi dua yang melapor kepadanya.
Untuk tugas melaporkan seperti ini para pemimpin divisi, tidak harus yang melaporkannya, Mereka hanya akan saling bertemu Jika memang ada hal yang mendesak yang mereka harus bicarakan.
“Beberapa perdebatan terjadi diantara mereka, Ucapkan Mia beberapa hari yang lalu membuat beberapa orang memperdebatkan siapa yang seharusnya menjadi pemimpin dalam aliansi tersebut, yang walaupun pada akhirnya anto Dan Kenshi yang menjadi pemimpin dari mereka.” Jelasnya.
“Aku tidak terlalu peduli dengan siapa yang akan memimpin, karena bagiku semua orang yang ada disana sama saja, laporkan saja pergerakan mereka,” balas Diablo.
Setelah mendapatkan balasan seperti itu orang yang bertugas pada saat itu, segera melaporkan semua kegiatan yang telah ia dapatkan yang intinya saat ini Para pahlawan sedang bersiap untuk bergerak untuk melawan para goblin.
Mereka ingin membutuktikan kalau mereka masih bisa terus berkebang dengan mengalahkan para goblin sebagai tempat latih-latihan. Penjelasan ini memuat Diablo tersenyum.
“Menjadi tempat Latihannya,” gumam Diablo.
Menganggap Remeh para goblin adalah sebuah kesalahan besar, mendengar seperti itu membuat Diablo yakin kalau orang orang ini tidak akan mendapatkan apa-apa.
“Untuk sekarang biarkan saja mereka fokus penyelidikan kepada Anastasia dan Pengawalnya,” ucap Diablo memberikan perintah.
Saat ini mereka perlu membuat beberapa keputusan karena mereka masih kekurangan sumber daya, sehingga beberapa hal harus ia sisihkan terlebih dahulu.
__ADS_1