Pedang Buta

Pedang Buta
bertemu kembali


__ADS_3

  Setelah Mereka keluar dari ruangan Hasanuddin, Yere tidak berbicara satupun kata, ia khawatir dengan tuannya,  yang dari tadi juga tidak mengeluarkan satu kalimat pun.


“Kalau tidak salah, kau bilang mereka ada tempat dimana mereka akan sangat mudah untuk ditemukan.” Ucap viktor tiba-tiba.


Mereka saat ini sedang duduk menunggu perwakilan dari Kelompok Aether, Viktor percaya diri dengan ditolaknya mereka saat ini kelompok dari aether akan datang untuk mengejeknya, namun setelah cukup lama menunggu ia tidak melihat tanda kala mereka akan datang.


Awalnya viktor sangat yakin kalau mereka akan memanfaatkan kesempatan ini untuk semakin mengganggu mentalnya, tapi setelah cukup lama menunggu ia memutuskan untuk mendatangi mereka secara langsung.


Jika lebih lama lagi, ia ragu kalau Ia akan bisa menahan diri saat mendapatkan provokasi dari mereka, Ia sudah mendengar dari Yere tentang mereka yang memiliki mulut yang tajam, bahkan Yere yang seorang veteran sering kali tidak dapat menahan diri jika mendapatkan provokasi dari kelompok Aether.


“Di kerajaan ini, mereka hanya memiliki dua tempat untuk berkumpul, pertama di gereja dewa perang, dan yang satunya lagi, di sebuah bengkel pandai besi paling terkenal di tempat ini.” Jelas Yeremia.


“kalau begitu mari kesana,” ucap Viktor memberi perintah.


Di tempat Baron mereka mendapati tempat tersebut lumayan rame oleh beberapa pelangaan yang tengah mencari sebuah senjata.


Tapi Baron yang mengenal Yeremia, langsung menunjukkan jalan kepada Mereka untuk langsung masuk ke tempat dimana Aether dan yang lainnya telah menunggu.


Viktor dan Yeremia langsung masuk kesana, disana  ia melihat Ada beberapa Orang, Viktor hanya mengenali  Mia yang saat itu sudah tidak menggunakan Topeng apapun.


Tentu Yere telah mengenal mereka semua yang ada di dalam sana, Mereka adalah Aether, Diablo, Hades, Zeus yang terlihat sedang bersantai bersama dengan Rangga.


Viktor tidak mengenali Zeus  karena saat mereka bertemu Zeus saat itu sedang dalam Mode penyamaran, sehingga ia tidak mengenali Zeus yang ada disana.


Mereka terlihat Biasa saja saat melihat kedatangan Yere dan Viktor, itu sangat berbeda dengan Yere yang dari tadi sudah siap siaga bahkan sebelum mereka masuk ke tempat Baron.


Disini sangat terlihat kewaspadaan dari Yeremia, Saat masuk tadi ia hampir bertarung dengan salah satu pelanggan hanya karena bersenggolan dengan Viktor. Beberapa Kali ia datang ketempat ini ia tidak pernah melihat orang sebanyak itu sehingga sempat mengerti kalau mereka sedang dikepung oleh Kelompok dari Aether dan yang lainnya.

__ADS_1


“Tenanglah, disini tidak ada orang yang akan memakanmu,” ucap Aether dengan santai.


Terlihat ia sedang bermeditasi, Sehingga ia mungkin sedikit merasakan kewaspadaan dari Yeremia, “Lakukan saja dengan cepat, sebenarnya aku sudah tidak terlalu berniat untuk bertemu dengan kalian, Jadi anggap saja pertemuan ini sebagai sapaan teman lama,” lanjut Aether.


Walaupun Viktor sedikit terkejut mendapatkan perlakukan seperti ini, tapi  ia berusa tenang dan mengikuti apa yang Diinginkan Oleh Aether.


“Aku ingin mendapatkan Gereja Perang untuk membantuku di kerjaan sidrap!” tugasnya.


“Lakukan, itu terngatung kemampuan kalian untuk menyakikan kan mereka, itu sama sekali bukan urusan Kami,” balas Aether yang masih tidak memandang mereka, Ia bahkan tidak mempersilahkan mereka untuk duduk.


“Itu tidak mungkin jika kalian terus mengganggu keputusan mereka.”


Terdengar suara Viktor sedikit tinggi membuat semua orang yang awalnya mengabaikan mereka Kini melihat dengan tatapan mengganggu, tapi tangan Aether sedikit membuat mereka kembali terlihat tenang.


Kini terlihat Gerakan Aether juga terlihat sedikit berubah, yang awalnya mengabaikan mereka kini terlihat serius, “Sepertinya pertunjukan akan segera dimulai,” Gumam Zeus dengan sangat pelan.


“Kalau tidak salah, beberapa orang mengajariku berbicara sopan dengan seseorang,  Apa kau berpikir aku masih sama dengan beberapa tahun yang lalu!” Ucap Aether yang langsung mengeluarkan Aura yang disertai sihir gravitasi terkuat yang dimilikinya.


Ledakan Aura sedikit membuat Yeremia mundur karena dorongan Aura yang telah dicampur dengan sihir Aether. Tapi terlihat hanya sedikit meninggalkan pijakannya, seolah ada sebuah penghalang yang menghalau Aura dari Aether.


“Sepertinya benar kalau ada sebuah pusaka yang melindungimu, sangat menarik!” lanjut Aether.


“Apa yang kau inginkan?”


Disini sangat terlihat Viktor masih terlihat sangat tenang dalam menghadapi perilaku dari Aether, menghadapi situasi seperti ini membuat Aether sedikit tersenyum, yang tidak Viktor tahu ini malah membuat Aether ingin terus membuatnya dalam kekacauaan.


“Ajaranmu  beberapa tahun yang lalu sangat melekat dalam diriku, Bagaimana jika Kau melakukan hal yang sama dengan apa yang kau ajarkan kepadaku  saat itu,” ucap Aether santai Kali ini Aether terlihat terdiri untuk melihat apa yang akan dilakukan Viktor selanjutnya.

__ADS_1


“Kaliaan!!!...”


Orang pertama Beraksi adalah  Yere, IA tahu apa yang dimaksud oleh Aether sehingga tentu ia merasa terhina Jika tuannya melakukan hal tersebut.


Tapi ia belum melakukan apa-apa, bahkan kalimat  yang ia ingin sampaikan belum kelar sebuah senapan sudah menempel di kepalanya,  itu tidak lain adalah Mia, dengan bantuan dari Diablo Membuat Mia dengan cepat sudah ada di belakang Yere dan siap  menembak kapan saja.


“Halo Guru, Sudah lama aku ingin melakukan hal yang seperti ini, Lanjutkan saja apa yang ingin kau katakan dan melihat apa aku akan berani menembak atau  tidak,” Terdengar nada ucapannya terlihat masih sangat santai, namun sangat terasa kalau Mia sama sekali tidak main main dengan ucapannya sedikit saja Yere bergerak .


“Sudah biar aku yang melakukannya,”


Viktor berusaha menenangkan Yeremia, agar tidak bertindak ceroboh karena ia yakin Kalau Mia tidak ragu  menembak, Dan Yeremia bisa melakukan apa saja sepuya ia aman, dan situasi tersebut sangat tidak diinginkan.


Viktor mulai berlutut, dan bersiap melakukan sesuai dengan apa yang Aether inginkan, namun belum selesai ia berlutut ia tiba-tiba terhenti dan tidak bisa mengontrol tubuhnya,  walaupun hanya sesaat itu membuatnya terkejut.


Seolah-olah ada sesuatu yang berusaha menahannya untuk berlutut di hadapan Aether, Ia belum tahu apa yang terjadi ia kembali mendengar suara dari Aether.


“Jangan terlalu berdrama, disini tidak ada yang tertarik dengan pertunjukan dramamu,” ucap Aether.


“Aku tidak ingin terlalu kau terlalu lama disini, Jadi jawab saja pertanyaan ini, jika harus memilih antara mana yang selamat kau dan adikmu mana yang akan kau selamatkan?” ini adalah sebuah pertanyaan yang sama yang dulu ditanyakan oleh salah satu prajurit mereka saat Aether sedang disekap oleh sang pangeran.


Dulu saat Aether ditanya seperti itu ia sama sekali tidak ragu untuk menjawab ia ingin adiknya yang diselamatkan walaupun pada akhirnya mereka tetap membunuh adiknya di depannya.


Terlihat  viktor sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Aether hingga ia menjawab, Bunuh saja adikku dan biarkan aku hidup dan suatu saat aku akan membalaskan dendamnya,”


“Hahaha, sangat menarik sepertinya kau mendapatkan beberapa kesepakatan dengan hasanudin,” ucap Aether yang terus berjalan melewati Viktor dan langsung mengarah kepada Yeremia.


Melihat tindakan dari Aether Mia langsung melepaskan Yere yang dari tadi telah ia todong dengan senjata.

__ADS_1


 


__ADS_2