
Sebenarnya area Sekitar sama Sekali tidak menguntungkan Bagi Jason Sehingga ia hanya bisa mengandalkan Pasir yang ada di Kendinya dan beberapa pasir yang ada tubuhnya, dengan keadaan Seperti ini Tidak ada pertahanan yang melekatnya dan berisiko terkena Serangan.
“Jangan berfokus kepada tanah-tanah itu, Fokus saja untuk menangkapnya, untuk masalah tanah itu biarkan Aku yang mengurusnya! Ucap Aether Kepada Jason.
Aether tidak tahu Siapa itu namun ia melihat beberapa sihirnya dan ia membantunya sehingga ia memberikan instruksi kepada Jason untuk membuat pertarungan ini lebih uda.
Jason Merasa aneh saat diberikan perintah oleh Aether, tapi IA Sudah melihat dengan mata kepalanya kalau kemampuan dari Aether dalam memimpin dalam Sebuah pertarungan memang sangat baik.
Lawannya terlalu sulit untuk ditangkap, bahkan Sekarang mereka harus bertarung di lantai sembilan, dimana area ini lebih luas daripada Area sebelumnya Sehingga tingkatan untuk menangkapnya menjadi lebih sulit.
Aether sudah menyebarkan Medang Gravitasi Milikinya namun sepertinya itu masih bisa diatasi dengan mudah oleh lawannya.
“Jubah ini terbuat dari bahan Khusus, sehingga sihir medan mu itu sama sekali tidak berarti bagiku,” balasnya melihat Aether yang berusaha mejebaknya dalam medan gravitasi.
Jason terlihat kesusahan untuk mengendalikan pasirnya, ia berusaha untuk menjebak dengan berpura-pura menyerang yang pada dasarnya ia berusaha untuk membuat lawannya itu bersiap diri untuk sebentar.
Namun itu terlihat sangat sulit apalagi ia tidak terlalu Fokus karena bom bom peledak itu terus berdatangan membuatnya juga harus hati hati dan menghindar. Sedangkan aEther saat ini sedang disibukkan oleh Sebuah Golem tanah berwarna putih.
Menurutnya itu shir golem namun bagi aether itu tidak lebih dari sebuah boneka tanah liat yang seukuran manusia, para boneka itu memiliki kemampuan tempur, sehingga cukup merepotkan apalagi setelah dikalahkan boneka itu tetap akan meledak membuatnya Aether makain kerepotan.
“Mundur dana lindungi aku selama beberapa saat!!” teriak Jason.
Ia memiliki rencana, tapi IA harus tidak bergerak Selama beberapa saat, “Lakukan saja tidak ada yang menyentuh selama aku disini,” ucap aether yang melompat berada disamping Jason.
Baginya pertarungan ini tidak boleh berlangsung terlalu lama, ia terlalu khawatir setelah berjauhan dengan putri lea, Sehingga ia berniat ingin mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin.
“Aku tidak akan menggunakan sihir ini jika Menurunkan, sebenarnya ada untungnya Tidak ada putri Lea disini,” gumamnya, Yang sedang berusaha mengaktifkan sebuah sihir tingkat Lanjutnya dari Grimoire milikinya.
“sihir perubahan Monster Tidur,” ucapnya setelah itu IA Ditutupi sebuah pasir berbentuk Bola.
__ADS_1
Jason mengatakan ada beberapa waktu sebelum sihi itu aktif sepenuhnya, jadi Aether terus berjaga di desana dan berusaha Sebaik mungkin untuk tidak membiarkan satu serangan mengarah kepada Jason.
Medan Gravitasinya Sekarang hanya ia gunakan untuk Mengendalikan berbagai pisau yang dia miliki sebaik mungkin. Gerakan Pisau itu ters bertambah cepat, daru terus menemukan berbagai boneka peledak dari Lawannya.
Tapi seberapa cepat pun Aether mengendalikan pisau pisau terbang itu atau sihir peledak itu sama sekali tidak habis dan terus tumbuh kini berusaha mengelilingi Mereka.
Aether hanya berharap kalau Sihir yang disiapkan orang yang di dalam sana cukup kuat untuk mengatasi masalah ini karena sampai mereka benar diledakkan dengan keadaan terkempung ia membayangkan dampaknya yang sangat berbahaya untuk mereka nantinya.
. . . . . . . . .
Saat Aether dalam berbahaya, di tempat lain tidak terlalu jauh dengn kondisi Aether saat ini, sebelum kedatangan dari diablo. Mia memang benar berhasil untuk menembak dan menghancurkan tubuh boneka itu.
Dan ternyata pengendali dari boneka tersebut memang berada di dalam sana, tapi setelah itu pertarungan menjadi tidak terkendali, karena pengendali boneka tersebut memiliki senjata yang bahkan lebih mengerikan daripada Sebelumnya.
Sebuah boneka kuat baru saja dikeluarkan dan langsung membuat Mia terpojok. Sebuah boneka yang dapat menggunakan grimoire.
Pasalnya ratu dari para roh terluka saat ia berusaha membuka sebuah celah untuk menembak, dengan adanya Diablo disana Tentu membuat Lathi menuju tempat sesungguhnya ia berada.
Dan kembali bertarung bersama dengan Diablo, pertarungan kali itu bisa dikatakan sedikit berimbang.
“berhenti menyerang boneka itu, usahakan targetkan Pengguna bonekanya.”
Diablo memberikan peringatan kepada Mia yang terus menyerang boneka pengguna grimoire itu.
“Mudah mengatakannya, tapi lihat boneka ini terus menargetkan kita,” ucap mia sedikit jengkel.
Mia juga tahu kalau mereka Seharusnya menargekan Pegedali bonekanya tapi dengan terus berdetak Seperti ini ia juga tidak punya pilihan. Btw boneka yang ia sempat dipinjamkan kepada sang ratu roh telah dibongkar oleh lawan.
Ia sebagai Pembuat boneka tentunya mengetahui beberapa titik lemah dari tangan raksasa dari Mia Sehingga ia dengan mudah tidak bisa digunakan lagi.
__ADS_1
Memang saat Mia Sedang disibukkan dengan boneka yang dapat menggunakan grimoire itu.
Tapi Diablo yang menargetkan sanga pengguna boneka juga kerepotan dengan Ratusan Boneka yang menggunakan Senjata. Dan setiap boneka itu dapat merepotkan karena saling melindungi dengan baik.
Saat Mia Sedang berfokus dalam bertarung tiba-tiba, sanga ratu Roh yang sedang terluka datang terbang menuju pundaknya.
“Boneka itu adalah mayat dari seorang raja dari kerajaan Pinrang,”
Mia Sedikit tidak mengerti kenapa ratu ini malah ngoceh tidak jelas tentang identitas boneka dari lawan saat seperti ini, “tidak bisakah langsung bagaimana cara mengalahkannya.”
Mia tahu dengan menjelaskan Seperti ini sepertinya ketua itu sudah mengetahui cara mengalahkan lawannya sehingga ia mendarat ke tubuh mia, tapi Seperti kebanyakan orang yang ada di dunia ini Sepertinya Sang ratu malah menjelaskan akarnya tampah bisa langsung ke intinya semata.
Walaupun sedikit tersinggung dengan cara Mia membatahnya dia tetap memberitahukan rencananya kepada Mia, setelah mendengar itu Mia langsung mengangguk tanda mengerti, dan semakin bersemangat untuk bertarung.
Ia tetap menyerang seperti biasa dan secara perlahan mendekat ke arah Diablo , dan langsung menepuk pundaknya, “Lempar aku menuju boneka Sialan itu,”
“Dengan Senang hati,” Diablo tidak tahu apa yang direncanakan oleh Mia tapi ia tetap melakukan Sesuai dengan apa yang mia katakan dengan melempar Mia.
Menurut apa yang dikatakan sang ratu roh salah satu kelemahan dari Boneka itu adalah adalah Dadanya disana ada Sebuah formasi Sihir yang jika dihancurkan akan membuat kendali dari Boneka tersebut akan putus dan tidak bisa digunakan lagi.
“Lemparan dari diablo sangat bagus Sehingga dengan mudah Mia menemukan Sebuah tembakan. Kenapa ia harus mendekat kearah sanga boneka walaupun ia harus hanya menembak, tidak lain adanya Sebuah pelindung tipis yang melindungi titik lemah boneka itu.
Sehingga saat Mia mendekat ia lebih percaya diri dengan bisa membobol penghalang dan menghancurkan apa yang ada disana.
__ADS_1