
Walaupun mereka tidak terlalu mengerti , tentang peraturan yang Sepertinya terlalu merepotkan, mereka tetap santai dan menurut mereka Selama mereka tidak membunuh maka itu tidak akan menjadi masalah.
Karena tidak ada yang bisa dikerjakan, Aether membicarakan beberapa hal dengan Diablo, terutama Tentang seorang kenalannya yang dikatakan akan menyusup di pertarungan ini.
“Dengan pengamanan Seperti ini apa menurutmu Sebastian Bisa menyusup?” Ucap Aether saat berbincang –bincang santai dengan Diablo.
Sebastian adalah salah satu kenalan dari Diablo yang telah menjadi rekrutan baru dalam kelompok ini, namun mereka memutuskan untuk membiarkan Sebastian dan salah satu rekannya untuk bergerak bebas di balik layar untuk memberikan informasi lebih leluasa.
“Entah, selama kekuatannya tidak berkurang Seharus nya tidak ada masalah yang berarti membuatnya menyusup di tempat ini.” Diablo terlihat masih sangat percaya diri dengan kemampuan kenalannya.
. . . . . . .
Dua minggu yang lalu, saat Aether masih berada di kerajaan Sidenreng, ia tiba-tiba didatangi oleh Diablo yang Sebenarnya sudah ia perintahkan untuk Stai di Kerajaan Gowa.
“Salah satu kenalanku sepertinya tertangkap di kerjaan ini, bisakah Kita melepaskannya?” tanya Diablo to the point.
Diablo saat ini adalah budak dari Aether Sehingga walaupun ia saat ini berencana untuk menyelamatkan salah satu Kenalannya Maka Ia merasa Harus memberitahukan itu kepada Aether.
“Itu tidak masalah, tapi jika kau ingin menyelamatkannya maka misi ini kau yang harus menjadi pengambil keputusannya,” ucap Aether memberikan persetujuan.
Aether merasa kalau misi ini adalah keinginan dari Diablo, jadinya ia tidak ingin ikut campur masalah tersebut, tentu ia akan membantu tapi ia ingin Diablo yang sepenuhnya bertanggung jawab dalam misi tersebut.
“Tenang saja aku tahu akan hal itu, aku hanya ingin memintamu untuk lebih aktif membuat kekacauan disini Sedangkan aku mengecek keberadaannya sekarang.”
Diablo menjelaskan rencana, untuk menjadikan Aether Sebagai umpan Sedangkan ia akan terus mencari tahu keberadaan dari temannya, ia memang telah mengetahui tentang kenalannya yang saat ini ditahan oleh kerajaan Sidenreng namun ia tidak mengetahui lokasi dari mereka menahannya
Pembicaraan yang mereka lakukan saat itu sangat singkat, Aether juga tidak banyak bertanya tentang apa yang akan dilakukan Selanjutnya tugasnya Hanya untuk memancing banyak penjaga maka ia tidak akan Segan untuk melakukannya.
__ADS_1
Apalagi Diablo membawakannya beberapa nama pejabatnya yang dulunya merupakan para prajuritnya yang tergabung dalam pembantaian keluarganya.
Dengan Aether yang mendapatkan pegangan, maka malam itu menjadi malam yang paling menakutkan bagi warga kerajaan Sidenreng, pasalnya aksi yang Aether lakukan tidak lagi dilakukan Secara Sembunyi Sembunyi melainkan Dilakukannya Secara terus terang Sehingga aksinya itu sangat menarik perhatiaan.
Karena Aksi dari Aether yang mencolok membuat Diablo menyusup dengan mudah di penjara miliki kerajaan, ia akhirnya menemukan temannya yang saat itu dalam keadaan terluka parah.
Diablo bisa melihat kalau temannya itu habis disiksa untuk mendapatkan beberapa informasi darinya.
“Sepertinya kau mendapatkan beberapa pengalaman buruk semenjak tidak tergabung dalam organisasi lagi!” ucap Diablo santai.
Ia tahu walaupun keadaan emannya yang terlihat sangat terluka Parah itu, karena saat masih bersama dengannya mereka Sudah terlatih untuk disiksa dengan Segala macam cara untuk menjaga Setiap informasi yang ada pada mereka.
“Jangan melepaskanku dulu, aku ingin menghajar beberapa pahlawan Sialan itu.....” ucapnya memberikan beberapa informasi kepada Diablo.
“Sepertinya kau menganggapku terlalu tinggi!” Balas Diablo.
Bagaimana tidak IA menyuruhnya Untuk menyusup dimana saat itu ia akan dijaga oleh para Pahlawan dari kerajaan Sidenreng, dimana ia sangat yakin kalau saat itu penjagaannya akan sangat sulit.
Orang yang bernama Sebastian itu bisa menebak dengan baik, bahwa Diablo memiliki bantuan yang cukup Hebat dibelakangnya.
“Aku tidak bisa membantah itu, tapi jika Kau ingin ia membunuhmu aku harus mengatakan Kalau Kau harus bekerja untuknya Selama beberapa waktu kedepan.”
Sebenarnya Diablo cukup yakin kalau Aether akan membantunya dalam rencana tersebut, Tapi IA juga tidak melewatkan masalah ini untuk membuat sebastian bekerja Sama dengannya maka Kelompok Aether maka akan Semakin Sempurna.
“bahkan Jika ia Ingin aku menjadi budaknya aku tidak akan masalah akan hal itu.”
Sebuah jawaban Tegas Sebastian berikan, membuat Diablo Juga dengan cepat Setuju dengan keputusan dari Sebastian, yang Sekarang ia pikirkan bagaimana Nantinya IA harus membujuk Aether untuk melakukan rencana ini.
__ADS_1
Saat diablo ingin pergi maka tidak ada yang bisa menghentikannya, penjara Tersebut seperti tidak pernah didatangi oleh Seseorang, dan tidak ada yang curiga akan hal itu.
“Ia benar-benar menarik banyak perhatian!” ucap diablo Setelah melihat aksi dari Aether di ibu kota kerjaan ini.
Tempat itu menjadi sangat ramai karena Aether, walaupun dalam kondisi yang kurang menguntungkan bahkan mengarah ke arah Saat ini Aether Sedang dalam terpojok Karena dikepung oleh berbagai pasukan dari kerajaan Sidenreng.
“Sedikit lebih lama lagi, misi ini akan menjadi misi menukar tahanan,” ucap Aether santai.
Setelah mengucapkan Hal tersebut tiba-tiba muncul Sebuah gerbang teleportasi di sampingnya, Para pasukan yang ada di sana tidak bisa merespon kejadian tersebut karena Semua nya terjadi Secara tiba-tiba.
Bahkan Anto yang ada disana hanya bisa melihat kepergian dari penjahat yang mengacau itu, ia ingin melawan tapi Perbedaan Kekuatan yang mereka memiliki terlampau jauh, dan gaya bertarungnya Yang sangat tidak cocok di tempat Seperti ini.
Ia juga sangat jengkel Karena Sudah Dipastikan Dalam kesempatan Seperti ini ia yang akan disalahkan, Sedangkan jika di perlukan mereka Semua tidak hadir di tempat.
Terlepas dari Semua itu ia sangat penasaran tentang Sosok yang membuatnya bersama dengan ratusan orang prajurit Seperti para pecundan.
“Pahlawannya?”
Pertanyaan yang ada di kepalanya saat ini, apakah gelar Pahlawan Itu memang benar benar ada, dalam hati yang terdalam ia Sudah merasakan perasaan tidak nyaman ini Semenjak kejadian yang menimpah Mia dalam Dungeon.
Sekarang ia diberikan pertunjukan kalau Kekuatan pahlawan Yang selama ini mereka Bahkan tidak ada apa-apanya.
“Jika aku bilang orang itu adalah Seorang Remaja, apa mereka akan percayanya?” gumamnya memikirkan bagaimana Reaksi teman-temannya saat ia memberikan penemuannya tentang identitas dari pengacau yang selama beberapa hari ini membuat kerajaan Sidenreng pusing.
Jika anto Sedang memusingkan bagaimana menghadapi teman-temannya Maka Diablo Sedang dipusingkan Dengan Aether yang sedang jengkel kepadanya, bagi Aether itu adalah Sebuah keputusan yang terlalu tergesa-gesa.
“Itulah menjadi keputusanmu,” pada akhirnya Aether tidak melakukan apa-apa karena dari Awal ia Sudah membebankan untuk Segala keputusan diambil oleh Diablo.
__ADS_1
Dan Sekarang ia harus Siap untuk berperang di awal dengan kerajaan Sidenreng, ia mengatakan ini berperang di awal, karena walaupun tadi Hanya ada Sebagian Orang baik itu para pasukan dan pahlawan yang mereka datangkan dari dunia lain.
Tapi ia juga mengetahui diwaktu Yang Diablo sampaikan maka akan ada kekuatan penuh dari Mereka berada di ibukota ini, Jadi jika mereka ingin menyerang maka memerlukan persiapan yang sangat matang.