
Aether terus berpikir Bagaimana cara terbaik untuknya menolak pemberian dari Hades, tapi ia tidak menemukan sebuah kata yang cocok untuk semua itu.
Namun setelah berpikir dalam waktu yang cukup Lama, apalagi ia terus mendapat tekanan dari Zeus dan Mia, Ia akhirnya memutuskan menyimpan Mata pemberian dari Hades.
“Ok aku ambil, tapi Keputusan aku mengunakannya atau tidak, itu terserah padaku bukan?” ucap Aether yang mengambil keputusan untuk mengambil bola mata tersebut.
“Tentu,” jawab Hades singkat.
Hades tentu tidak Ingin Memaksa Aether untuk langsung menggunakannya, Tapi entah kenapa IA memiliki sebuah Keyakinan kalau Aether suatu saat akan menggunakan mata pemberiannya.
“Btw, Apa hanya aku yang menyadari kalau tidak ada orang lain disini selain kita,” Ucap Zeus tiba-tiba, ia sudah mendengar kalau Aether sudah memimpin beberapa puluh Orang pasukan merasa aneh setelah melihat suasana tempat ini yang sangat sepi.
“Ceritanya Cukup Panjang, Tapi intinya saat ini aku kembali hanya bersama dengan Rangga.” Jawab Aether dengan cengengesan.
Mereka semua heran dengan maksud perkataan dari Aether, sehingga saat Mereka mendengar ceritanya mereka langsung mengerti apa yang terjadi dan memaklumi keputusan yang telah diambil.
“Sangat disayangkan, karena sebentar lagi mereka akan tetap kembali menuju medang perang,” potong Diablo.
Diablo menjelaskan kalau saat ini perkembangan perang sebentar lagi akan menuju puncaknya, beberapa organisasi besar juga telah bergerak untuk membunuh semua goblin yang ada disini.
Itu termasuk aliansi pahlawan yang juga telah memulai pergerakannya beberapa hari yang lalu, Dan Gereja dewa perang yang Juga telah siap bergerak, mereka semua Telah bersiap untuk memulai serangan skala penuh dengan para Goblin.
“walaupun pasukan khusus dari pemerintah dunia tidak terlibat dalam perang melawan para Goblin, karena terlalu sibuk untuk menghalau pasukan Orc di kerajaan luwu, perang melawan para goblin ini kemungkinan besar akan melibatkan banyak orang, dan kelompok,” lanjut diablo.
Diablo menceritakan ini, untuk mengingatkan semua orang yang ada di sana kalau untuk merebut mahkota kerajaan pinrang akan sangat sulit.
__ADS_1
“Selama kalian datang kesini bukan Cuma untuk main, maka seharusnya itu sama sekali tidak menjadi masalah bukan?” ucap Aether dengan sedikit tersenyum.
IA tahu Kalau mereka semua datang kesini untuk bergabung bersamanya, untuk bertarung Apalagi saat ini Hades, juga telah bergabung bersama dengan mereka makan tim ini akan menjadi tim Komplit.
“Tentu lenganku sudah tidak sabar untuk melakukan beberapa pemanasan,” ucap Mia dengan percaya diri.
“Apa itu keramaian! Jika memang seperti itu aku akan memperkenalkan dengan bangga apa itu kilat kuning dari Gowa,” Ucap Zeus yang terlihat sangat percaya diri.
Hades dan Diablo haya tersenyum seolah mengiyakan perkataan dari Aether, “Aku Juga memperlihatkan kepada Bos kita kalau menjadi orang normal bukanlah suatu yang buruk,” lanjut Mia.
Ia sedikit kesal Karena dari Aether tidak mengucapkan selamat Kepadanya karena telah mendapatkan Lengan baru, jadinya ia Sedikit mengejek Aether yang telah menolak menggunakan bola Mata dari Hades.
“Walaupun kau mengatakan seperti itu, dari awal Aku memang buta Jadi bagaimanapun aksi yang kau tunjukkan aku masih tidak bisa melihatnya,” balas Aether dengan balas mengejek Mia.
“Maaf-maaf Aku sedikit terlambat menyadari kalau Lenganmu sudah sembuh?” Lanjut Aether.
Mia hanya bisa mendesah, karena tidak bisa membalas perkataan dari Aether. Ia memang dari awal telah membuat kesalahan dengan mengejek Aether yang dia tahu sangat Ahli dalam menyusun Kata-kata.
“Jadi Apa yang Harus Kita lakukan?” tanya Zeus.
Dari kebanyakan orang yang ada di sana IA adalah orang yang paling kecewa dengan Aether Yang sudah melepaskan tanggung Jawabnya sebagai letnan di dalam kemiliteran. Karena ia sudah berharap bergabung bersama dengan Aether akan membuatnya Bisa memimpin beberapa prajurit di bawah kendalinya.
Tapi sekarang ini hanya bisa menjadi anggang-anggang semata, “Kalau kau memang sangat berminat bergabung dengan kemiliteran, dengan Grimoire yang kau miliki seharusnya tidak sulit untuk mu mendapatkan pangkat yang lumayan Tinggi,” ucap Diablo yang tahu pikiran Zeus.
Diablo sudah memasukkan beberapa Mata-mata di dalam kemiliteran, sehingga ia tentunya tahu kalau saat ini sangat mudah untuk mendapatkan Posisi dalam Militer, Apalagi di kerajaan kerajaan kecil.
__ADS_1
“Aku lemah Untuk membuat strategi, Jadi lupakan semua itu,” Balas Zeus, dan ia menyarankan untuk mengabaikan dirinya dan membuat keputusan yang akan mereka ambil kedepannya, ia tahu Kalau ini tidak dihentikan maka mereka semua akan segera menyiapkan Olok-olok yang lebih parah kepadanya.
“Karena sudah seperti ini, mau tidak Mau kita tetap menunggu pergerakan para Organisasi besar untuk bertindak dan melakukan perang skala penuh dengan para goblin, karena salah sedikit Kita akan terserang oleh kedua belah pihak, Tapi untuk rencana cadangan, Kita bisa melakukan beberapa pemanasan di tempat raja gobin lainnya.”
Aether adalah pemimpin Dalam grup ini sehingga keputusan ada dalam genggamannya, sehingga saat ia memberitahukan rencana mereka semua akan langsung setuju dengan rencana tersebut.
“Jadi Raja Goblin mana yang akan kita incar, Walaupun Salah satu Raja Goblin telah dihabisi dalam beberapa minggu kedepan akan ada raja Goblin baru yang akan terpilih sehingga kalau kita tidak segera mengalahkan Raja Goblin Lainnya maka itu akan menjadi percuma,” balas Diablo.
Diablo merasa Kalau mereka datang dengan menargetkan tujuan dengan baik maka itu akan sangat merepotkan, Jika Ada sesuatu yang tidak terduga terjadi.
“Ikuti saja Kemana Mata angin berhembus, Jika kita menentukan target, maka itu tidak akan seru saat kita berusaha membunuh sebanyak mungkin Goblin,” Ucap Aether menyuruh mereka untuk tidak terlalu banyak berpikir dan terus saja melangkah.
Mereka Yang ada disana Tidak akan menduga akan mendapatkan jawaban seperti itu, sebenarnya Aether tidak menduga akan berpisah secepat ini dengan Pihak Militer Sehingga info tentang pergerakan para goblin terbaru belum sempat ia dapatkan.
Apalagi saat IA pergi dari sana ia terlalu terburu-buru, sehingga ia tidak ingat apa-apa, perihal mendapatkan informasi, apalagi selama ini ia terus didukung oleh info-info akurat dari Diablo, Membuatnya kurang peduli akan hal seperti ini.
Aether mungkin sedikit malu mengakui hal tersebut, sedangkan Diablo tidak memiliki info terbaru tentang pergerakan para Goblin karena Merasa Aether sudah berada disana untuk mengurusnya.
Aether terus menyuruh mereka untuk bergerak, Tapi sebelum mereka meninggalkan tempat itu, Hades tiba-tiba mengingatkan Diablo tentang info yang belum ia sampaikan kepada Aether.
“Sebenarnya masih ada satu informasi yang sebaiknya kau dengar, sebelum Kita berangkat!” ucap Diablo yang terlihat ragu mengatakannya.
Aether tidak merespon ucapan dari diablo, ia lebih memilih untuk menunggu informasi apa yang akan ia sampai kepadanya.
“Sebenarnya saat ini Pangeran kerajaan sidenreng Rappang dalam perjalan menuju kerajaan Gowa.”
__ADS_1
Diablo sedikit menunggu Respon dari Aether, mereka Juga telah mendiskusikan ini dengan Mia dan Hades, dan mereka juga telah bersiap dengan segala keputusan yang akan diambil Oleh Aether.