Pedang Buta

Pedang Buta
memulai semuanya


__ADS_3

Dengan Hasanuddin yang Juga mendengarkan rencana Aether dengan baik tentu membuat Syarat Aether segera direalisasikan terutama syarat Aether dimana ia meminta Seluruh peta di mana Para dungeon belum dikuasai.


Sehingga bersama dengan Aether, Diablo segera mengumpulkan Organisasinya yang secara resmi mereka umumkan  dengan nama resmi sebagai kegelapan neraka,  Itu  berkaitan dengan mereka yang berniat untuk menaklukan Semua dungeon.


“Kalian seharusnya sudah tahu kalau Kita akan  kembali melakukan sebuah operasi secara besar besaran, sebenarnya Aku juga ingin langsung melakukan serangan kepada kerajaan sidenreng yang memang telah menjadi musuh kita bersama, namun Aku setidaknya yakin kalau saat ini kita belum menjadi lawan mereka, apalagi seharusnya Kalian tahu kalau saat ini mereka  terus mengalami peningkatan kekuatan yang sangat signifikan, yang seharusnya kalian tahu apa yang membuat mereka bisa bertambah kuat mereka Seperti itu, Ya benar itu tidak lain berbagai cairan yang mengunakan Kalian Sebagai objek eksperimennya.”


Aether seperti biasa memulai menjelaskan dengan beberapa kata yang berupa sebuah pidato perang kepada para pasukannya, dan mereka semua yang ada disana, walaupun dengan sedikit enggan harus mengakui kalau Apa yang Aether katakan memang benar.


Mungkin dunia Luar belum mengetahui Bagaimana orang-orang dari kerajaan sidenreng tiba-tiba mengalami peningkatan kekuatan yang sangat signifikan, semua itu telah mereka lebih dapatkan sebelum mereka bisa kabur dari tempat ini.


Dan Sebagian dari mereka juga mengakui kalau kekuatan yang mereka dapatkan tidak lain Karena pengaruh dari penelitian dari Raja sidrap saat ini.


“Kita saat ini Tidak memiliki teknologi untuk melakukan hal seperti itu, yang kita Bisa lakukan hanya terus bertambah kuat, hanya terus berada dalam medan perang, Jadi jika Kalian masih ingin membalas dendam dengan apa yang  terjadi kepada kalian satu satunya cara adalah berada dalam medan perang,” lanjut Aether.


Diikuti berbagai teriakan penuh semangat dari setiap divisi yang ada disana, baik itu para pemimpin setiap divisi mengakui kalau Aether adalah sosok pemimpin yang sangat ideal untuk diikuti, walaupun mereka sempat meragukan Aether kini mereka semua memberikan pujian setinggi langit  dengan kekuatan Aether yang sekarang.


Dan mereka semua mengerti Tentang bagaimana Diablo yang sangat terkenal tidak Mau mengikuti seseorang sangat tunduk kepada seseorang Seperti kerbau yang dicucuk hidung saat berhadapan dengan Aether.


“Aku tidak akan mengatakan apapun kepada kalian apa yang harus kalian lakukan, karena apa yang kalian dapatkan disana sepenuhnya adalah keputusan kalian.”

__ADS_1


Tapi Aether juga menekan untuk mereka sampai melupakan jajarahan yang berada dalam Dungeon Karena mereka juga masih memerlukan beberapa uang untuk segala sesuatunya, Ucap dengan sedikit tersenyum.


Ini hanya sebuah canda ringan Agar mereka tidak terlalu tegang, Karena suasana yang Lumayan santai, salah satu orang yang ada disana mempertanyakan apa yang akan Aether lakukan, saat mereka sedang berlatih dalam dungeon.


Saat itu di samping Aether terdapat Sebuah peta yang menunjukkan berbagai daerah dimana berbagai dungeon itu berbeda.


Aether tidak langsung menjawab, “Kalian tahu ini,” ucapnya menunjuk salah satu daerah yang ada disana.


Dungeon yang ditunjuk Aether adalah dungeon yang paling berbahaya yang ada dalam dunia, sudah banyak orang yang berusaha menaklukkan dan tidak ada satupun dari mereka yang bisa keluar hidup- hidup.


Walaupun mereka adalah seorang petarung yang tidak takut mati- beberapa dari mereka masih berusaha menghindari dungeon tersebut, Dungeon itu sangat berbahaya karena tempat itu terdapat berbagai racun yang sangat mematikan yang Bahkan livi yang memang terkenal akan kekebalan tubuhnya  masih sedikit ragu untuk masuk ke dalam sana.


Dan membiarkan para ketua divisi mengambil alih dan mengatur pasukannya, sedangkan Ia bersama dengan Diablo datang menuju tempat dimana Nomos yang melihat dari Jauh pertemuan yang mereka sedang jalankan.


“apa ada masalah?” ucap Aether yang merasa kedatangan nomos yang terkesan mendadak.


“Apa aku tidak boleh melihat Calon muridku, lagian seharusnya ini menjadi waktunya untuk segera memulai latihan, Jika masalah mengirim pasukan mu, serahkan saja kepada pasukan dari orang orang dari gereja perang, jika korniatnya sudah jelas kami juga bisa melakukan teleportasi jarak jauh seperti itu.”  balas Nomos dengan sedikit mengejek.


Mendengar itu Diablo langsung merinding, karena melihat raut wajah dari Nomos yang terlihat tersenyum, ia hanya bisa menunduk dan mendengarkan ucapan dari Nomos.

__ADS_1


“Jika Seperti itu, Aku berharap kau melakukan yang terbaik untuk melatihnya karena itu akan sangat berguna kedepannya,” ucap Aether membicarakan Diablo diambil oleh Nomos.


“Tenang saja, aku saat ini sedang marah karena beberapa orang dari Gereja perang tidak kembali dari kerajaan sidrap, sehingga aku butuh sesuatu yang melampiaskan rasa  frustasiku saat ini,” balasnya.


Diablo yang awalnya mendengar ucapan dari Nomos langsung menekan untuk membuka sebuah gerbang teleportasi untuk meninggalkan tempat ini, “Tunggu, tunggu, jangan Bilang kau hanya ingin Aku menjadi samsat tinjumu,” ucap Diablo yang berusaha protes dengan ucapan Nomos yang terdengar berniat jahat kepadanya.


“Semoga berhasil dalam pelatihannya, untuk masalah anak-anak biarkan aku yang mengurusnya,” ucap Aether memberikan sebuah tepukan bahu kepada diablo dan meninggalkannya untuk di urus oleh Nomos.


Ia Juga memberikan Kode jempol kepada Nomos, menandakan ia memberikan persetujuan kepada Nomos tentang apa yang ingin dia lakukan kepada diablo.  “Kalau boleh Request, usahakan ia utuh saat kembali,” balas kepada Nomos.


Dan Setelah itu Aether benar benar pergi meninggalkan Diablo bersama  nomos, terlihat Nomos hanya memberikan sebuah senyum dan memberikan sedikit koordinat kemana mereka akan pergi untuk melakukan sebuah pelatihan.


“Sial, terkadang aku berpikir sepertinya aku mengikuti orang yang salah,” gumam diablo yang melihat Kalau Ucapannya sama sekali tidak diGubris oleh Kedua orang itu.


Dan mulai berteleportasi menuju tempat yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan, tempat itu adalah sebuah area Gurun yang sangat besar, yang kemungkinan tidak jauh dari tempat kerjaan Pinrang berada.


“Yang ingin Kau lakukan Hanya bertarung denganku  dengan segala kekuatan yang kau miliki,” ucap Nomos sambil mengeluarkan sebuah pedang panjang tanda kalau ia bersiap untuk bertarung.


Diablo tidak banyak bertanya, ia segera memanggil Lathi, dan menyuruhnya untuk segera masuk dalam mode tempur utama, dan bersiap untuk menyerang Nomos dalam kekuatan penuh

__ADS_1


__ADS_2