Pedang Buta

Pedang Buta
masalah selesai


__ADS_3

Dengan adanya bantuan dari berbagai guild membuat Aiko bisa lebih fokus dalam pertarungan, salah satu alasan kenapa ia tidak bisa bertarung dengan penuh karena ia terus kepikiran dengan berbagai anak buahnya.


Tapi karena sekarang semua pikiran iu sudah lepas maka tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, sekarang yang ada di kepalanya adalah mengalahkan Sukomo.


Walaupun ia sudah memiliki banyak luka tapi ia masih percaya diri untuk mengalahkan sukomo,  ia sudah pernah mengalahkannya dahulu tentu ia masih sangat yakin untuk mengulangi kemenangannya.


Walaupun ia harus mengakui kalau kemampuan sakumo dahulu sangat berbeda dengan apa yang terjadi sekarang terlihat kalau Sukomo terlihat jauh kuat dari sebelumnya. Sebenarnya sihir dari sukumo hanya sebuah grimoire bintang 2 yang memiliki kemampuan yang sangat diremehkan lawan lawannya.


Yaitu ia bisa memperkuat berbagai barang bahkan tubuhnya berkali kali lipat, tapi walaupun grimorenya yang digunakannya diangap para penyihir lemah justru itu menjadi kelemahan bagi para penyihir di zaman kejayaan dari Sukomo dan kawan-kawan.


Saat sukomo berhasil mendekati para lawan-lawannya maka sudah dipastikan  itu akan berakhir akan kemenangannya, dan dulu di awal kemunculan Aiko ia adalah satu dari sedikit penyihir yang memulai dalam kerjaan ini mulai meningkat kemampuannya dalam bertarung jarak dekat.


Sehingga saat itu ia dapat memperoleh kemenangan saat awal berhadapan dengan sukomo, tapi sekarang berbeda mereka telah saling mengetahui tentang kemampuan masing –masing maka bisa dikatakan pertarungan sebenarnya yang mengetahui siapa yang terkuat diantara adalah saat ini.


“Jika kau menganggap kalau kemenanganku yang dahulu hanya kebetulan sepertinya kau salah besar,” ucap Aiko


Dari tadi ia sudah mendengar berbagai bacotan dari Sukomo yang terus meremehkan kekuatannya, walaupun sebenarnya ia hanya melihat bagaimana perkembangan kekuatan dari Sukumo, dan menurutnya itu sudah cukup jadi saat ini ia sudah berencana untuk serius.


Grimorenya tiba-tiba bersiar sangat terang, bersama denga itu tumbuh berbagai jenis bunga berduri yang ada di sekitarnya, dan secara perlahan berusaha membukanya, Sukumo tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia berusaha menghentikan apapun yang sedang dilakukan Aiko saat ini.


Sehingga ia masih berusaha mendekat dan menyerang, tapi seberapa keras pun ia mendekat berbagai julur tumbuhan terus menhalaginya, bahkan julur-julur itu seperti cambuk yang sangat berbahaya, yang awalnya sukomo percaya diri dengan ketahanan tubuhnya harus terhenti karena mendapatkan luka dari julur yang menghalanginya itu.


Sekarang Seluruh tubuh dari Aiko sudah tertutupi oleh berbagai julur-julur berduri,  Sukumo masih berusaha menyerang dengan menggali salah satu balok kayu besar yang ada di dekatnya ia segera memperkuat  balok kayu tersebut berkali kali lipat,  setelah itu ia berusaha untuk bola yang di dalamnya terdapat Aiko.


Tapi serangan itu tidak menghasilkan apa-apa, Sukumo terus mencobanya dan terus melipatkan gandakan kekuatan yang ada di serangannya.

__ADS_1


Tapi setelah beberapa pukulan kelima tiba tiba di tahan dan ia tidak bisa lagi menarik benda yang dipakai menyerangnya.


“Mode ini tidak akan bertahan lama, jadi mari akhiri ini dengan cepat.”


Terdengar suara dari aiko yang masih berada dalam bola itu, yang terlihat perlahan bola tersebut pecah seperti telur yang dihancurkan


Dan menampilkan sosok baru yang muncul dari dalam sana, Aiko terlihat mengenakan sebuah gaun yang hijau,termasuk rambutnya yang awalnya berwarna hitam pekat kini terlihat berwarna hijau.


sekarang kita juga bisa melihat seluruh perlengkapannya telah berubah sepenuhnya menjadi seperti ratu, bahkan mahkotanya terlihat terbuat dari mawar lengkap dengan duri durinya yang terlihat sangat tajam.


Yang menarik perhatian sekarang terlihat setiap luka yang ada di tubuh dari Aiko telah sembuh total, sehingga ia terlihat semakin cantik dengan gaun yang terlihat sangat indah seperti itu.


Tentu sukomo tidak peduli dengan penampilan baru Dari Aiko ia memilih mendekat  walaupun ia melihat kalau akan sangat berbahaya untuk ia mendekat, mungkin awalnya ia sedikit terkejut karena tubuh besi yang telah ia bangkan telah terlukan.


Namun luka itu sama sekali tidak berarti karena dengan cepat ia dapat meregerasinya  sihirnya. Namun Ada yang membuat sihir itu sedikit merugikan dan alasan ia tidak menggunakannya karena jika Ia mengaktifkan sihir regenerasi maka ia tidak bisa sihir memperkuatnya.


Ini adalah pertarungan antara sihir regenerasi dari Sukomo dan Sihir penyerang milik Aiko,  aiko terus menyerang dan mencegah Sukomo untuk semakin mendekat. Berbagai serangan itu terus memberikan luka yang fatal kepada Sukomo tapi sukomo juga tidak mau kalah setiap luka yang dia terima akan segera pulih seperti semula.


Bahkan beberapa kali ada beberapa anggota tubuhnya yang lepas, tapi segera tumbuh tubuh baru yang lepas tadi,  ini membuktikan kekuatan sukomo di masanya memang sangat mengerikan bagi para penyihir di jamannya.


Sukomo sangat yakin kalau ia berhasil mendekat maka ini akan menjadi kemenangannya, jarak mereka terus di perpendek membuat sukomo menjadi semakin bersemangat sedangkan terlihat tidak ada ekspresi yang ditampilkan oleh Aiko seolah olah ia tidak takut dengan sukomo yang semakin dekat dengannya.


“Sepertinya kau sangat percaya diri, dengan kulit tuamu itu,” ucap Aiko yang masih dalam keadaan tersenyum.


Bersamaan dengan itu ia melepas mahkota yang ada di kepalanya dan melemparkannya ke tanah.

__ADS_1


“Tebasan bunga mawar,” ucapnya mengucapkan sihir apa yang ia ingin ia lepaskan.


Tiba-tiba setelah mengucapkan hal itu kelopak bunga mawar yang ada disini lepas dan terus berlipat ganda bahkan jumlah jumlah sudah tidak dapat dihitung lagi. Ribuan kelopak bunga itu segera berkumpul di sekitar Aiko.


Terlihat Aiko dapat mengontrolnya dengan mudah, sepertinya Aiko terlihat ingin mengakhiri pertarungan ini, ia segera mengarahkan kumpulan kelopak bunga itu kepada sukomo.


“Jika kau masih tidak kalah dengan ini,  maka aku akan mengaku kalah,” ucapnya


Ribuan kelompok bunga itu segera mencabik cabik tubuh dari sukomo, pemandangan itu terlihat sangat mengerikan, karena terlihat beberapa luka yang disebabkan serangan dari Itu akan beregenerasi.


Tapi sejauh apapun regenerasi itu itu masih tergantung mana yang ada di dalam grimorenya dan Aiko yakin kalau tidak lama maka mana yang ada dalam sana pasti akan habis dan membuatnya kalah dalam pertarungan ini.


Jadinya IA terlihat masih sangat tenang dan melihat seberapa besar sukomo bisa bertahan dalam badai yang telah ia ciptakan, setelah menunggu beberapa saat akhirnya tidak terlihat lagi perlawanan yang dilakukan oleh sukomo.


Dan terakhir Aiko mengakhirinya dengan mengeluarkan sebuah tumbuhan yang sepertinya dapat mengeluarkan api, ia melakukan serangan terakhir dengan membakar tubuh dari Sukomo, ia tidak mau tahu hari ini menjadi hari terakhirnya ia bertemu dengan sukomo.


Kemenangan dari Aiko dapat dilihat oleh semua orang yang sedang bertarung, sehingga ini membankitkan semagat  semua orang yang tergabung  dalam aliansi.


Pertempuran Robert dengan  pengguna Sihir  benang itu masih terus berlanjut hingga Sebuah teriakan mengganggu aksinya pada saat itu .


“Sasori mundur,” ucap seseorang, setelah ia lihat lagi itu adalah orang yang sempat bertarung dengan cobra.


Walaupun masih bertarung dengan cobra ia memberikan aba-aba untuk mundur terlihat raut wajah sedikit ogah untuk mendengarkan perintah tersebut. Robert bahkan memberikan beberapa provokasi tentang ia masih bisa melanjutkan pertarungan jika ia mau.


\tapi pada akhirnya ia tetap mundur begitu pula orang yang menjadi lawan dari yami mereka mundur secara perlahan, melihat mereka mundur Yami sama sekali tidak menahannya , lebih memilih untuk melihat bagaimana keadaan para anak buahnya.

__ADS_1


 


  


__ADS_2