Pedang Buta

Pedang Buta
tempat kumpul kelompok Aether


__ADS_3

Aether tentunya langsung kembali menuju kediamannya, untuk berjaga-jaga  dengan menggunakan Yami Sebagai alat teleportasi untuk mengantarnya langsung  sampai di depan penginapan yang dia miliki.


sehingga tidak ada gangguan yang mereka alami, dan Aether bisa langsung istirahat di kediamannya.  


Aether masih tidak malu mengakui kalau ia adalah orang yang mudah tersesat jadinya saat ada orang yang mau mengatakannya maka iya tidak akan ragu untuk mengatakan ia jika itu memang akan mempermuda perjalannya.


Saat mengetahui Kalau Yami memiliki kemampuan teleportasi, sehingga Aether sama Sekali tidak ragu untuk memanfaatkan kemampuan itu untuk membuatnya bisa sampai dalam tujuan dengan mudah.


Saat sampai Di penginapan ia telah melihat kalau Diablo telah sadarkan diri, dan Sedang melakukan beberapa perbincangan dengan Mia.


“Sepertinya pertarungan itu, membuat Seseorang menjadi seseorang menjadi dekat,” 


Ejek Aether saat merasakan mereka bisa lebih dekat Setelah melakukan pertarungan dengan naga itu.


Mereka sama Sekali tidak membalas ucapan dari Aether, terlihat Mia malah melemparkan Sebuah kristal api yang Sepertinya merupakan Sebuah inti monster.


“Itu merupakan inti dari Naga itu,” ucap Mia.


“Aku Sebenarnya ingin menggunakannya tapi Sepertinya lebih cocok kalau kau yang mengambilnya.” Lanjutnya.


“Terima kasih,” ucap Aether Singkat, dan memang apa yang dikatakan oleh Mia, kalau batu kristal ini akan sangat berarti baginya.


“Sebelum itu, Seperti yang telah kau minta aku telah mencoba mendaftarkan mu dalam turnamen itu, namun untuk keputusannya kau masih harus menunggu pahlawan yang ada dalam kerajaan ini.”


Aether melanjutkan, karena memang ia ke kamar ini untuk memberitahukan hal itu kepada Mia, ia kenal cukup baik dengan Pahlawan yang ada sehingga ia akan menduga kalau Daryani akan datang ke tempat Maka Ada kemungkinan membuat kesulitan kepadanya.


Dan pada saat itu Aether berencana melemparkan Mia kedalam masalah itu Sehingga ia bisa tidak terlibat dengan masalah tersebut.


“Ini adalah salah satu alasan memiliki banyak Koneksi adalah yang terbaik,” ucap Aether dalam hati.


Mereka membicarakan beberapa terutama cara mereka mengalahkan naga itu, sebelum itu Aether dan Mia pergi ke dalam ruangan masing untuk beristirahat.


Informasi tentang mereka yang berhasil menaklukan Sebuah dungeon, Sepertinya telah Disembunyikan dengan baik oleh pihak kerajaan, Dan Aether sama Sekali tidak peduli akan hal itu, besoknya ia lebih memilih untuk bersantai ria Dalam kamarnya.


Beberapa orang berusaha untuk bertemu dengan nya  namun Semua itu telah Ditolak dengan beberapa alasan yang kurang masuk Akal.


Tapi saat Aether Sudah memutuskan tidak ada yang bisa merubahnya, ia pada awalnya berniat untuk  pergi berkunjung ke gereja yang dimaksudkan sang kaisar, tapi Segera mengumumkan hal itu, Setelah ia mengetahui kalau saat ini banyak orang yang ingin bertemu denganya terutama para petinggi yang berasal dari kerajaan Lain.

__ADS_1


Sehingga ia berpura pura tidak enak dan menyerahkan Semua masalah itu kepada Diablo, tapi Sepertinya ia memang tidak bisa kabur karena walaupun ia sudah melakukan Segala cara untuk kabur dan menghindari orang-orang yang ada di kerajaaan.


Ia masih dapat Ditemukan Yami dan menyuruhnya untuk menghadap ke kaisar, dengan terpaksa untuk datang kesana.


“Sepertinya mood mu tidak dalam keadaan baik,” ucap sang kaisar saat Aether masuk dalam ruangan nya.


“Bagaimana bisa mood ini menjadi baik, kalau terus ada orang yang mengganggu !” balas Aether dengan Sedikit menyindir.


“Tenang saja ini hanya akan berlangsung Sebentar,” balasnya dengan Sedikit tersenyum.


Dalam ruangan ini telah hadir Daryani, dan beberapa orang yang Sepertinya akan bertarung untuk tim perempuan.


“Ini tentang perempuan yang kau rekomendasikan kemarin, Daryani ingin memastikan kemampuan dari perempuan itu dengan kemampuannya Sendiri.”


“Kalau begitu Suruh saja ia bertarung, aku cukup  percaya diri dengan kemampuan dari orang orang ku.”


Ucapan Aether ini sangat tegas, menandakan kalau ia sangat percaya diri ucapannya. Sehingga tidak ada yang bisa membantu ucapan tersebut, pasalnya mereka Sendiri yang mengatakan kalau mereka ingin memastikan kemampuan dari Mia Sehingga saat Aether mengeluarkan tantangan Mereka hanya bisa mengatakan ia.


Mereka hanya tidak mengetahui Kalau momen Seperti sudah ditunggu oleh Aether, Dan kemarin Mia sudah ia peringatkan untuk melakukan Sebuah persiapan yang baik, jika memang ada Sebuah Situasi seperti ini.


Dalam kerajaan ini mereka memiliki langganan pembuat Senjata, dan mereka juga telah menjadikan tempat itu, sebagai tempat tempat berkumpul kelompok Aether.


Dengan kendaraan Spesialnya yaitu Yami ia dengan mudah sampai di tempat itu, saat sampai disana ia telah melihat 3 orang teman-temannya.


Disana sudah terdapat, Mia, Diablo, dan Hades yang Sedang bersantai, hal ini membuat Aether Sedikit jengkel.


“Sepertinya kalian punya banyak waktu luang?” ucap Aether.


Mereka semua tersenyum, mereka mengerti kalau Aether Sedang tidak dalam keadaan yang baik saat ini, dan salah satu alasan kenapa Aether dapat ditemukan dengan mudah oleh Yami tidak lain karena Mereka inilah yang memberitahukan lokasi dari Aether tersebut.


Jadi saat Aether datang dengan Sebuah ekspresi yang lumayan jelek membuat mereka lebih memilih mendengarkan daripada membantah ucapan dari Aether saat ini.


“Aku dapat kabar kalau Mia, telah mendapatkan tantangan untuk bertarung melawan Daryani sang pahlawan dari kerajaan ini.” Ucap Aether.


Walaupun terlihat santai mereka langsung menegang,  mereka juga telah menunggu kabar ini.


Jadi mereka awalnya berada di tempat untuk berusaha membantu Mia untuk melakukan Sebuah persiapan, setelah mereka telah mendapatkan seperti ini mereka turut Senang karena Sepertinya persiapan yang mereka lakukan tidak terlalu sia-sia.

__ADS_1


“Aku tadi mendengar dari Baron kalau pedang yang ingin kau perbaiki telah Selesai.” Ucap Diablo  yang berusaha mengalihkan  Aether agar tidak melampiaskan kekesalannya kepada mereka.


Dan Sepertinya itu berhasil mendengar itu Aether langsung pergi untuk melihat pedangnya, dan tidak tanggung tanggung mia dan hades langsung memberikan jempol kepada Diablo yang bisa mengalihkan perhatian dari Aether.


Setelah pertarungannya di dalam dungeon, pedangnya mengalami kerusakan Sehingga perlu Diperbaiki, walaupun itu tidak terlalu parah karena Aether Sudah memiliki penguasaan yang baik untuk melindungi pedang nya dalam kerusakan.


Tidak hanya melakukan perawatan kepada pedangnya itu, ia juga memperbaiki beberapa edangnya yang telah ditinggalkan oleh Roberto Sehingga Sekarang ia telah menjadi pemilik Asli seluruh pedang itu.


Saat masuk kesana ia tega melihat Seorang pria yang lumayan kecil dengan otot yang sangat hebat Sedang bekerja, yang menandakan beberapa pedang yang telah ia pesan belum Selesai secara keseluruhan.


Ia adalah orang yang sangat Serius , sehingga saat Aether masuk kedalam ruangan kerja Baron terlihat sama sekali tidak menyadarinya. Tapi Aether juga tidak ingin menunggu sehingga terus menuggu siapa Baron Selesai dengan pekerjaannya.


“Oh, kau sudah datangnya! Pedang pedangmu telah jadi, ikuti aku untuk melihatnya.”


Setelah beberapa saat akhirnya Baron menyadari kalau Aether telah berada di ruangannya Sehingga ia mengajak Aether untuk mengecek beberapa pedang Yang terbagi senjata dengan kualitas Super Seperti itulah yang  Aether pesan.


“Seperti biasanya prosesnya lebih cepat dari apa yang aku bayangkan,” ucap Aether dengan nada Sedikit memuji, ia  tidak menyangka kalau pedang pedang itu akan lebih cepat Selesai.


“Itu hanya melakukan Sebuah perawatan dasar Sehingga tidak terlalu membutuhkan waktu yang lama, karena pedangnya yang sangat mengagumkan membuatku Sedikit bersemangat,” baron terus memberikan pujian dengan berbagai pedang yang Aether bawah kepadanya.


Sebagai Seorang pengrajin tentu saja ia tidak bisa tidak bersemangat Setelah melihat berbagai Senjata dengan kualitas Super Seperti itu.


Ada total lima pedang yang Aether bawah kepadanya.  Semuanya merupakan jenis yang berbeda dari yang panjang sampai yang pendek, maupun yang besar maupun kecil.


“Kau tidak berencana menggunakan Semua pedang ini bukan?” tanya baron yang penasaran Apakah Aether dapat mengenakan Semua pedang ini, dalam Sebuah pertarungan.


“Apa ada masalah?” ucap Aether dengan Singkat.


“Ok Ok, aku mengerti! Aku hanya berharap dapat segera menyaksikan Aksimu dengan menggunakan Semua pedang ini dalam waktu dekat.”


Baron tidak berniat untuk berdebat dengan Aether, Sehingga ia lebih memilih untuk mengalah dan menunggu kapan ia dapat melihat Aether menggunakan Semua pedangnya  nanti.


Aether dengan Seksama memeriksa Semua pedang yang dia miliki, terlihat Aether tidak bisa menahan diri untuk tidak bisa tidak tersenyum Setelah memeriksa Semua pedang yang dimilikinya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2