
Aether masih bergulat dengan pedangnya, dan sama Sekali belum mendaratkan satu Serangan pun kepada gurunya. Tapi lama kelamaan pertarungan mereka semakin Sulit dan terasa semakin Seimbang.
Pertarungan ini sangat berarti mereka berdua, baik Aether dan sang pendekar pedang itu Sendiri. Aether mengasah kemampuan pedangnya Sedang sang master berpedang itu Semakin lama mereka bertarung dengan Aether membuatnya mengingat berbagai kenangan masa lalu saat ia hidup Sebagai manusia.
Sudah ratusan tahun, ia terkurung dalam wujud Seperti ini, dan tentunya dengan wujudnya yang seperti membuatnya sangat tersiksa.
Jauh sebelum empat kerajaan terbesar mendominasi, terdapat Sebuah kerajaan kecil yang saat itu, masih kurang percaya dengan era para penyihir dan masih bertahan dengan era ksatria yang menurut mereka akan lebih baik dalam Sebuah pedang perang yang sesungguhnya.
Walaupun mereka masih tidak setuju dengan Sistem penyihir yang lebih kuat, beberapa dari mereka masih berusaha mengembangkan Sebuah sekolah Sihir.
Di kota kecil di kerajaan itu hiduplah Seorang anak yang kemampuan berpedangnya Di atas rata- rata, bahkan ia masih berada Di usia untuk memasuki akademi kerajaan ia Sudah cukup mampu untuk mengalahkan seorang prajurit yang berpangkat c.
Dengan kemampuan Seperti itu, membuatnya dengan mudah lolos dalam Sebuah tes yang ada di akademi dan menjadi lulusan termuda yang ada di kerajaan Itu, pemuda itu bernama Roberto.
Kehidupan dari roberto mulai berubah saat ia bertemu dengan seorang anak bangsawan yang hampir diculik oleh Segerombolan orang, yang pada akhirnya bangsawan itu melihat potensi yang ada di diri roberto dan mulai menjadikannya anak.
Singkat kata bersama dengan saudaranya dalam Sebuah pasukan khusus yang mereka beri nama Sebagai ksatria kegelapan. Dengan Pimpinan dari Roberto ia merubah pasukannya menjadi pasukan paling ditakuti pada saat itu.
Mereka mendapatkan julukan lain karena kemampuan mereka dalam masa perang, yang terus membunuh Semua penyihir milik Lawan, mereka Sering disebut sebagai para pembunuh penyihir.
Memang notabene selain dari saudara dari roberto, di pasukan itu sama Sekali tidak ada orang yang merupakan Seorang penyihir, jaman itulah merupakan dimana awal mula para penyihir sangat diagung agungkan.
Sehingga para pasukan milik roberto berusaha membuktikan Diri kalau mereka bisa bersaing dengan orang orang yang mengaku diri mereka itu hebat.
__ADS_1
Namun masalah bukan berada di situ, tidak lama setelah mereka menjadi menjadi kerajaan paling berkuasa di dunia ini, sang kaisar mulai panik, dan takut kepada pasukannya Sendiri. Terutama Roberto yang sangat dipuja puja oleh masyarakatnya Sebagai pahlawan.
Ia takut Suatu saat jika Roberto, ingin mengambil tahta kekuasaan yang telah ada saat ini. Sehingga ia melakukan Sebuah keputusan yang sangat gila dengan mengirim pasukan dari Robert kemedan perang yang kemungkinan besar akan membunuh mereka.
Yaitu dengan mengirim roberto dalam Sebuah misi, untuk melawan pasukan ogre yang saat itu Sedang mengamuk karena pahlawan dari bangsa mereka telah muncul.
Roberto tahu , kalau ini adalah Sebuah musuh bunuh diri. Tapi bersama dengan pasukannya ia tetap berangkat menuju medan perang, walaupun tidak bersama dengan saidarnya, karena masih ingin berusaha menyakinkan sang raja yang telah menjadi kasair saat itu untuk merubah pemikirannya kepada roberto.
Namun rencana itu tidak berhasil, karena memang pada dasarnya keputusan dari sang kaisar memang sudah bulat, bahkan saudara dari roberto di tangan Di Sebuah penjara, dan tidak dibiarkan keluar Sebelum ia bersumpah untuk mengabdi kepada sang kaisar seutuhnya.
Tapi berbeda dengan yang raja harapkan roberto dengan sisa-sisa pasukannya masih dapat kembali ke kerajaan dengan membawa kepala dari pahlawan dari para ogre.
Bukannya merubah pikirannya, tindakan dari roberto ini malah membuat sang kaisar Semakin takut Sehingga pada saat roberto sampai dalam kota karena kondisi mereka yang masih dalam keadaan yang tidak baik membuat para pasukan kerajaan dapat membunuh sisa dari pasukan roberto walaupun harus mengorbankan banyak hal.
Entah bagaimana pertarungan Aether bersama dengan roberto berbuah manis, saat roberto mengingat Semua itu, tidak terasa membuat Air matanya menetes, dan perhatiannya sedikit terahlihkan.
Sehingga Aether berhasil mendaratkan Sebuah Serangan yang lumayan dalam kepada roberto. Merasa Ada yang aneh membuat Aether menghentikan serangannya.
“Sepertinya waktuku telah habis, dan Senang dapat memiliki murid yang sangat berbakat Seperti dirimu?” ucap roberto yang melepaskan pedang yang telah dari tadi di genggamnya.
Walaupun tidak bisa melihat Aether dapat merasakan kalau perlahan energi kehidupan yang ada dalam diri roberto perlahan menghilang, hal ini membuatnya bersedih. Karena sekali lagi ia harus kehilangan sosok yang sangat ia banggakan.
“Pada akhirnya, aku tidak pernah bisa melihatmu lagi guru!” ucap Aether dengan muka tertunduk ia sudah tidak peduli apakah ia buta atau tidak, hanya saja perasaan Seperti ini masih kadang kadang mengganggu.
“Sebelum aku pergi, Sepertinya ada yang harus kuberikan kepadamu!” ucapnya yang pada saat itu juga langsung menyentuh kening dari Aether.
__ADS_1
Aether Syok saat sebuah ingatan masuk dalam kepalanya, itu adalah ingatan dari roberto setelah menjadi Undead dan bertugas untuk menjadi Seorang yang menjaga Sebuah labirin bersama dengan Sebuah naga juga telah meninggal.
Siapa yang menyangka Setelah meninggalnya roberto pada Hari itu, Saudaranya telah berusaha membalas dendam dengan membentuk Sebuah perjanjian dengan iblis Sehingga ia menjadi Seorang penyihir kegelapan.
Dan menggunakan Roberto Sendiri Sebagai mayat hidup untuk menghancurkan kerajaan yang Sendiri, melihat potensi yang tinggi dari roberto ia sempat ditawarkan untuk memegang jabatan di antara pasukan iblis namun karena keinginannya Sebagai manusia yang kuat pada Akhirnya ia menolak keputusan tersebut Sehingga ia Berakhir di tempat ini.
Karena mereka khawatir tentang suatu saat roberto yang akan menghancurkan semua rencana pasukan Iblis, untuk mencegah hal hal buruk terjadi mereka juga telah menghapus Sebagian ingatan dari Roberto.
Mereka hanya menghapus sebagian ingatan tersebut, karena mereka masih menginginkan kemampuan dari Roberto sama Sekali tidak berkurang sehingga labrn itu masih tidak bisa Di taklukan dengan mudah.
“Sepertinya kau masih bisa tenang Setelah melihat lawan yang akan kau hadapi kedepannya,” ucap Roberto dengan santai terlihat ada kebangaan yang ada setelah melihat pertumbuhan dari Aether.
“Pada akhirnya jika memang aku ingin menjadi seorang pendekar pedang paling hebat, aku masih tetap akan mengalahkan mereka.” Ucap Aether dengan tegas.
“Bagus, begitulah memang Seharusnya muridku berpikir.”
Sebuah ucapan terakhir diucapkan dengan baik oleh Roberto Sebelum secara perlahan menghilang dari hadapan dari Aether.
Menhilangnya Roberto sempat membuat Aether terlihat bersedih, namun Segera Air mata tersebut ia Segera hapus dan berusaha mengalihkan perhatian kepada beberapa barang-barang yang ditinggalkan Oleh Roberto.
Itu adalah Sebuah cincin, piringan hitam. Dan Sebuah pedang yang tentunya akan ia Simpan. Setelah sedikit tenang ia baru memikirkan kalau saat ini teman temanya belum muncul yang menandakan pertarungan mereka belum Selesai.
“Sepertinya aku masih harus menunggu Sedikit lebih lama” gumamnya Setelah ia duduk bersilah dan memikirkan beberapa rencana yang mereka lakukan kedepannya
__ADS_1