Pedang Buta

Pedang Buta
nonton


__ADS_3

Sebenarnya alasan Hasanuddin masih menerimah Pertemuan dengan Viktor, itu tidak lain hanya ingin melihat apakah Viktor adalah orang yang layak diajak kerja sama, tapi sayangnya ia tidak menemukan hal itu, saat mereka hanya terus menawarkan kepada Hasanuddin , tentang bagaimana cara bertarung yang baik.


Sedangkan Jika masalah berperang Ia yakin kerajaan Gowa masih tidak tersentuh dari pada kerjaan Lainya, dan sekarang ia harus mengakui kalau Keputusannya membawakan hasil yang sangat Baik, dimana Aether datang dengan ide untuk menyelesaikan masalah mereka kedepannya.


“Setelah dilihat-lihat anak itu sepertinya ia  mengalami perubahan yang signifikan setelah tidak melihatnya selama beberapa waktu,” Lanjut Hasanudin yang sedang melihat ke arah Aether.


“Kau tahu ia berhasil membakitkan Aura ksatria yang sudah lama menghilang,” Balas Nomos.


Era Ksatria sudah lama punah di dunia ini walaupun masih ada yang  bercita cita melakukan hal yang serupa tapi  biasanya belum mencapai puncak sudah akan tergerus oleh para penyihir yang mendominasi saat ini.


“Mungkin itu yang membuatnya terlihat lebih tenang,” Balas Hasanuddin.


Dimasa lalu ia melihat Aether hanya seorang anak yang terus di penuhi akan dendam, walaupun ia terlihat dapat menutupi semua itu, tapi  untuk orang-orang seperti Hasanudin dan Nomos yang sangat berpengalaman.


Mereka akan dengan mudah mengetahui watak asli dari Aether,  tapi mereka juga harus mengakui pergerakan pergerakan dari Aether memang sudah tertata dengan rapi, itu seolah olah itu sudah direncanakan dengan banyak plan di dalamnya.


Makanya Saat Nomos mengatakan kalau Aether memiliki beberapa pilihan maka Hasanuddin dengan mudah percaya akan hal itu, “Setahuku kau adalah orang yang paling mengetahui beberapa hal di dunia ini, jadi sebelum pergi dan mengurus masalah perang dengan para Orc, apa kau tahu asal-usul dari grimoire berwarna hitam?” tanya Hasanuddin kepada Nomos.


“Dimasa lalu ada beberapa cerita Tentang Grimoire berkertas Hitam, tapi sampai sekarang itu hanya legenda dan beberapa orang dari pemerintah berpendapat Kalau Itu hanya grimoire biasa yang tidak memiliki perbedaan.”


Nomos telah membaca beberapa catatan di masa lalu  tentang sebuah grimoire yang memiliki  kertas berwarna Hitam, tapi karena tidak ada pembuktiaan jadi beberapa orang merasa itu hanya cerita bohong, sehingga anak anak jaman sekarang tidak mengetahui legenda tersebut.


“Tidakkah kau melihat buktinya saat ini,” Ucap Hasanuddin yang melirik seseorang.


“Entah,,,”

__ADS_1


Saat diskusi Nomos dan Hasanuddin sedang berlangsung, Pertarungan segera dimulai, “Sekali lagi ini hanyalah pelatihan, sebisa mungkin melatih taktik bertarung yang akan kalian gunakan jika berhadapan dengan para Orc,” teriak Aether.


Aether dan kelompoknya berusaha melatih taktik individual, sedangkan Diablo dengan bawahannya berusaha melatih Taktik berkelompoknya.


Diablo membuat keputusan kalau mereka akan bergerak sesuai divisi yang mereka miliki,  Levi dengan divisi Satu yang di oleh orang-orang yang memiliki kemampuan bertarung dan kemampuan penyembuh yang baik akan melawan Mia.


Diablo telah membebaskan mereka untuk memilih lawan yang mereka akan hadapi, Pada dasarnya Diablo sangat dekat dengan orang orang yang ada di organisasi sehingga ia sangat percaya dengan kemampuan tempur yang mereka miliki.


Ganjar sebagai ketua dari divisi tempur memilih Hades untuk lawan tempurnya, sisanya Sebas bersama dengan divisi 2 akan melawan Zeus, dan Jika mereka berhasil maka mereka bisa membantu yang lainya.


Dan yang terakhir masing-masing dari Ketua kelompok akan bertarung, Jadi Diablo akan berusaha melawan Aether dalam pertarungan satu lawan Satu.


“Tipe yang bermain sederhana namun mematikannya?” Ucap Aether yang saat ini berhadapan dengan diablo


Saat Aba-aba dilontarkan mereka segera berpencar untuk mencari tempat terbaik dalam bertarung,  jadi yang tersisah disana hanyalah Diablo dan Aether yang sama sekali tidak meninggalkan tempatnya.


Lathi yang tahu kalau Diablo akan berusaha melawan Aether, langsung terus hati-hati karena ia sangat tahu kemampuan dari bos dari tuannya ini, Jika mereka tidak Serius dari awal bisa jadi mereka akan kalah dengan sangat memalukan.


“Itu yang ku inginkan,” Balas Aether yang maju untuk menyerang Diablo.


Aether bertarung dengan Diablo dengan cara ia ingin melatih kemampuanya dalam menggunakan Aura, sedangkan Ia bertarung dengan Aether untuk melihat batasnya dalam melawan dalam tuannya.


 Ia juga penasaran bagaimana perkembangan kekuatan Aether setelah menguasai Aura yang sangat diinginkan para pendekar di jaman dulu,  di tempat yang berbeda Zeus terlihat terkejut Karena Ia mendapatkan serangan dari Dua Divisi secara langsung.


“Aku dulu berharap setidaknya bisa dianggap dalam kelompok ini,” gumam zeus

__ADS_1


Walaupun sudah mendapatkan yang dia inginkan, sebagai buktinya Diablo memberikannya perlawan seperti ini, tapi Jika seperti ini ia merasa apa yang Diablo pandang terhadapnya terlalu berlebihan.


Ia tahu betul dengan kelompok yang Zeus bangun, dan ia sangat tahu kalau kemampuan mereka bertarung diatas  rata-rata, walaupun yang ia lawan bukanlah tim  petarung,  namun dengan langsung mengirimkannya dua kelompok ini sama saja Diablo berniat  membunuhnya sebelum ia melatih taktiknya.


Mia juga mengalami hal yang serupa, Ia tidak masalah dengan lokasi berpasir seperti ini, dimana untuk orang yang memiliki gayanya sepertinya itu sama sekali tidak cocok, tapi karena ini pelatihan ia merasa wajar untuk dilakukan.


Dan kelompok Yang dia lawan adalah Kelompok yang sangat Ahli  dalam pertarungan jarak dekat, dengan Bonus memiliki kemampuan untuk beregenerasi.


Mia sebenarnya cukup senang, karena saat ini ia merasa seperti benar- benar melawan para orc yang jago dalam pertarungan jarak dekat dan memiliki kemampuan regenerasi yang cukup tinggi pula.


Sedangkan tim dari Levi memang berlatih untuk melawan Mia karena mereka berniat untuk melawan para orc yang terus menyerang dari Jarak jauh,  yang  sering menghancurkan pasukan dengan sihir yang berdaya ledak yang sangat tinggi.


Hades sepertinya Juga mendapatkan lawan cocok untuk melatih kemampuan nya dalam bertaruh dalam jarak yang dekat, karena lawan mereka adalah para ahli dalam pertarungan , belakangan ini Hades masih dalam kebingungan untuk menyesuaikan gaya bertarungnya dengan lawan yang akan dia hadapi.


Sekarang ia mendapatkan lawan yang lanya dimana mereka ini adalah petarung yang sangat ahli baik itu dalam pertarungan jarak dekat maupun jarak jauh,  sedangkan kelompok Tiga ini tidak memiliki kriteria yang ini mereka latih.


Mereka yang sudah sangat terlatih dalam pertarungan, tidak membutuhkan latihan tambahan, namun mereka sepenuhnya dirugikan karena mereka bisa melatih serangan mereka untuk menghancurkan perisai Mana yang dimiliki Hades.


“bagaimana menurutmu setelah melihat seperti ini?” tanya Nomos.


“Ini sangat lanyak, mereka benar benar membawah dunia para penyihir dalam dunia baru dalam seni pertarungan yang sesungguhnya,”  balas Hasanuddin.


Setelah selesai berbicara dengan Nomos hasanuddin bersiap untuk langsung pergi, tapi nomos menghentikannya dan menyuruhnya untuk melihat Aether dan Kawan Berlatih dalam pertarungan ini.


 

__ADS_1


 


__ADS_2