
Tapi Setelah melihat Ekspresi dari Hades ia mengetahui Kalau Rekannya sama sekali tidak bercanda tentang ucapannya.
“Terlalu Sulitnya,” ucapnya Hades Setelah melihat Ekspresi rangga.
Rangga Mengangut dengan keras, mengiyakan kalau tindakan untuk melawan sebanyak itu masih terlalu Sulit baginya.
“Begini saja Kita coba pisahkan mereka, setelah itu kau habisi para kucing itu dengan cepat, Setelah itu kau harus bergegas untuk membantuku dalam Bertarung .”
Kali ini Hades memberikan sebuah saran yang Sepertinya disetujui oleh Rangga, dengan Sekali angukan Rangga langsung bergerak yang pertama menjadi target serangannya adalah chetah yang Sepertinya memiliki kemampuan listrik dalam tubuhnya.
Sedangkan Hades masih berusaha untuk menghindari si pengguna Serangga itu dan mengincar para pengendali chita dan macan bayangan itu.
Elemen bawaan dari Rangga adalah angin walaupun Ia tidak bisa menandingi si cheetah itu, tapi setiap Serangan Saya akan sangat akurat menghantam lawan lawannya.
Saat bertarung dengan Serius Rangga akan menampilkan wujud yang sangat berbeda, Bulu putihnya yang sangat halus akan berdiri tegak dan di sekitar tubuhnya akan ada Aura berwarna putih yang akan mengelilinginya.
Perbedaan kecepatan dan gaya pertarungan dengan lawannya yang seperti ini sama Sekali tidak berpengaruh kepada Rangga, pelatihan yang telah ia lalui bersama dengan Aether Sewaktu masih kecil , membuatnya sering melawan banyak Monster dengan tipe kecepatan.
Tapi saat ini pertarungan adalah dua lawan satu, tentu tidak mudah untuk mengakhiri pertarungan dengan cepat. Sehingga Hades yang juga Sedang melawan Banyak orang harus bertarung dengan sangat hati-hati sambil berusaha Setidaknya menghabisi satu lawannya .
“Jika kalian mengira Aku hanya bisa bertahan Sepertinya kalian salah besar,” ucap Hades, yang merubah gaya bertarung dari banyak bertahan kini berusaha bertarung dengan terus menyerang.
Ia Selalu mengingat Perkataan dari Aether dan Diablo yang mengatakan untuk merubah gaya bertarungnya yang terlalu mengandalkan Pertahanannya yang kokoh, menurut mereka akan ada masa dimana Pertahanan itu menjadi tidak berarti.
Salah satu contohnya saat mereka melawan naga yang ada dalam dungeon, dan Sekarang ia menemukan lawan lainya yang bisa membuat pertahanan terlihat sama Sekali tidak berarti tapi Sekarang akan berbeda karena IA Sudah mengatasi jika memang situasi ini akan terjadi.
__ADS_1
Sehingga sekarang ia bertarung dengan cukup baik walaupun Sedang di serang oleh tiga orang ia masih bisa bertarung dengan sangat baik, jika dalam mode bertahan Tubuh yang terbentuk Mana alam yang ada di sekitar akan memegang Sebuah perisai.
Maka dalam mode menyerang tubuh Besar itu akan memegang Sebuah pedang besar yang akan terus menyerang lawan lawannya. Walaupun Pedang itu tidak bisa bertahan lama karena terus dikurangi oleh para serangga itu, tapi dengan kapasitas Mana yang dimiliki oleh Hades yang cukup besar maka pedang tersebut masih terus beregenerasi.
Ini menjadi pembuktian Sebagaimana Hades dapat bertahan, dan Seberapa cepat Rangga bisa menyelesaikan pertarungannya, Jika Rangga bisa menyelesaikan lawannya dan segera membantu Hades makan bisa dipastikan kalau Tim Hades adalah pemenangnya.
Diskusi juga terus berlanjut antara para raja dan para tamu undangan dalam pertarungan kali ini, beberapa dari mereka terus memuji perpormah mengejutkan dari kerajaan Gowa yang terlihat sangat menjanjikan.
Aksi dari Diablo benar benar membuat mereka takjub, sekarang Hades bersama dengan Rangga juga tidak kalah membuat mereka sangat heran. Satu yang mereka ketahui kalau kedua pemain tersebut adalah pribumi.
Tapi mereka Sudah menumbangkan beberapa pemain yang sudah setingkat dengan para pahlawan yang terpanggil dari dunia lain.
Aksi ini membuat raja gowa dapat bersombong ria dengan para rekannya, terutama dari kerajaan Bone, yang Sebenarnya juga menampilkan penampilan yang tidak kalah baiknya.
Tapi melihat keadaan dari kerajaan Gowa penampilan mereka sama Sekali tidak bisa di bangakan, malah terlihat mengecewakan dari beberapa pihak, tapi beberapa orang masih akan menganggap kalau kerajaan Gowa masih tidak akan mengalahkan kerajaan Bone.
Semua Itu semakin lengkap saat sang pahlawan itu juga sangat ahli dalam menggunakan kekuatannya,sehingga ia menjadi petarung yang sangat mengerikan. Bahkan beberapa orang beranggapan kalau ia tercipta bukan untuk menjadi Seorang penyihir melainkan untuk menjadi Seorang petarung.
Sedangkan dalam perdebatan Itu Aether masih terlihat sangat santai, dengan menikmati waktu istirahatnya, walaupun dalam keadaan istirahat Seperti ini kewaspadaan masih terus terjaga, dan ia tahu kalau saat ini beberapa orang terus mengawasinya.
Ke santaian dari Aether sebenarnya cukup membuat orang orang yang mengawasinya Cukup waspada karena takut kalau Aether telah menyiapkan beberapa jebakan dan sebagainya.
“Aku cukup kasihan dengan orang orang itu,” ucap Mia yang menonton orang orang yang mengawasi Aether.
Ia merasa Dalam hal Seperti ini terkadang menjadi orang bodoh memang diperlukan, Pihak lawan terlalu pintar Sehingga ia terlalu memikirkan apa yang akan terjadi sedangkan Mia Yakin Aether hana berusaha menunggu mereka untuk menyerang.
__ADS_1
Dan Sesuai apa yang Mia katakan, Setelah bosan menunggu Aether Akhirnya bergerak, gerakannya sangat cepat, ia Segera mengaktifkan Sihir gravitasi Seluas mungkin, dan menghilangkan gravitasi yang ada disana.
Sehingga saat Aether bergerak kecepatan gerak nya menjadi sangat mengerikan, membuat lawan Sangat tidak Siap, apalagi sihir gravitasi Aether telah tersebar luas di sana untuk orang yang tidak terbiasa dengan medan gravitasi temtu gerakan mereka pasti akan kacau.
Kekacauan itu sama sekali tidak Aether lewatkan, dengan pedang yang ada di tangannya, ia segera menebas orang orang yang ada disana , mereka juga sedikit terkecoh dengan senjata dari Aether, saat di tarik awalnya Ia mengira kalau benda yang terus di pengan Aether adalah tongkat.
Namun setelah sarung pedangnya di lepas mereka akan melihat pedang yang akan sangat tajam yang ada. Aether benar- benar Serius dengan sentuhan pertama nya, Sehingga ia membunuh dua orang dengan cepat.
Orang ketiga yang berusaha Aether lawan kali ini sedikit lebih siap, namun Setelah mendapatkan Serangan pertama dari Aether ia akhirnya sadar perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh , tebasan tebasan dari Aether sangat kuat, bahkan dengan satu ayunan Pedang Walaupun itu Sudah ditahan Dengan Sihir tanah yang berbentuk diding itu dapat dihancurkan dengan mudah.
Sehingga saat serangan kedua Aether Sudah mendaratkan di tubuh lawannya, aksi ini sangat mengerikan, karena dilakukan tidak sampai 1 menit, aether sudah mengalahkan tiga orang.
Semua penonton menyaksikan itu langsung berdiri dari Kursinya, mereka sama Sekali tidak menyangka akan diberikan aksi menakjubkan ini.
Lawan dari Aether adalah para Peserta dari kerajaan sidenreng dan Bone, dan orang terakhir yang Aether kalahkan adalah perwakilan dari kerajaan Sidenreng.
“Hahahaha, kerajaan Bone memang tidak terkalahkan,” ejek Hasanudin sebagai raja Gowa ia tentu tidak melewatkan ini untuk meledek Kerajaan Bone.
Dengan aksi dari Aether ia Sudah menumbangkan dua wakil dari Bone dengan sangat muda tentu ini sangat berpengaruh, walaupun pada akhirnya Aether tidak mendapatkan satu poin pun karena tidak satupun dari yang ia bunuh memegang gulungan, dan memang tidak ada dari mereka yang menjadi pemimpin grup.
__ADS_1