
Memang jika mengacu kepada permintaan dari Aether, yang tidak ingin melibatkan Gereja perang dalam pertarungan melawan para Goblin, dan ia ingin menglihkan pasukan yang mereka miliki untuk berburu orc yang di luwu.
“Aku sangat menantikan Ide dari Anak itu,” gumam Nomos.
Saat ini ia harus memberikan penjelasan kepada para anggotanya termasuk para petinggi dari gereja tentang adanya perubahan rencana yang mendadak ini.
Beberapa orang protes karena mereka juga ingin segera beraksi untuk terus melembarkan sayap gereja sebagai kekuatan tempur yang sangat kuat di benua ini.
Namun setelah Nomos memberikan jawaban Kalau Aether adalah orang yang meminta hal ini membuat Kebanyakan yang ada disana menjadi terdiam, Apalagi setelah Nomos menjelaskan Kalau Aether telah menyiapkan panggung yang lebih baik untuk mereka melawan para Orc.
Salah satu alasan kenapa Nomos sangat menyukai membuat kerja sama dengan Aether, tidak lain adalah kemampuan Aether membuat orang-orang yang ada di sekitarnya mudah percaya dengan apa yang ia rencanakan, bahkan Nomos Sendiri mulai menilai suara dari anak itu akan lebih berpengaruh dari suaranya dalam gereja saat ini.
Salah satu alasan mereka tidak bergerak Adalah Karena mereka memiliki beberapa orang yang sangat ahli dalam sihir teleportasi, seperti diablo, sihir teleportasinya memang tidak sekuat milik Yami dan Dan diablo Tapi Mereka Juga tahu cara menggunakannya sihir tersebut dengan baik.
SEhingga sebenarnya mereka dapat datang kapan saja menuju medan perang sesuai dengan rencana yang mereka inginkan.
“Sekarang mulailah bergerak, dan usahakan tidak ada gereja lain yang sadar akan pergerakan kita,” perintah Nomos.
Saat ini ia ingin para pasukan dari gereja perang bergerak secara pribadi untuk menuju kerajaan luwu, dan ia ingin ia mereka tidak terlalu menunjukkan diri sebelum tanda yang Nomos berikan.
Jika perkataan Aether benar, setelah pertarungan besar melawan para Goblin, Ia tidak akan membuang Waktu dan mereka akan menggunakan serangan mendadak kepada Para Orc, dan Saat itu Ia ingin Nomos turun langsung di dalam medan perang.
Nomos Sempat menolak karena ia tidak ingin terlibat dalam pertarungan saat ini, Namun Sepertinya Aether sama sekali tidak kehabisan akan , ia bahkan meminta Nomos tidak melakukan apapun ia hanya ingin Nomos berada disana.
Dan jika boleh ia ingin Nomos menjadi penyembuh utama dalam perang para orc. Sehingga Nomos saat itu tidak memiliki pilihan untuk menerima permintaan tersebut.
__ADS_1
Saat ia sedang sibuk mengatur pasukan ia kedatangan Tamu yang sudah cukup lama Tidak ia lihat, Itu tidak lain adalah Viktor yang saat itu sedang membawa Yere yang sedang dalam keadaan terluka.
“Sepertinya Mereka benar benar menghancurkan Yere,” Gumamnya melihat keadaan Yere yang sedang terluka.
Melihat keadaan Yeremia saja ia sudah mengetahui penyebab dari luka tersebut, “Jadi sekarang aku hanya perlu melakukan apa yang menjadi tugasku bukan,” lanjutnya berniat untuk menunggu Viktor dan Yeremia di ruangannya.
Yeremia mungkin sadar Kalau ia telah dipermainkan, namun ia tidak akan menyangka kalau Permainan Aether sebenarnya tidak sebatas menghancurkan mental mereka, tapi membuat seseorang mengawasi kerajaan Sidenreng yang belakangan terlalu ketat untuk dimasuki.
Jadi Jika nantinya memang gereja perang bergabung dengan mereka seharusnya itu sama sema sekali bukan kerugian bagi kelompok Aether itu juga menjadi keuntungan karena mereka tidak lagi untuk terus menempatkan mata mata di sana, tapi tentu ia tidak ingin gereja perang hanya menjadi alat, tapi harus mendapatkan keuntungan dalam kesepakatan tersebut.
sekarang Nomos hanya bisa berharap Kalau mereka benar benar memiliki penawaran yang menarik Kalau tidak ia juga tidak ragu untuk menolak kerja sama ini, Ia juga telah menegaskan Aether semuanya tergantung keputusannya apakah gereja perang akan membuat kerjasama dengan kerajaan sidenreng.
Dan Aether hanya mengatakan kalau kelompoknya akan siap beradaptasi dalam setiap tindakan yang akan diambil oleh Nomos dan yang lainnya.
Ia menunggu dengan santai Yere dan Victor di tempatnya, tidak berselang lama, orang yang ditunggu akhirnya datang juga.
“Lupakan basa basinya, putra mahkota kerajaan sidenreng rappang datang ke gubukku tentu aku harus menyambut mereka,” Balas Nomos sedikit dingin.
“Jadi langsung saja ke intinya apa yang kalian bisa tawarkan kepada gereja kami untuk membantu kalian,” Lanjut Nomos yang mempersilahkan mereka untuk duduk.
“Untuk ukuran Gereja yang baru bangkit bukan kalian terlalu sombong,” Balas Yeremia, yang walaupun Nomos ingin mereka langsung pada intinya ia tetap menjelaskan permasalahan yang mereka harus hadapi di kerajaan dan mereka menjelaskan alasan kenapa Ia harus meminta bantuan dari Nomos bergabung dalam masalah ini.
“Woi bocah bukankah kau tahu sifatku, dan kau berani menyuruhku terlibat masalah politik dalam sebuah kerajaan, apa pelajaran yang diberikan anak anak itu masih belum cukup,” ucap Nomos mengeluarkan aura membunuh yang sangat mengerikan.
Nomos pada dasarnya telah menerimah beberapa informasi tentang masalah apa yang akan dibahas Yeremia di pertemuan ini, namun ia tidak akan menyangka walaupun anak itu mengenalnya ia masih ingin nomos terlibat langsung dalam politik dari kerajaan Sidenreng.
__ADS_1
Bagi Nomos Yeremia saat ini terlalu melewati batas, “Dengarkan dulu,” Kali ini Yeremia berusaha menenangkan Nomos yang terlihat sangat marah.
Ia tidak masalah menerima amarah dari Nomos namun saat ini Viktor ada disampingnya dan Aura membunuh dari Nomos sama sekali tidak bisa ditahan oleh pusaka dari Victor sehingga terlihat sangat ketakutan melihat Nomos saat ini.
“Jika kau membantu kami kami siap untuk memberikan cawan suci kepada Gereja perang,” Lanjut Yere yang kini membuat nomos terdiam dan secara perlahan menarik aura membunuhnya.
“Kau tahu apa yang kau katakan bisa membuat Gereja dewa perang ikut berperang dengan Kalian Kerajaan sidenreng.” Nomos memang sedikit tenang setelah mendengar ucapan dari Yeremia namun Ini semakin membuatnya tidak mengontrol diri.
Cawan suci adalah Pusaka Gereja dewa perang, pusaka tersebut sudah lama menghilang bahkan itu sebelum Nomos bergabung dengan gereja, Bahkan Nomos sendiri hanya pernah melihat pusaka tersebut dari sebuah gambar karena memang sudah lama pusaka tersebut tidak pernah muncul.
“Aku tahu yang aku ucapkan, tapi Aku yakin satu-satunya cara kalian mendapatkannya hanya dengan membantu putra mahkota untuk naik tahta atau mendapatkan namanya kembali di kerajaan sidenreng,” Kali ini Yeremia sangat percaya diri.
“Apa kau sadar kalau kau tidak berbicara dengan anak berusia lima belas tahun,” ucap Nomos yang kembali mengeluarkan niat bertarungnya.
IA sangat tahu omong kosong seperti itu, dan menurut pendapatannya Omongan dari Yere tidak lain hanya sebuah omong kosong semata, “Terus kenapa kenapa kalau kalian memiliki Cawan suci, selama aku tahu kalau itu ada di kerajaan Sidenreng maka Cepat atau lambat aku pasti mendapatkannya, Sekarang kalau aku setuju membantu kalian apa selanjut aku harus membantu kalian menghabisi Kelompok Aether,” Lanjut Nomos.
Cara Yere melakukan negosiasi terlihat sangat buruk, Nomos sangat mengenal sifat dari Yere itu adalah tipe yang sangat Egois dan Sebuah permintaan yang sama sekali tidak akan ada Habisnya.
Mereka terus berdebat tentang apa yang harus mereka lakukan, Yang pada akhirnya Keunggulan yang dimiliki Yere dan Viktor sama sekali tidak berarti dan mereka hanya bisa menjadi orang yang memohon kepada Nomos dalam bantuannya.
Nomos dapat mengendalikan situasi dengan baik sehingga Ia tetap menjadi orang yang paling diuntungkan dalam perjanjian kerja sama ini. Yang walaupun pada akhirnya berhasil membuat kesepakatan.
Dan Nomos masih akan berada dalam kebebasan bergerak di Sidenreng nantinya, dan ia tidak akan terlibat langsung dalam politik kerajaan sidenreng, tapi Viktor nantinya akan dibebaskan untuk menggunakan namanya jika diperlukan.
__ADS_1