Pedang Buta

Pedang Buta
gitu aja


__ADS_3

Sekarang mari  berpindah kepada Aether yang sedang belajar bermusik kepada Nomos,  Aether  tidak menduga   Nomos adalah seorang yang sangat ahli dalam bidang bermusik, bahkan ia memberikan beberapa saran Kepada Aether bagaimana untuk mengembankan  idenya untuk memberikan beberapa Mana dalam saura yang yang dihasilkan serulingnya.


“Aku pernah bertemu dengan seseorang yang berhasil melakukannya, walaupun itu berhasil karena memang grimoire yang ia miliki memang mendukung untuk melakukannya, tapi ide yang kau lakukan sebenarnya tidak salah dan lebih masuk akal ketimbang orang yang dulu pernah terlihat,” Ucap Nomos yang memang sedikit tertarik dengan ide Aether membuat seni musiknya di campur sihir.


“Itu hanya sebuah pemikiran liar, aku tidak menduga kalau itu  akan berhasil,” balas Aether dengan santai.


Bagi Aether ini hanya sekedar hobi yang dapat melepaskan penatnya, dan bagaimana pun itu ia sebenarnya tidak terlalu peduli, “ Jadi apa yang akan kau lakukan antara pertemuan perwakilan sidrap dan  Hasanuddin.”


Nomos akhirnya menharahkan pembicaraan menuju arah yang lebih serius, Karena ia tahu kalau keplungan aether tidak jauh dari kehadiran perawkilan dari kerjaan sidereng ini.


“Aku hanya pulang untuk menyapa teman lama, Jika Raja Gowa ingin bekerja sama dengan mereka aku sama sekali tidak berniat untuk menghalangi keputusan mereka, walaupun aku tahu Hasanuddin tidak terlalu memikirkannya, jika ia membantu mereka tentu aku tidak akan menjadi anak baik lagi.”


Nomos terlihat hanya tersenyum mendengar ucapan Aether, Setelah itu mereka terus membicarakan beberapa hal bersama dengan Hades dan Mia yang ada disana, Hades sudah menanyakan tentang apakah masuk untuk Aether bisa kembali melihat dengan menggunakan Mata yang ia berikan.


Sekarang ia sudah merasa cukup lega setelah mendengar ternyata  Mata itu memang akan berhasil, Mia terlihat masih terlihat sedikit denggan untuk berbicara banyak di depan Nomos, Ia Masih sedikit Jengkel dikerjai waktu menyembuhkan lengannya.


Setelah beberapa waktu berlalu akhirnya Orang yang mereka tunggu akhirnya hadir, Itu tidak lain Diablo , ia segera memberikan laporan yang telah didapatkan.


“Aku sudah menugaskan beberapa orang untuk terus mengawasi pergerakan mereka, Seperti yang kalian katakan  sang pangeran memang terlihat sangat mudah untuk terpancing,” sesuai dengan apa yang Aether perintahkan, Diablo menceritakan Tentang ia yang berhasil menghasut Viktor.


“Aku sedikit bersyukur kalau begitu, Sepertinya tidak ada terlalu banyak yang berubah selama beberapa tahun,” Gumam Aether mendengar cerita Dari diablo.


Alasan kenapa ia memerintahkan diablo untuk bergerak secara pribadi karena ia ingin diablo sedikit mencoba untuk memprovokasi Viktor, dan Aether ingin tahu bagaimana tanggapannya terhadap beberapa beberapa provokasi.


Dan seperti apa yang dia harapkan mereka masih terlihat mudah untuk diprovokasi, “Menurutmu, jika nantinya mereka tidak mendapatkan dukungan dari hasanuddin kemana mereka nantinya akan pergi?”

__ADS_1


Aether tiba-tiba menanyakan sebuah pertanyaan kepada orang-orang yang ada disana, hades sudah mengatakan kepada mereka sebenarnya walaupun mereka tidak mengganggu pertemuan tersebut sangat kecil kemungkinan Hasanuddin akan ikut campur masalah kerjaan yang di sidrap.


Sehingga Aether kepikiran menebak pergerakan mereka selanjutnya, “Sebenarnya tidak sulit bagi kalian untuk menebak kalau mereka akan kesini kalau mereka gagal bukan?” Nomos yang ada disana terlihat sangat santai dengan ucapannya.


Jika memperhatikan dari berbagai aspek, kemungkinan terbesar mereka memang untuk datang kesini memang cukup besar, Raja Sidrap yang sekarang memiliki hubungan yang sangat baik dengan gereja lainnya.


Apalagi melihat bagaimana perkembangan dari Gereja perang saat ini, akan ada beberapa alasan untuk mereka menawarkan bantuan kepada Gereja ini.


“dan kalian memang benar,” lanjut nomos melemparkan surat.


Disana berisi surat permintaan untuk bertemu dengan Bishop dari gereja perang, “Jadi perjalan kita kesini sia-sia?”


Mia adalah orang yang cepat merespon surat tersebut, siapa yang ada di sini pun tahu kalau Sama sekali tidak ada kesempatan untuk Viktor mendapatkan dukungan dari Gereja perang, apalagi bagi kelompok dewa perang aether adalah sesosok pahlawan.


Bahkan beberapa dari mereka menganggap sosok dari Aether adalah utusan dari Dewa perang, salah satu alasan kenapa Perkembangan gereja ini cukup pesat di kerajaan ini, Karena Mereka yang memanfaatkan ketenaran Aether di kerajaan Gowa, untuk menarik sebanyak mungkin pengikut.


Cukup bagi mereka untuk percaya kalau Aether memang adalah utusan dari Gereja perang.


“Tidak ada yang sia-sia, sudah kubilang bukan, aku datang hanya untuk menyapa,tidak lebih dan tidak kurang.”


Aether memperjelas kalau apapun yang terjadi ia tetap akan bertemu dengan sang pangeran. Sebenarnya sekarang ia cukup terkejut, karena sampai sekarang emosinya terlihat sangat stabil


Dan ia ingin melihat sampai Mana emosinya ini akan terus seperti ini, ia mengingat perkataan dari gurunya dalam berpedang, Sampai saat ini salah satu kekurangan terbesarnya dalam berpedang emosinya yang sangat tidak stabil.


Dan ia selalu mengigatkanya untuk sebisa mungkin untuk berusaha mengontrol tersebut, jika tidak cepat atau lambat, akan ada yang menghambat kemampuan berpedang Aether.

__ADS_1


Dulu ia tidak berpikir terlalu serius dengan ucapan dari gurunya hingga ia merasakan secara langsung dalam pertempuran mereka terakhir kali ia berusaha  mencari batasnya dalam menggunakan pedang, hingga ia sadar kalau saat ini ia memang sedang dalam keadaan kebutuhan untuk mengembangkan seni berpedang nya.


Jadi mengambil keputusan untuk bertemu dengan viktor setidaknya ia berusaha berlatih untuk mengontrol emosinya, Dan sekarang ia sudah cukup senang karena sampai sekarang Ia masih masih dalam keadaan normal tanpa ada Aura yang bocor darinya.


“Sebenarnya Jika kau hanya berusaha mengontrol emosimu, kenapa tidak gunakan saja seni musik seperti apa yang terus tkau lakukan, atau jika kau ingin Variasi, datanglah di rumah bordir disana banyak barang yang dapat kau gunakan untuk mengontrol emosi.”


Nomos yang melihat Kalau Aether terus berusaha mengontrol emosinya, sedikit bercanda dengan menyuruh aether menuju tempat prostitusi yang ada di kerajaan gowa.


“Jika itu Zeus kemungkinan itu menjadi saran yang bagus,” balas Aether sedikit tersenyum.


“Tapi bagiku itu hanya akan menambah pikiran yang tidak perlu,” lanjutnya.


Hades dan diablo hanya sedikit tersenyum karena tidak tahu harus merespon apa, karena seorang archbishop akan mengatakan kata-kata seperti itu bukanla pemadangan yang bisa dilihat dimana-mana.


Tapi Jika dilihat dari hubungan Nomos dan Aiko tentu mereka tidak terkejut dengan percakapan dari Nomos barusan.


“apa tawaran mereka bagus?” Tanya Aether.


“Sebenarnya tawaran mereka lumayan bagus, tapi itu hanya tawaran yang bagus jika mereka bisa mendapatkan posisi bagus di Kerajaan, Jadi itu sama sekali tidak layak untuk dibicarakan.”  Balas Nomos dengan santai.


“Bahkan tawaran yang ditawarkan kerajaan perwakilan pinrang kemarin bisa menjadi lebih baik dari yang mereka tawarkan,” lanjut Nomos.


“Itu sangat disayangkan sepertinya mereka memang tidak layak dalam hal negosiasi,” ucap Aether.


Membicarakan ini terlihat sangat berat untuk di pahami oleh beberapa orang yang ada disana,  teman-teman Aether hanya bisa tersenyum karena melihat tingkah dari Aether yang seperti ini,  yang terus membuat mereka bingung. 

__ADS_1


 


__ADS_2