
Dan sekarang Aether terus mencari pedang yang sangat cocok dengan Aura pedang yang ia miliki, saat ini ia memiliki 6 pedang yang sering digunakan, yang memang secara resmi ia gunakan sebagai pedang pribadinya.
Tapi ia menemukan tidak setiap pedang yang cocok untuk mengeluarkan aura pedang, seperti pedang Pembela neraka, terlihat sangat berlawanan saat ia mencoba mengalirkan aura pedang.
Dan terlihat kalau Pedang pemenggal nya Dapat disalurkan aura pedang itu dengan baik, sehingga sekarang Aether menggunakan Pedang pemenalnya untuk melawan para Goblin.
Ini dia lakukan agar lebih terbiasa untuk menggunakan Aura pedang lebih lama, “Hahaha seorang Jenius sejati,” ucap Aether.
Saking senangnya Aether karena menguasai Aura pedang ia sampai melupakan kalau saat ini ia sedang bersama beberapa orang, orang orang dari Gereja perang hampir karena Aether yang kembali menambah kecepatan karena melupakan keberadaan mereka.
Aether terlihat baru sadar setelah salah satu dari mereka menjaganya kalau saat ini korban sudah terlalu banyak untuk mengikuti mereka dan terlalu kesusahan untuk mengikuti kecepatan Aether.
“Maaf, Maaf, Maaf aku terlalu keasikan sendiri,” ucap Aether yang memastikan mereka untuk beristirahat.
Saat Aether masih asik sendiri dengan tugasnya mari kembali kepada Mia yang saat ini masih berusaha mengambil jarak dari kelompok Pahlawan kerajaan sidenreng.
Mia telah meminta beberapa orang yang dia pimpin untuk terus mengawasi pergerakan kelompok Itu, namun setelah beberapa saat ia kedatangan tamu, itu tidak lain Anto yang meminta ingin berbicara.
Mia tidak melarang Anto untuk berbicara dengannya, apalagi ia datang sendiri tidak bersama dengan yang lainnya.
“Sepertinya terakhir kita bertemu, kau bilang kita akan menjadi musuh, tapi sepertinya sekarang kau malah memberikan bantuan,” Ucap Anto memulai pembicaraan.
“Mau bagaimana lagi Bos besar sudah berkata,” Balas Mia.
“Apa sekarang kau Puas melihat aku memang tidak layak untuk menjadi pemimpin,” ucap Anto terdengar sedikit pelang.
“Jika kau datang kesini hanya untuk mengeluh aku sama sekali tidak berniat untuk menanggapinya,” balas Mia santai.
__ADS_1
Mia memang sudah berada dalam tahap tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan Anto dan yang lainnya.
“Aku senang kau masih terlihat sama saat dulu masih di sekolah, Apa kau masih berusaha mencari Jalan untuk kembali ke dunia kita?”
Sebuah pertanyaan Anto tanyakan kepada Mia, saat pertama Kali sampai di dunia ini Mia adalah satu satunya orang yang bersikeras untuk segera kembali menuju dunianya yang sebenarnya.
“Ia, dunia seperti ini sama sekali tidak cocok untukku, walaupun sekarang harus ku akui kalau aku mulai menikmati berada di tempat ini,” blas Mia santai.
“Setelah beberapa saat Aku mulai berpikir kalau memang tempat ini juga tidak cocok untukku,”
“Tapi sekarang kau adalah pemimpin mereka dan jika Kau tidak ada akan ada kekacauan di kelompok para Pahlawan kerajaan sidenreng.”
Setelah menerima berbagai kekalahan, membuat semangat juang dari Anto Kian melemah, hingga berada dalam titik berada dalam tahap putus asa.
“Tapi karena kepemimpinanku, sudah ada beberapa dari teman kita yang telah mati,” ucap Anto dengan sedikit pelan.
Ia tidak berniat untuk mendengarkan cerita dari Anto lebih Jauh lagi, Karena Anto Yang sekarang bagi Mia adalah Anto yang sangat merepotkan.
“Dalam perang tidak ada yang baik dan benar, Gunakan car terbaik untuk membunuh maka Aku akan beradaptasi dalam dunia yang hina ini,” Ucap Mia yang sempat terhenti untuk memberikan nasehat kepada Anto.
“Ia memang terkenal sangat tidak ahli dalam memberi semangat,” gumam Anto sambil sedikit tersenyum.
Setelah pertemuannya dengan Anto, Mia segera mengumpulkan pasukannya yang dia bawah untuk memberikan perintah lebih lanjut, “Pergerakan mereka terlalu lambat, Mulai besok kita akan menjadi dua tim, aku sendiri akan bergerak secara pribadi untuk membunuh dan menyelamatkan warga sekitar dari para goblin, sedangkan kalian, teruslah bergerak dan bantu pasukan mereka untuk terus bergerak maju.”
Tentu tidak ada orang yang membantah ucapan dari Mia mereka hanya mengingatkan untuk lupa melaporkan kejadian seperti ini kepada diablo. Karena menurut mereka pergerakan mia saat ini masih terlalu cepat.
“Aku tahu apa yang aku lakukan dan aku akan mempertanggung jawabkan keputusan yang aku ambil,” Balas Mia kepada Orang yang mempertanyakan keputusan nya.
__ADS_1
Setelah berpisah Mia segera melakukan sesuai perintah dan memanggil rangga untuk menyampaikan info ini kepada Aether, Walaupun Mia Yakin kalau keputusannya tidak akan dibantah oleh Aether, karena sudah menjadi perintah ia tetap harus menyampaikan setiap pergerakan yang dia ambil.
Setelah itu ia segera mengeluarkan semua peralatan terbangnya untuk bergerak secepat mungkin, “Terkadang aku berpikir sepertinya aku sudah menjadi Ironwoman di dunia lain,” Gumamnya, ia sudah sedikit menyerupai iron man yang dia lihat di dunia nya.
Penampilan mia saat menggunakan peralatan tempurnya memang sudah menyerupai ironman, yang membedakan masih ada beberapa bagian yang menampilkan tubuhnya, dan tentu Mia tidak membuat desain dari Syutnya akan sama dengan milik orang lain.
Mia Juga mengakui kalau desain yang ia miliki saat ini tidak lebih dari sebuah desain mentah dan masih banyak ruang untuk diperbaiki, berbeda dengan sain tony stark yang memang sudah sempurna.
Tapi sangat yakin dimana ia a berada dalam dunia yang penuh dengan kekuatan sihir, ia pasti akan melampaui kemampuan dari peralatan dari sanga iron man.
Aether yang sudah mendapatkan Laporan dari rangga terlihat tidak terlalu terkejut dengan apa yang ia dengar dan ia juga tidak mempermasalahkan keputusan dari Mia karena baginya selama rencana dengan baik maka IA tidak masalah akan hal itu bagaimanapun mereka melakukannya.
IA saat ini sedang beristirahat, dan menemukan ia telah merasakan kalau diablo memberikan panggilan kepadanya.
Kalau ini ia tidak menanyakan kalau diablo akan memanggilnya secepat ini , sesuai dengan “Tunggu disini,” ucap Aether dengan cepat, setelah itu Aether segera menuju lokasi dari Diablo berada.
Dan menemukan diablo saat ini sedang memantau sebuah tempat yang terlihat bersiap untuk di serang oleh Sekumpulan Goblin.
Diablo menjelaskan Saat ia memantau lokasi ia menemukan sebuah desa yang melihat memiliki sebuah pengalaman yang menghalangi setiap orang luar masuk ke dalam sana, Itu membuat Diablo penasaran dan menemukan kalau salah satu dari Raja Goblin sedang bersiap untuk menyerang tempat itu.
Diablo memanggil Aether kesini untuk menanyakan pendapatnya, terlihat Aether tidak langsung menjawab, ia hanya mengaktifkan Grimorenya dan mengeluarkan sihir roomnya.
Sihir itu diperluas hingga Aether dapat menjakau Desa tersebut, “Panggil Jason kesini, dan kita jadikan tempat ini sebagai area pertempuran melawan raja iblis itu,” Ucap Aether segera.
Dan diablo sama sekali tidak membantah ucapan dari Aether dan langsung melakukan sesuai dengan apa yang diperintahkan.
__ADS_1